----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Penghadangan di Geurutee, 3 Brimob Tewas

Setidaknya tiga prajurit tewas dan tiga lainnya luka-luka akibat penghadangan yang 
dilakukan pasukan
Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM) terhadap enam truk yang ditumpangi pasukan Brimob 
di kawasan
Gunung Geurutee, Kecamatan Jaya, Aceh Barat, Minggu (19/12) petang kemarin. Sementara 
itu jurubicara
AGAM wilayah Meureuhom Daya mengklaim pihaknya menewaskan 20 prajurit Brimob dalam 
insiden tersebut.
Berdasarkan pemantauan di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, Minggu malam, 
diperoleh
catatan tiga nama anggota Brimob yang tewas dalam Penghadangan di Geurutee. Mereka 
masing-masing
Bharada Pipit subarkah dan Bharada Muryadi dari Resimen I Brimob Mabes Polri) serta 
Bharada Widodo
(anggota Brimob Polda Sumbar). Sedangkan tiga anggota yang terluka adalah, Bharada 
Suyitno (20),
Serda Soni Aleksander Simatupang (22) dan Bharada Sigit (21).
Kepala Dinas Penerangan Polda Aceh, Mayor. Pol. Sayed Hussaini kepada wartawan Minggu 
malam mengakui
adanya tiga korban tewas dan tiga luka dalam penghadangan yang dilakukan AGAM di 
Geurutee. Pasukan
Brimob itu diserang ketika dalam konvoi sebanyak enam truk dari wilayah Aceh Barat 
menuju ke Banda
Aceh. Selebihnya tidak banyak keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian.
Sedangkan Jurubicara AGAM wilayah Meuruhom Daya (Lamno-Aceh Barat), Abu Tausie, seusai 
penghadangan
itu kepada wartawan via telepon mengatakan, pihaknya berhasil menewaskan setidaknya 20 
prajurit
Brimob, sementara dari pihak GAM tidak ada korban. Penyerangan itu dilakukan katanya, 
karena selama
ini pasukan Brimob tersebut banyak melakukan kekejaman kepada rakyat sipil di 
wilayahnya. Sehingga
ketika intelijen AGAM melaporkan akan adanya pasukan Brimob dari wilayah tersebut yang 
diangkut ke
Banda Aceh, AGAM segera menyiapkan penyerangan.
Dijelaskan juga, sebelum penyerangan ada enam truk yang ditumpangi pasukan Brimob. 
Ketika pertama
kali diserang dua truk yang ada di bagian depan segera tancap gas, sedangkan tiga truk 
yang ada di
belakang segera berputar haluan lagi ke arah asal. Akibatnya satu truk yang ada 
ditengah menjadi
sasaran granat dan peluru. Lokasi penghadangan dipilih di Geurutee, kata Abu Tausie, 
karena daerah
itu sangat sepi dan jauh dari pemukiman penduduk. Penghadangan di Geurutee merupakan 
yang kedua
dalam enam bulan terkahir ini. Penghadangan pertama terjadi pada 6 Juni 1999 lalu yang 
setidaknya
menewaskan 2 prajurit TNI.
Pada kesempatan itu pihak AGAM juga menyatakan bahwa, mereka sebenarnya tidak sampai 
hati dan sangat
terpaksa melakukan penyerangan. Tetapi hal itu harus dilakukan sebagai peringatan agar 
aparat
keamanan RI tidak bertindak kejam kepada rakyat Aceh. "Abu Arafat sudah berkali-kali 
mengingatkan
agar mereka tidak menzalimi rakyat sipil," katanya.
Aceh Selatan
Sementara itu di Aceh Selatan dikabarkan, anggota Polsek Kluet Selatan, Serma 
Sumartoyo (34), minggu
(19/12) dinihari tewas ditembak orang tak dikenal dalam perjalanan kembali ke Mapolsek 
setelah makan
sahur di rumahnya. Beberapa jam kemudian, di tempat lain Zuhrizal (22) warga Alue 
Pisang, mengalami
luka serius di paha kiri setelah diberondong Brimob BKO Polsek Kuala Batee, Aceh 
Selatan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Dec 1999 jam 10:32:47 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke