----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Polarisasi Elit PDI-P Menuju Kongres 2000

Polarisasi opini yang terbentuk menjelang kongres PDI-P Maret 2000 di
Semarang setidaknya mencuatkan 2 kubu , yakni sebut saja kubu konservatif
dan kubu progresif.

Kubu konservatif ---untuk menyebut barisan yang tetap menginginkan
kepemimpinan Megawati--- beroperasi dengan strategi politik konvensional
mulai dari ketergantungan yang demikian besar terhadap kultus individu ,
komposisi pemebentukan DPP berdasarkan alokasi partai asal bahkan termasuk
penyingkiran terhadap figur lawan pada semua level organisasi yang sering
menghebohkan.
Dalam kubu yang dikomandoi oleh Taufik Kiemas ini sarat dengan nama-nama
yang berselang menjadi sorotan poros tengah seperti Alex Litay,Sabam
Sirait,Tarto Sudiro,Suparlan,Roy B Janis,Mangara Siahaan,Panda
Nababan,Santayana,Aberson Sihaloho,Ramson Siagian.

Pada kubu progresif lebih visionable dan menganggap usang strategi politik
konvensional ---yang merupakan warisan orde baru--- , dan hanya
akanmenumbuhkan otoritarian baru yang justeru bertolak belakang dengan
esensi demokrasi yang berjangkit luas diseluruh anak bangsa dan ini pada
gilirannya akan meruntuhkan citra partai pemenang pemilu ini.
Disituasi kompleksitas problematika bangsa yang terus bermunculan saat ini
elit PDI-P nyaris tanpa kontribusi penyelesaiaan bahkan sering blunder dan
mencemari bangunan kompromistis nasional serta memanaskan suhu politik
bangsa.
Profesionalisme dan modernisasi merupakan semboyan utama dari kubu yang
dikomandoi oleh Eros Djarot ini dan bersama intelektualis seperti Kwik Kian
Gie,Laksamana Sukardi,Haryanto Taslam,Dimyati Hartono,Sutardjo Suryo
Guritno,Arifin Panigoro,Meliono,Zulfan Lindan,Sutjipto berusaha membangun
citra partai modern dimasa depan tanpa harus kehilangan kontak dengan basis
massa tradisonal.

Terlepas dari kemungkinan munculnya figur alternatif lain termasuk
barisannya , namun untuk kedua kubu intensitas friksi akan semakin kuat
hingga pelaksanaan kongres dan semoga saja masih dalam batasan kompetisi
yang fair ,sehingga cidera yang terjadi tidak merumitkan konsolidasi yang
masih harus dilakukan pasca kongres.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Feb 2000 jam 03:28:18 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke