---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 16 Desember 1999 TUDINGAN HENDARDI HENDARDI, pahlawan kemerdekaan Timor timur menuding KPP HAM melindungi para jenderal yang diduga bertanggungjawab terhadap kejahatan kemanusiaan pasca jajak pendapat di wilayah itu. Lebih jauh dia mengatakan dibentuknya komisi tersebut tidak terlepas dari hambatan politik terhadap gagasan PBB untuk melakukan penyelidikan dan proses hukum melalui internasional tribunal. Jika dilihat sepintas, sinyalemen Hendardi memang mengandung kebenaran, namun bila dikaji lebih dalam agaknya kurang pas. Tentunya sebagai mahluk yang tinggal di bumi Indonesia, dia harus menyadari bahwa segala permasalahan hendaknya diselesaikan secara hukum dan ketentuan di negara ini. Bukan seperti alasan usang yang selalu dikedepankannya yakni mengharapkan netralitas badan dunia PBB yang kesohor tidak pernah netral itu. Terlebih lagi bangsa ini wajib melindungi siapapun warganya, tidak terkecuali para jenderal dari jeratan rekayasa hukum internasional. Saya sangat sependapat dengan tim advokasi perwira TNI yang di antaranya terdapat Bang Buyung dan Sitompoel bersaudara. Mereka merasa terpanggil nasionalismenya dan tidak rela melihat TNI dipermainkan. Bagaimana pun juga para perwira tersebut adalah warga negara yang sah di republik ini yang selayaknya mendapat pembelaan dari segenap rakyat Indonesia dari berbagai campur tangan asing. Bukan malah menjerumuskannya. AR Siahaan SE Palmerah, Jakarta Barat ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Dec 1999 jam 05:05:41 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
