----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 7 Pebruari 2000

ADA NUANSA PROVOKASI

MENYIMAK dialog Ikrar Nusa Bakti dengan pewawancara di ANteve
Jumat pukul 07.00 Wib tanggal 4 Pebruari 2000 saya tidak habis
pikir, mengapa seorang ahli LIPI atau sering disebut pengamat
masih mencoba mengadu domba antara prajurit TNI dengan pemerintah.

Dari dialog tersebut saya merasakan adanya nuansa provokasi Ikrar
Nusa Bakti, baik terhadap rakyat untuk memusuhi TNI maupun
terhadap prajurit terhadap atasannya, seolah-olah apa yang dialami
para jenderal berseberangan dengan anak buah yang berpangkat lebih
rendah.

Ikrar Nusa Bakti saya nilai benar-benar tidak paham akan apa yang
sedang dilakukan jajaran TNI melalui paradigma barunya. Bahkan
dalam salah satu kalimatnya Ikrar mencoba mengadu Panglima TNI
Jenderal Widodo AS dan TNI AD dengan mengatakan bahwa prajurit
akan loyal kepada Wiranto daripada kepada Jenderal Widodo AS.

Saya mencoba mengingatkan Ikrar bahwa apa yang anda lontarkan
dalam dialog tersebut tidak membuat suasana politik maupun
ketenangan rakyat menjadi lebih baik, justru lebih mempertajam
konflik atau rasa saling curiga. Ingat rakyat belum seluruhnya
memahami politik.

Saya beritahukan bahwa prajurit TNI berupaya mendorong
demokratisasi di negeri tercinta ini. TNI sedang berbenah diri
untuk mendorong bangsa ini menuju masyarakat Indonesia baru. Tidak
ada dalam jiwa prajurit ataupun niatan sekecil apapun untuk tidak
loyal kepada kepala negara. Prajurit TNI punya tatakrama yang
sangat baik kepada setiap pemimpinnya sekalipun misalnya sedang
dalam tekanan.

Terus terang saya katakan bahwa penilaian anda terhadap prajurit
TNI 95 persen salah. Dalam satu kalimat lain anda mencoba mencari
dukungan dari pemuda, khususnya mahasiswa dengan membandingkan
perlakuan "oknum prajurit" yang menembak mahasiswa dengan
perlakukan TNI terhadap milisi.

Coba anda berpikir jernih demi kemajuan bangsa yang sedang
prihatin ini. Jangan anda berpikir sebagaimana provokator. Saya
yakin TNI tidak akan melakukan kudeta. Cobalah membantu problema
bangsa ini menuju ke arah yang kondusif. Jangan memanfaatkan
situasi atau masalah yang sedang menjadi perhatian bangsa untuk
sesuatu niatan pribadi.

Dede
Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Feb 2000 jam 03:39:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke