---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 16 Desember 1999 TUDINGAN HENDARDI ALA STATUS QUO MENYIMAK tudingan Direktur Eksekutif PBHI Hendardi yang menyebutkan: Militer biang kerok HAM terasa kental sekali melecehkan hukum, padahal sebagai institusi bantuan hukum yang representatif dan mendapat tempat di persada tercinta ini, seharusnya Hendardi menghargai asas praduga tak bersalah. Terlepas dari salah tidaknya TNI, sebagai sesama sipil dan warga negara yang baik kok tuduhan seperti itu apriori, bahkan arogan ala status quo. Sebagai pentolan LSM yang berkarya melalui out put hukum dan penegakan HAM sudah seharusnyalah setiap orang maupun institusi menjunjung tinggi kaedah-kaedah hukum dan norma penegakan hukum di persada tercinta ini. Kalau awam yang tidak mengerti hukum mengucapkan tuduhan demikian, mungkin bisa diterima, tapi statemen yang digagas oleh orang yang mengerti hukum dan paham segala konsekuensinya, ucapan tersebut cukup ironis. Bermanuver politik sah-sah saja, tapi seyogianya arogansi, tuduhan yang terkesan vulgar hendaknya dihindari. Sebab manuver politik penuh dengan kritik dan rekayasa. Berbicara masalah peradilan HAM terhadap militer haruslah dengan kepala dingin dan pikiran jernih. Tempatkanlah sesuatu pada proporsinya. Jangan bodohi rakyat yang telah melek hukum dengan manuver-manuver agitatif. Kalau Hendardi katakan biang kerok HAM tidak terlepas dari salahnya UUD 1945, oleh karena itu harus diubah, mari kita setiap elit politik dan petinggi bermusyawarah sembari mencari solusi terbaik untuk rakyat dan negara tercinta. Kamaludin Bantar Jati, Banyumas ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Dec 1999 jam 05:05:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
