---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Seperti Ingin Balas Dendam AGAM Ancam Warga Malaysia di RI Reporter: Aulia Andri detikcom - Jakarta, Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM) memperingatkan surat kabar harian Utusan Malaysia yang memuat berita tertembaknya Panglima AGAM Tgk Abdullah Syafii. Mereka juga mengancam warga Malaysia yang ada di Indonesia. Juru bicara AGAM Tgk Ismail Syahputra melalui emailnya pada detikcom, Selasa (23/2/2000) meminta agar surat kabar tersebut dan pemerintah Malaysia tak ikut campur dalam persoalan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). "Peringatan kepada pemerintah Malaysia, di Indonesia cukup banyak warga negara Malaysia. Kalau memang pemerintah Malaysia sungguh-sungguh dalam kerja sama dengan pihak TNI/POLRI untuk menghancurkan Gerakan Atjeh Merdeka," tulis Ismail. "Semua warga negara Malaysia yang ada di Indonesia tidak akan terjamin akan keselamatannya dan akan menerima nasib seperti nasib bangsa Atjeh pada 26 Maret 1998 di dalam Kamp Semenyih, Selangor, Malaysia Barat," tambah Ismail. Yang dimaksud Ismail dengan peristiwa 26 Maret 1998 itu adalah ketika 24 orang warga Aceh dibantai disana. "Kesalahan luka lama yang dilakukan terhadap Bangsa Atjeh ketika membunuh lebih dari 24 orang Atjeh di dalam Kamp Semenyih, Selangor dan memaksa yang lain untuk pulang ke Atjeh pada 26 Maret 1998 untuk disembelihkan disana oleh TNI/POLRI belum sembuh, luka baru sudah diciptakan," kata dia. Tgk Ismail Syahputra juga menyebutkan soal penyelundupan senjata milik AGAM yang disinyalir masuk melalui Malaysia. Menurut dia, pihak TNI/Polri dan pihak kepolisian Malaysia telah mengajak pihak kepolisian Thailand dari unit pencegah Penyeludupan yaitu "NO POPO" dan Malaysia dari unit "UPP" (Unit Pencegah Penyelundupan) untuk bekerjasama membuat patroli mencegah penyelundupan senjata. "Seakan-akan senjata yang digunakan di Atjeh diselundupkan dari sana. Untuk pengetahuan semua, senjata sekarang bisa dibeli dimana pun kita berada yang penting ada uangnya. Di Malaysia pun kami bisa mendapatkannya dan juga di Indonesia," tulis Ismail. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Feb 2000 jam 10:43:23 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
