---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Pernyataan Presiden Gus Dur mengenai Wiranto.- Bumi gonjang ganjing, ketika koran-korang mengabarkan kalau Presiden Gus Dur segera memecat Wiranto. Tampaknya banyak kalangan yang pro dan kontra. Sebagian orang setuju agar Wiranto berhenti secepatnya, dengan alasan karena dengan demikian justru akan menolong Wiranto sendiri agar tidak mengalami tekanan-tekanan dan sebagian lagi dengan alasan Wiranto orang ordenya Suharto yang harus segera hilang dari orbit pemerintahan reformasi ini. Namun sebagian (termasuk Sjarwan Hamid) hendaknya Gus Dur tidak memberi pernyataan terlebih dahulu manakala beliau sedang berada di luar negeri, dan sebaiknya menunggu setelah beliau kembali ke kandang, toch kalau mau memecat, gampang, karena yang mengangkat Presiden Gus Dur sendiri dan beliau juga yang memberhentikannya. Pernyataan Sjarwan Hamid mengandung arti bahwa seyogyanya Presiden tidak terburu-buru memutuskan pernyataan penting itu, tapi perlu waktu dan melihat laporan-laporan dari KPP HAM dan penelitian lebih lanjut dari Jaksa Agung/Marzuki Darusman tentunya lewat Komnas HAM. Pernyataan-pernyataan yang terburu-buru semacam itu justru akan membuat runyem dan mengkuatirkan serta tampak ada ketidak harmonisan hubungan Gus Dur - Wiranto. *** Yen tak pikir-pikir (kata Sri Mulat), memang benar secara kenyataan bahwa baik sebelum dan sesudah Gus Dur menjadi presiden, pernyataannya sering sekali bertolak belakang yang sering membuat orang puyeng, ahli-ahli politik juga puyeng menterjemahkannya. Pada bengong, jalan pikiran dan arahnya mau kemana. Tapi hendaknya, sesudah jadi Presiden, omongan yang spontanitas tanpa pemikiran yang benar-benar matang itu perlu dikurangi bahkan jika mungking dihentikan. Karena kalau seorang kepala negara sudah omong, tentu omongannya sudah menjadi pedoman bagi bawahannya, dan harus tidak boleh salah menterjemahkannya. Saya punya teman dari kalangan orang-orang bule yang mengatakan bahwa, eeee koq presidenmu itu berani betul ya ? Para penasehatnya dimana sebelum menyampaikan pernyataan yang berani itu? Aku hanya jawab: yaa mungkin dia sudah tahu persis. Tapi aku juga sependapat, seyogyanya tidak dinyatakan terlalu buru-buru, apalagi selagi di luar negeri. Ya baiknya tunggu sepulangnya dari luar negeri dan tentunya mendengarkan terlebih dahulu laporan-laporan yang masuk dari berbagai pihak, setelah matang barulah diputuskan!!. *** Yen tak pikir-pikir lagi, aku juga sependapatnya seyogyanya Presiden tidak buru-buru buat pernyataan yang sifatnya bisa mengakibatkan gonjang ganjingnya bumi Indonesia. Soalnya apa? Bumi kita lagi gersang (sensitif). Mbok-yao di-emong (ditata) dulu, dimantapkan dulu baik mental dan spiritual. Kalau mental dan spiritual sudah mantap, aku yakin semuanya akan beres, semuanya akan tepo slira dan patuh pada hukum yang berlaku. Pernyataan-pernyataan yang terburu buru bisa mengundang konflik dan intrerpretasi yang aneh-aneh, yang semuanya bisa membuat keresahan rakyat. *** Aku berdoa, semoga Allah selalu melindungi para pemimpin bangsaku (termasuk Presiden Gus Dur) selalu diberi petunjuk yang benar dan terang benderang, mudah-mudahan bangsa kita selalu diberkahi kemakmuran dan dihilangkan dari segala pertentangan dan konflik. Bangunlah bangsaku, aja memble, malu-kan sama tetangga yang semakin maju dan canggih!!. Marilah kita bersatu padu, hentikan pertikaian dan dendam dengan tak pandang perbedaan agama dan suku. Cukuplah sudah korban yang berjatuhan, marilah kita saling maaf memaafkan, jauhilah sifat menghujat!!!. dari : Pencinta Indonesia ******* ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Feb 2000 jam 03:32:53 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
