----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 30 Januari 2000

KONDISI SOSIAL TIMTIM MEMBURUK

DILI (AFP) Kondisi sosial makin memburuk. Penganguran makin
meluas dan angka kriminalitaspun terus meningkat. Itulah sekilas
gambaran Timtim empat bulan setelah melepaskan diri dari
Indonesia.

Laporan Sekjen PBB Kofi Annan tentang situasi terakhir di Timtim
yang beredar di Markas Besar PBB New York sejak Jum'at lalu
(28/1) mengakui bahwa tingkat kriminalitas di bekas koloni
Portugis dan bekas propinsi Indonesia ke-27 itu sangat tinggi.
Pengangguran yang meluas untuk sementara dinilai sebagai
penyebab utama.

Laporan tersebut telah dikirim kepada Dewan Keamanan PBB Sergio
Vieira de Mello, Ketua Pemerintahan Transisi PBB di Timtim
(UNTAET) dijadwalkan akan berada di markas Besar PBB New York
pekan depan untuk memberi penjelasan tambahan secara lisan.

"Pengangguran yang meluas serta terganggunya sistem pendidikan,
sistem pelayanan sosial, dan pelayanan publik lainnya, ditambah
tingginya harga makanan dan berbagai kebutuhan sehari-hari
mengandung potensi berbagai masalah sosial yang sangat serius,"
demikian antara lain laporan yang ditulis Annan kepada Dewan
Keamanan PBB.

Untuk mengatasi masalah sosial yang sudah ada dan mencegah
timbulnya persoalan yang lebih serius, UNTAET akan
memprioritaskan penciptaan lapangan kerja dan memulihkan sistem
pelayanan publik dalam periode tiga bulan ke depan. Pada saat
bersamaan UNTAET akan mendukung proses pemulangan pengungsi
Timtim dari Timor Barat.

Tentang jumlah korban tewas karena kerusuhan pasca jajak
pendapat di Timtim, Annan mengatakan sampai saat ini belum
diketahui dengan pasti. "Sampai hari ini (Jum'at, 28/1) sebanyak
200 jenazah telah ditemukan dari berbagai kuburan di kawasan
Timtim dan ratusan kuburan lainnya menunggu digali," sambung
Annan dalam laporannya.

PBB dijadwalkan menerbitkan laporan Komisi Tinggi PBB untuk Hak-
hak Asasi Manusia besok (Senin 31/1). Sampai kemarin belum ada
bocoran tentang laporan itu. Sejumlah sumber hanya mengatakan
bahwa laporan itu mencakup pelanggaran HAM di Timtim sebelum dan
sesudah jajak pendapat 30 Agustus tahun lalu oleh PBB.

Dalam laporan itu, Annan juga menyatakan keamanan makin membaik
sejak tibanya Pasukan Internasional untuk Timtim (Interfet)
pimpinan Australia September tahun lalu. "Masih ada ancaman aksi
kekerasan sampai saat ini," sambung Annan sambil menekankan
bahwa angka kriminalitas terus meningkat, terutama di kawasan
Dili dan sekitarnya.

Angka pengangguran yang tinggi dinilai menjadi penyebab utama
kriminalitas. Namun tidak tertutup kemungkinan penyebab lainnya.
Termasuk dalam hal ini adalah munculnya kembali konflik-konflik
yang sudah ada sejak lama di lingkungan masyarakat Timtim.

Laporan Sekjen PBB ini secara tidak langsung dikonfirmasikan
oleh sejumlah tokoh perjuangan Timtim. Seperti dilaporkan
jaringan kantor berita AFP, Uskup Carlos Ximenes Belo menyatakan
kekecewaannya dan Xanana Gusmao mengungkapkan frustasinya.
Kecemasan mereka bermula dari kondisi sosial yang tidak menentu
dan meningkatnya kriminalitas.

"Rakyat menjadi frustasi. Para pemuda kehilangan kendali," kata
Xanana Gusmao menunjuk sejumlah insiden di jalan-jalan Kota
Dili. (Agd/P-2)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Feb 2000 jam 06:41:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke