----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Dicurigai, Mafia Narkotik di Balik Tragedi Doulos

Senin, 20 Desember 1999
Jakarta (Bali Post) -

Kelompok Jaringan Informasi Dampak Miras dan Naza (Ridma) mendesak aparat
kepolisian menuntaskan kasus pembakaran Yayasan Doulos secepatnya, karena
LSM antinarkotik ini mencurigai adanya mafia narkotik di balik pembakaran
yang dilakukan massa. ''Ridma mendesak permasalahan ini segera dituntaskan.
Apakah pembakaran kompleks yayasan tersebut bermuatan SARA atau tidak,''
kata Ketua Ridma Budi SS Raharjo di Jakarta, Minggu (19/12) kemarin.

Budi mengemukakan hal itu setelah mencermati peristiwa pembakaran kompleks
Yayasan Doulos Rabu (15/12) malam oleh massa yang diduga berasal dari
kelompok tertentu. Amuk massa itu mengakibatkan seorang tewas dan sejumlah
lainnya luka-luka serta hancurnya sejumlah bangunan di dalam kompleks
tesebut, termasuk tempat ibadah dan panti rehabilitasi penderita narkotik.

Budi mengatakan, aparat keamanan perlu mengklarifikasi masalahnya dengan
jelas, karena mafia narkotik kerap menggunakan cara-cara halus dan kasar
dengan berkedok SARA. Ridma mengingatkan, selain Sekolah Tinggi Teologia
(STT) juga terdapat panti rehabilitasi penderita narkotik, sehingga
masyarakat perlu melihat kasusnya secara mendalam.

Masyarakat, ujarnya, perlu diberi tahu agar beberapa kasus SARA yang pernah
terjadi di ibu kota dan membuat umat lain menjadi khawatir tidak terulang
lagi.

Menurut LSM yang didirikan oleh puluhan wartawan ini, Yayasan Doulos
merupakan yayasan yang tanpa pamrih bergerak untuk menyelamatkan bangsa dari
bahaya narkoba, sehingga bagaimana pun narotik harus diperangi dengan cara
agama mana pun oleh segenap unsur masyarakat. ''Kasus ini memperlihatkan
mafia narkotik mulai menunjukkan gejala mengadakan perlawanan dari
gerakan-gerakan masyarakat yang menentang peredaran narkotik,'' katanya.
Pembakaran kompleks Yayasan Doulos, katanya, merupakan indikasi bahwa para
bandar atau mafia narkotik mulai beraksi dengan keras.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Kapolri Jenderal Pol. Roesmanhadi
mengatakan, polisi tidak pandang bulu dalam menangani kasus pembakaran dan
pembunuhan di kompleks Yayasan Doulos tersebut. Polda Metro sampai kini
menahan sepuluh tersangka pembakaran wisma tersebut dan masih terus
mengembangkan kasusnya, terutama mencari otak pelaku pembakaran.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Dec 1999 jam 05:27:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke