---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- AGAM Bantah Serang Pasukan Marinir TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: Kepala Biro Penerangan Aceh Merdeka Abu Ismail Syahputra membantah keras bahwa penyerangan terhadap anggota marinir di Desa Ujong Blang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireun, Senin malam (24/1) kemarin dilakukan oleh gerilyawan AGAM (Angkatan Gerakan Aceh Merdeka). "Tidak ada satu pun anggota AGAM yang ikut dalam penyerangan tersebut," kata Ismail kepada TEMPO Interaktif (TI), ketika dihubungi melalui telpon selularnya dari tempat persembunyiannya, Selasa malam (25/1). Hal senada disampaikan oleh Keutuha Wilayah Pasee Abu Said kepada TI. Menurutnya, pihak AGAM tidak perlu melakukan penyerangan yang dapat membahayakan masyarakat, apalagi di tempat-tempat seperti meunasah. Penyerangan itu memang dilakukan ketika para anggota Marinir sedang melakukan shalat magrib di meunasah (surau) desa itu. Selain menewaskan enam orang marinir, menurut informasi yang diperoleh di lapangan, beberapa warga desa itu juga terkena luka tembak. Abu Ismail malah balik menuding pasukan Brimob sebagai dalang di balik penyerangan yang menewaskan enam anggota marinir tersebut. Menurut Abu Ismail, gara-gara pasukan marinir tak mau diajak bersama melakukan operasi penyisiran terhadap warga setempat, pasukan Brimob melakukan provokasi. "Itu untuk memancing marinir melakukan penyisiran di desa tersebut dan sekitarnya," katanya. Ketika tuduhan ini dikonfirmasikan kepada pihak aparat keamanan, Kapolres Aceh Utara Letkol Pol Drs. Syafei Aksal membantahnya keras-keras. Menurut Kapolres, penembakan itu memang dilakukan oleh GBPK (Gerakan Bersenjata Pengacau Keamanan). "Mereka itu semua penjahat yang selalu memutarbalikkan fakta," katanya. Contohnya setiap ada insiden, kata Syafei, mereka selalu menghubungi wartawan dan memberikan keterangan yang bertolak belakang. (zab) 25-1-2000 -------------- Laporan hasil investigasi Untuk Media Massa : Iniformasi dari hasil investigasi jaringan kami yang ada di Acheh menyebutkan bahwa, saat ini di Acheh sedang berlangsung kontra intelijen yang di motori oleh salah satuan yang ada dalam tubuh TNI Angkatan Darat. Mereka berkerja cukup rapi sehingga kalau tidak cermat mengamatinya, hampir tidak bisa dibedakan antara serangan dari kelompok GAM dan Police ataupun angkatan lain non TNI-AD. Kasus penembakan terhadap anggota Marinir di Acheh, sebenarnya kalau mau diteliti secara arief dan bijaksana, penembakan tersebut dilakukan oleh pihak satuan yang ada di Angkatan Darat. Gunanya untuk memamcing TNI AL untuk bertindak represif terhadap bangsa Acheh. Pihak TNI-AD, merasa tersisih selama ini, karena keberadaannya tidak disenangi oleh bangsa Acheh, sedangkan keberadaan TNI-AL relatif masih bisa bersahabat serta bergaul bebas dengan segenap lapisan masyarakat. Faktor penembakan tersebut lebih cenderung karena faktor kecemburuan terhadap satuan TNI-AL, sehingga GAM dijadikan kambing hitamnya dan Acheh tetap sebagai daerah target operasi. Tim Investigasi Independent Jaringan ABUNIDAL "Stop Propaganda, Stop Kontra Intelijen" "Militer AD Dalang Semua Kerusuhan di Acheh" "Kekerasan Tidak Menyelesaikan Masalah, Buuurrr !" ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Jan 2000 jam 08:05:24 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
