----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

SEBOTOL PARFUM  ESTEE LAUDER,  PEGAWAI NEGERI  &  NIKMATNYA  K K N  DI  INDONESIA

Oleh : Roman Celnado

Bang, terima kasih dengan pemberianmu, aku senang dan gembira dengan parfum
pilihan abang untukku, formula wangiannya sangat lembut dan halus, filing
jiwaku terasa lebih sportif percaya diri dan menggairahkan semangat hidupku.
Tapi, Bang, jika aku mau jujur dan berterus terang dengan kehidupan sosial
dan ekonomi sebagai pegawai negeri rendahan, mendingan dollarnya diberikan
langsung kepadaku sebagai tambahan biaya  kehidupanku sehari-hari. Coba
bayangkan Bang, sebotol parfum pemberian Abang untukku senilai sekitar US $
75, itu sama dengan Rp 525,000 atau sama dengan 3 bulan gajiku. Gajiku jika
di kurs ke dollar hanya $ 25 ( dua puluh lima dollar Amerika ) sebulan atau 0.
83 sen dollar perhari Bang.  Inilah realita hidup yang membuktikan betapa
sulit dan menderitanya aku dan jutaan pegawai negeri golongan rendahan,
saudara-saudari militer pangkat rendahan. Aku sendiri tercengang, dengan data
dan laporan dari Menko Kesra & Taskin yang mengatakan penduduk miskin ( yang
benar-benar miskin) di Indonesia saat ini tercatat 38 juta manusia, besar
kecil, tua muda, sampai jompo. Apakah miskin yang disebutkan Menko itu
termasuk diriku, atau diluar hitungan, maklum manusia berkategory seperti aku
jumlahnya kayak semut setiap hari, berbondong-bondong, jalan tergopoh-gopoh
tiap hari berebut pintu-pintu bis dan mikrolet didepan gerbang masuk terminal
angkutan umum 5 kali seminggu bolak balik, naik turun dari satu terminal ke
terminal angkutan umum lainnya. Bahkan Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS )
pernah melaporkan, jumlah penduduk miskin mencapai 79 juta manusia Indonesia,
uhh SOS bangsa ini. Apakah 20 juta rakyat pengangguran  yang tercatat saat
ini, termasuk juga dalam total jumlah penduduk miskin di Indonesia. Apakah
militer pangkat rendahan dan keluarganya yang berkekurangan termasuk juga
dalam hitungan 79 juta penduduk miskin atau diluar dari hitungan yang
benar-benar miskin, oh itu belum jelas. Kini Bangsa Indonesia termasuk dalam
kelompok negara miskin, dengan pendapatan perkapita hanya 460 dollar AS pada
tahun 1998, dan untuk tahun 1999 mungkin lebih turun lagi dari pendapatan
perkapita 1998. Sungguh memiluhkan dan ironis sekali dengan keadaan yang
terjadi, disatu pihak mayoritas penduduk Indonesia termasuk pegawai negeri
rendahan bergumul dengan penderitaan hidup bertahun-tahun, tekanan mental,
tekanan ekonomi dan keuangan, dipihak lain pejabat tinggi negara termasuk
presiden, wakil presiden dan anggota DPR direncanakan mendapat kenaikan gaji
empat kali lipat. Padahal gaji pejabat tinggi negara sekarang ini bisa
dikatakan sudah lebih dari cukup, belum lagi tunjangan dan berbagai fasilitas
yang dibiayai negara. Jika rencana kenaikan gaji pejabat tinggi, anggota
dewan  hingga Rp. 27 juta lebih, dan presiden Rp. 107 juta direalisasikan,
justru pemerintah dinilai oleh masyarakat umum telah menguras Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ), kalau cara ini yang akan
diimplimentasikan segera oleh pemerintahan presiden Abdurahman Wahid dan
Megawati Soekarnoputri yang jujur dan sederhana, berarti gap antara
eksekutif, legislatif dengan masyarakat Bangsanya makin menganga lebar dan
dampak dari keadaan ini  tidak akan menyenangkan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara. Sangat adil dan bijak untuk menolong pegawai rendahan atau
rakyat umumnya justru gaji golongan rendahan yang dinaikkan sampai 100 % (
seratus persen ).

Menanti Janji -janji  Pidato Pelantikan Presiden & wakil presiden
Justru yang perlu segera direalisasikan oleh Pemerintahan Abdurahman Wahid
dan Megawati Soekarnoputri adalah 6 bagian besar janji-janjinya kepada rakyat
Indonesia pada pidato pelantikan tanggal 20 dan 21 Oktober 1999 lalu, yang
sampai detik ini masih terus bergema dan mendengung di kuping seluruh rakyat
Indonesia yang mengatakan tugas utama Pemerintah Baru adalah :
( 1 ). Memperbaiki kesejahteraan rakyat,
( 2 ). Memberikan rasa keadilan untuk seluruh warga bangsa,
( 3 ). Berdiri diatas semua golongan partai, suku dan agama,
( 4 ). Reformasi dibidang penegakan hukum tak dapat ditawar lagi,
( 5 ). Membawa rakyat Indonesia menuju gerbang baru, pemberdayaan rakyat, dan
bukan era perilaku memperdaya rakyat,
( 6 ). Dan yang penting dicatat, Presiden dan wakil presiden akan selalu
jujur kepada rakyat dan jangan membohongi rakyat lagi.
Setelah 100 hari pemerintahan reformasi dibawah kepemimpinan presiden Wahid
seluruh rakyat Indonesia dewasa, mulai memberikan check point implimentasi 6
( enam) bagian besar janji-janji Presiden dan wakil presiden tahun lalu.
Check point item satu, sedang berusaha keras belum menampakkan hasil, item
dua, sedang berjuang tapi belum terlihat hasil, item tiga, mulai terlihat
kearah positif, item empat, belum ada satupun para koruptor, collusion dan
nepotism kelas kakap ataupun kelas tongkol yang diadili, dibekukan bank
accountnya, disita harta kekayaan hasil KKN dan atau dipenjarain dan
diumumkan kepada masyarakat luas, mungkin para penegak hukum masih bergerak
sekitar public relation, sambil menunggu bukti-bukti yang sebenarnya sudah
cukup banyak. Item lima, mulai terlihat ada perobahan, item enam, sampai saat
ini terlihat masih berlaku jujur dan fair.
Pulihkan kepercayaan dengan mengangkat dan memperhatikan kebutuhan dasar
kehidupan rakyat dan semua pegawai golongan rendahan. Tingkatkan upah,
tunjangan agar bisa berimbang dan bisa mengejar semua harga kebutuhan pokok
yang terus meningkat. Jika Bapak dan Ibu sayangi anak-anak bangsa utamakan
menyediakan  kecukupan kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan mereka dan
pasti mereka akan lebih respek, menghargai dan bertanggung jawab terhadap
perlakuan yang bijaksana dari Bapak & Ibu  Bangsa.
Banyak bukti yang melihat dan mengatakan, yang miskin melarat itu kan hanya
rakyatnya, sebab pemegang kekuasaan dan pejabat mah, nggak ada masalah ,
biasa-biasa saja, biarpun terjadi Krismon bertahun-tahun.

Nikmatnya melakukan K  K  N  di Indonesia, Aman Belum Dijerat Hukum
Sebenarnya Indonesia dengan berbagai macam Resourcesnya ( Sumber Daya Alamnya
) tidak akan terjerumus dan jatuh miskin seperti sekarang ini, jika para
penyelenggara Negara Indonesia selam 30 an tahun berperilaku berpikir jujur
dan adil, serta takut akan Allah, pasti tidak tertular Virus Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme, yang menghancurkan system perekonomian dan keuangan bangsa
seperti sekarang ini. Resources Indonesia sangat kaya seperti dari sumber
pertambangan Emas, perak, tembaga, batubara, minyak & gas bumi, biji besi,
dll. dari sumber kehutanan / pertanian, berbagai jenis kayu, rotan, damar,
karet, dll. dari sumber maritim / kelautan dengan berbagai jenis ikan laut,
ikan danau atau kolam dll. dan sumber peternakan / unggas, sapi, kerbau,
kambing, domba, ayam, dll. belum lagi dari berbagai sumber perindustrian,
industri berat, industri ringan, berteknology dasar, menengah sampai
technology tinggi, dll sebagainya.
Realitas dalam kehidupan mengatakan bahwa hasil puluhan trilyunan dari
daerah-daerah dikuasai penuh oleh pemerintah / penguasa di pusat dan yang
dikembalikan ke daerah rata-rata kurang dari 1 %, ambil contoh, Aceh
menyumbang Rp. 30 trilyun untuk APBN, tapi yang dikembalikan ke Aceh hanya
Rp. 200 milyar, kurang dari 1 (satu) %, begitu juga  Papua Barat, Riau,
Kaltim, dan daerah-daerah lain diperlakukan  tidak adil oleh pemerintah Orde
baru. Dari sinilah permasalahan terakumulasi puluhan tahun dan ketidak puasan
meledak setelah runtuhnya pemerintahan otoriter yang lalu. Korupsi telah
menjalar bagaikan virus ganas puluhan tahun disemua tingkat dan lapisan
birokrasi di Indonesia.
KORUPSI  menurut kamus besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh Pusat
pembinaan  dan pengembangan bahasa, edisi kedua tahun 1994, disebut sebagai
penyelewengan atau penggelapan uang Negara atau Perusahan dsb untuk
keuntungan pribadi atau orang lain. atau perbuatan yang merusakkan, atau
penyelewengan dengan memakai untuk kepentingan sendiri barang atau uang yang
ada dibawah pengawasannya, menerima sogokan atau menggelapkan.
KOLUSI  disebut sebagai kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji,
persengkokolan
atau Menurut Webster's New World Dictionary of the American Language, COLLUSIO
N adalah " a secret agreement for fraudulent or illegal purpose "  atau bila
diterjemahkan bebas adalah Perjanjian rahasia untuk tujuan-tujuan yang curang
dan melawan hukum.
NEPOTISME disebut sebagai tindakan mementingkan / menguntungkan sanak saudara
atau teman sendiri, terutama di pemerintahan, atau tindakan mementingkan
sanak saudara atau kenalan dekat missal dengan memberikan jabatan-jabatan
tertentu di pemerintahan Negara.

Orang atau Oknum Yang Tidak Jujur Biasanya Ragu-ragu atau Keder Menegakkan
Supremasi Hukum. Umumnya orang atau oknum yang jujur dan bersih lebih punya
kemampuan dan nyali untuk berkata dan bersaksi benar, dibandingkan oknum atau
manusia yang tidak bersih jalan hidupnya, biasanya ragu atau keder untuk
menegakkan supremasi hukum. Saat ini dan seterusnya prioritas utama yang
harus ditempuh Bangsa Indonesia tergantung Political Will dari pemerintah
presiden Abdurahman Wahid yang jujur dan beriman teguh, untuk merealisasikan
janjinya diatas. Untuk memberikan rasa keadilan dan memperbaiki kesejahteraan
hidup seluruh warga bangsa, Supremasi hukum harus benar-benar ditegakkan atau
dilaksanakan dengan tegas dan terbuka, pasti didukung oleh mayoritas rakyat.
Untuk mendapatkan evidence dan proof bahwa seseorang dan kroni diduga
melakukan KKN selama berkuasa, bisa mengundang dan memanfaatkan data-data dan
informasi berharga dari orang pribadi, kelompok tokoh masyarakat atau guru
besar diluar lingkaran pemerintahan Orde baru, yang telah siap memberikan
data-data hasil penelitian, yang bisa dipertanggung jawabkan berdasarkan
hukum. Seperti DR.George Junus Aditjondro, dari hasil kerja keras tanpa lelah
selama bertahun-tahun di dalam Negeri dan luar Negeri membuktikan banyak
pejabat pemerintahan Orde Baru terlibat KKN, yang beliau sudah tuangkan dalam
laporannya dan telah dibukukan laku keras, berjudul "DARI SOEHARTO KE
HABIBIE" Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari, KEDUA PUNCAK KORUPSI,
KOLUSI DAN NEPOTISME REZIM ORDE BARU.
Laporan dan penelitian DR. George Aditjondro yang lain  berjudul  "BISNIS
KELUARGA  EMPAT MENKO ORDE BARU "  Referensi  : CISI (1991). A Study on Top
300 National Private Business Groups in Indonesia 1991-1992. Jakarta : P.T
CISI Raya Utama. IEFR ( 1994). Indonesian Capital Market Directory 1994.
Jakarta: Institute for Economic and Financial Research (IEFR), hal. 90-91.
IEFR (1997). Indonesian Capital market Directory 1997. Jakarta: IEFR.
Pangaribuan, Robinson ( 1995). The Indonesian State Secretariat 1945-1993.
dan lain-lain Reference dari luar negeri.
Tokoh masyarakat lain yang tanpa lelah siang dan malam dan juga pendiri Indone
sian Corruption Watch ( ICW ) Bapak Teten Masduki dan rekan-rekannya sangat
kaya dengan data, bukti-bukti dan informasi mengenai pejabat Orde baru yang
terlibat KKN.

Yang diperlukan Action dan Tindakan Hukum bukan Public Relation
Jika pemerintahan reformasi Presiden Wahid dan lembaga tinggi negara DPR /
MPR sungguh-sungguh untuk menegakkan supremasi hukum dan berusaha memulihkan
kepercayaan rakyat Indonesia dan Lembaga Kreditor International, ada 7 ( tujuh
 ) bagian aksi atau tindakan  yang harus segera dilakukan bila sudah
dilengkapi bukti yaitu: ( 1 ). Bekukan dan Sita semua Bank Account, Harta
Kekayaan para Koruptor dan Kroninya baik didalam negeri maupun Luar Negeri
yang terlibat kasus Bank Bali Rp. 590 milyar, kasus Texmaco Rp. 9,8 trilyun,
kasus Pertamina US $ 5,6 milyar dollar, kasus BLBI  Rp. 164,9 trilyun dan
kasus kredit macet para Konglomerat Rp. 600 trilyun, dan kasus-kasus lain. (
2 ). Segera diimplimentasikan proses hukum positif, cegah bepergian keluar
daerah / keluar negeri, diperiksa, diadili untuk semua Koruptor dan Kroninya
tanpa pandang bulu. ( 3 ). Pilih dan tunjuk hakim yang tidak tercemar dan
bersih dari pengaruh Orde Baru, punya rasa malu, beriman teguh, taat
beribadah kepada agamanya dan yang terutama takut akan hukuman Allah ( 4 ).
Semua bentuk sitaan didata dan masukkan kembali ke Kas Negara untuk APBN,
Bayar Bunga dan Utang luar negeri dan kepentingan Bangsa & Rakyat Indonesia. (
 5 ). Rancang UU Berbankan Nasional yang jelas berpihak dan menguntungkan
serta mengkuatkan perekonomian Negara. ( 6 ). Revisi jika perlu dan segera
Implimentasikan UU No 22  & UU No. 25  tahun 1999, sambil sesuaikan dengan 6
bagian besar janji Presiden & wakil presiden pada pidato pelantikan 20 dan 21
Oktober 1999  yang lalu. ( 7 ). Dana yang kembali masuk ke Kas Negara  sudah
lebih dari cukup ( Rp. 590 milyar + Rp. 9,8 trilyun + US $ 5,6 milyar + Rp.
164,9 trilyun + Rp. 600 trilyun, + tambahan lain-lain ), jadi Negosiasi untuk
Pinjaman baru, mungkin di tunda alasannya Bank Dunia dan ADB menerapkan  Prepa
yment Fee  1 % dari total pinjaman, sungguh memberatkan  ekonomi Indonesia
yang lagi terpuruk.

Semoga 7 (tujuh ) bagian aksi dan tindakan pemerintah Reformasi Indonesia
untuk menegakkan wibawa dan supremasi hukum terlaksana dan berjalan dengan
baik, pasti kepercayaan dan kebanggaan rakyat & masyarakat Internasional
kepada Presiden Wahid dan wakil presiden Megawati meningkat dan lebih
dipercaya.  Semoga !

Roman Celnado
P. O. Box 11834
San Bernardino, CA 92423
E-mail : [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Feb 2000 jam 03:26:09 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke