---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Catatan menyambut Hari Lahan Basah Sedunia Konversi lahan basah sebabkan bencana banjir Source: Suara Pembaruan, 31/1/2000 Bencana banjir di Jakarta yang menelan korban jiwa dan harta benda, ada kaitannya dengan penyimpangan tata ruang. Daerah yang sebenarnya terlarang untuk dibangun, dibiarkan diacak-acak dan ditumbuhi aneka bangunan. Kawasan terbuka hijau yang berfungsi sebagai resapan air, dengan mudahnya berubah menjadi permukiman dan industri. Kawasan terbuka basah berupa rawa-rawa, hutan mangrove, dan danau maupun situ, dengan bebasnya ditimbuni tanah yang kemudian diubah menjadi bangunan permanen atau lapangan golf. Sempadan atau bantaran sungai yang terlarang untuk bangunan apa pun, makin tak diperdulikan. Bangunan permanen bertingkat tinggi juga dibangun di bibir sungai dan pantai. Demikian pula di kawasan Bogor, Puncak, Cianjur (Bopunjur), Jawa Barat, terjadi "perambahan" hutan maupun kawasan terbuka hijau secara besar-besaran. Aneka bangunan tumbuh bak jamur di musim hujan, mengurangi dengan drastis kawasan penyangga dan peresap air hujan. Akibatnya saat datang hujan lebat air mengalir sangat deras ke hilir. Maka muncul istilah, Jakarta mendapat banjir kiriman. Banjir juga melanda wilayah yang tadinya disangka aman. Hal ini terjadi karena perubahan drastis akibat pelanggaran tata ruang, pemberian ijin bangunan secara sembrono, dan ketidakpedulian terhadap dampak lingkungan. Banjir akan semakin besar dan semakin sering terjadi di kawasan langganan banjir, termasuk di Jalan Tol Sedyatmo menuju bandara Soekarno-Hatta, yang membahayakan dan merugikan semua pihak. Selain lahan kering yang dirambah oleh oknum pejabat dan pengusaha lapar tanah, lahan basah pun tak luput dari incaran oknum yang tidak bertanggung jawab. Banyak sudah rawa-rawa, danau atau situ yang diubah menjadi lahan kering dan siap dibangun. Bahkan kini makin populer kegiatan mereklamasi kawasan laut dan pantai, seperti di teluk Jakarta, Manado, dan daerah lain yang ikut-ikut latah tanpa memperdulikan dampak lingkungan. Hari Lahan Basah Sedunia Setiap 2 Februari sebenarnya negara-negara di dunia termasuk Indonesia memperingati Hari Lahan Basah Sedunia. Kita diingatkan, betapa pentingnya lahan basah bagi lingkungan dan kehidupan. Jika ini diabaikan maka akibatnya sudah dapat diduga, banjir akan melanda terutama di kawasan yang lebih rendah. Banjir akan makin sering, makin besar, dan makin membahayakan. Lahan basah atau "Wetlands" merupakan suatu bentuk ekosistem yang unik yang berbeda dengan daratan dan lautan. Bentuk utama yang sering dijumpai pada lahan basah berupa lahan gambut, rawa, hutan mangrove, lahan basah pertanian dan persawahan, danau dan situ, dengan fungsi sebagai tata air dan ekosistem. Lahan basah di Indonesia paling banyak terdapat di Sumatra, Kalimantan dan Irian Jaya (Papua). ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Feb 2000 jam 04:44:17 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
