----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Ditemukan, Pusat Komunikasi Kerusuhan

Ternate. Pusat Komunikasi yang digunakan selama kerusuhan bernuansa SARA di
Tobelo  dan  dan  Galela,  Pulau  Halmahera   Utara,  ditemukan  di Tanjung
Pelawang  dusun  Ruala,  Desa  Gurua,   Kecamatan  Tobelo, Kabupaten Maluku
utara.

Beberapa warga di desa tersebut, Senin, mengatakan peralatan komunikasi itu
dioperasikan  sebuah  lembaga  swadaya  masyarakat  (LSM) Belanda di Tobelo
untuk berkomunikasi dengan pihak luar.        Lokasi peralatan canggih yang
didirikan  di  rumah  Mr Boeng,  warga negara asal Belanda, tidak jauh dari
pusat kota Tobelo. Hingga pecahnya kerusuhan di Pulau Halmahera Utara akhir

Desember  lalu  belum  satu  pun aparat keamanan baik TNI maupun      Polri
yang   mengetahuinya,  kata  Daeng  Hasanuddin  (49),  warga   Desa  Gurua.
Oknum  warga  negara asing itu selain mengendalikan pusat komunikasi dengan
pihak  luar,  juga  dilaporkan ikut terlibat  langsung dalam kerusuhan yang
menewaskan   ratusan  umat  muslim di Tobelo dan Galela tersebut.   Menurut
warga  setempat,  lokasi  pusat  komunikasi  ditemukan di Tanjung Pelawang,
Tobelo,  itu  dirancang  sedemikian macam, sehingga sulit untuk diacak oleh
aparat.   Warga desa mengaku melihat peralatan komunikasi yang dioperasikan
sebuah  LSM Belanda di Tobelo itu sebelum  kerusuhan terjadi, dan mendengar
mereka  melakukan  komunikasi   dengan  pihak  luar.   "Saya  melihat pusat
komunikasi  yang  digunakan  di  Halmahera,  teringat kembali ketika Xanana
Gusmao  ditangkap  pasukan  TNI  waktu  itu  di  Timor Timur, karena lokasi
perangkat  komunikasi  yang  ditemukan  di Tanjung Pelawang Pulau Halmahera
Utara itu hampir sama," katanya.

Oknum warga negara asal Belanda di Tobelo juga mengejar-ngejar    pengungsi
saat  dievakuasi dengan kapal perang milik TNI-AL. Mr    Boeng yang mengaku
bapaknya  asal  Tobelo  itu menggunakan speedboat untuk mengejar pengungsi,
namun  dihalau  oleh  aparat keamanan di kecamatan yang terletak di kawasan
Pulau Halmahera     Utara itu.

Warga  di  Desa Gurua, Kecamatan Tobelo, minta aparat keamanan untuk segera
memusnahkan  perangkat  peralatan  komunikasi canggih yang diduga digunakan
selama  kerusuhan  di  Pulau  Halmahera itu.   Mereka merasa khawatir, bila
tidak   segera  diambil  tindakan,  karena  LSM  asal  Belanda  menggunakan
perangkat  komunikasi  tersebut  untuk  berhubungan dengan pihak luar, kata
Hasanuddin.    Sementara itu mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia (STT) Tobelo
Henny  Pasimanyeku membenarkan bahwa memang ada Yayasan Babullah di Belanda
sejak  dua  tahun lalu telah mendirikan sebuah lembaga di Kecamatan Tobelo,
yaitu  LSM-PPLP  (Proyek  Pengembangan Lingkungan Pedesaan).   Menurut dia,
anggota  LSM  yang  diketuai  J  Defries  itu  selain   melakukan pembinaan
lingkungan pedesaan di Halmahera, juga diperbantukan di STT Tobelo. Tentang
perangkat   komunikasi  yang  diduga  disembunyikan  di  Tanjung  Pelawang,
Tobelo-Halmahera,  mahasiswi  semester  III  itu mengatakan hingga saat ini
belum  mengetahuinya.    Koramil  Tobelo  Kapten  Inf  Made  Parsin  ketika
dikonfirmasikan   via  telepon  mengatakan sekitar bulan Agustus tahun lalu
ada  beberapa  warga negara Belanda melaporkan akan membangun obyek  wisata
bahari di kawasan Pulau Halmahera Utara.

Yayasan  itu,  katanya,  sangat tertarik dengan potensi taman laut di Pulau
Tagalaya,  Kecamatan  Tobelo,  karena kawasan tersebut masih memiliki obyek
yang  belum  disentuh oleh      tangan-tangan jahil.  Bahkan sudah beberapa
kali  mereka melakukan survei ke dasar  laut, namun sejauh ini hasil survei
belum  ditindaklanjuti,  kata  mantan Pasi Ops Kodim 1501 Maluku Utara itu.
(antara)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Jan 2000 jam 08:02:28 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke