---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Ibukota, 13.02.2000 *Keadilan terbayang. "Brevet Kemanusiaan", Rehabilitasi bagi "mereka yg. di-discredit-kan &dituduh terlibat G30S" Genocide yg. memilukan & pelanggaran hak-hak azazi kemanusiaan. Petualang-petualang "ordebaru" segera diperiksa atas perbuatannya yg. terkutuk. "Brevet Kemanusiaan" dan Rehabilitasi bagi mereka yg. di-discredit-kan &dituduh terlibat G30S: Demi merehabilitasi mereka yg. di-discredit-kan oleh "penguasa ordebaru" baik yg. tersebar didalam negeri Indonesia sendiri, maupun diluar negeri --- dan demi kembali pada kerukunan nasional (rekonsiliasi) --serta sesuai tradisi luhur nenek moyang kita,- maka kita sambut "pernyata an rehabilitasi" dari pemerintah gusDur yg. tegas & bringas itu thd. mereka-mereka diatas yg. di- discredit-kan dituduh terlibat G30S oleh penguasa ordebaru. Abolisi terhadap mereka-mereka tsb. diatas mutlak perlu,- karena mereka benar-benar tak berbukti bersalah. Yang bersalah adalah justru "ordebaru" itu sendiri. Sejarah telah diputar- balikkan!!! Maka dari itu "Tap MPRS no.25 th.1966" perlu dicabut, karena ini bikinan "penguasa ordebaru" yg. dg. sewenang-wenang mempermainkan hukum dan undang-undang negara seiring dg. kepentingan orang-orang KKN serta kroni-kroninya didalam tubuh ordebaru. Jadi "Tap MPRS no.25" tsb. wajar utk. dinyatakan "tidak SAH"(tak perlu ragu & bimbang lagi). Siapa yg. masih plintat-plintut dalam hal ini, maka jelaslah mereka itu adalah cecunguk penguasa ordebaru yg. masih ingin menyesatkan rakyat. Berarti menentang "demokrasi, reformasi dan hak- hak kemanusiaan". Jadi tegasnya Tap MPRS no.25 th.1966 tsb. bertentangan dengan "azas demokrasi", ia juga bertentangan dengan "hak-hak azazi kemanusiaan". Dan sekaligus menentang arus lajunya arah rekonsiliasi dan "reformasi total". Dan ini pulalah yg. justru merupakan "Tap yg. fatal" anti demokrasi. Berbicara mengenai demokrasi tanpa menggugurkan Tap MPRS no.25 th. 1966 adalah suatu hypocriet besar dan munafik. *Rakyat pasti akan buka topi pula atas kesigapan yg. segera akan dituangkan lewat menteri Kumdang prof. dr. Yusril Ihza Mahendra yg. telah melawat ke Nederland dan bertatap muka dg. sebagian orang-orang yg. di-discredit-kan "ordebaru"/ dianggap lawan politiknya,- yg. kini umumnya rata-rata sudah usia pensiun. Diantara mereka itu terdapat juga "bekas pejabat/ pegawai negeri", maka tidak ada salahnya agar pemerintah gusDur memperjuangkan pula "hak pensiunnya sebagai pegawai negeri", bila mereka itu pulang ke Indonesia. Juga tanah&rumah yg. diserobot oknum-oknum tertentu bisa dikembali kannya kepada yg. berhak. *Renungkanlah semua peristiwa ini: Dengan penuh harapan agar seluruh rakyat Indonesia menyadari fakta-fakta bersejarah ini. Ketahuilah bahwa dimasa "ordebaru Suharto", sejarah telah diputar-balikkan!!! Sekarang,..tugas pemerintah Gusdur & Mega meluruskan sejarah ini, agar anak cucu kita sadar. Buku-buku pelajaran sekolah mulai sekolah dasar sampai universitas (terutama "sejarah Nasional") hendaknya segera dibenahi dan diluruskan sesuai proporsi yg. sebenarnya. Rakyat menantikan dg. pandangan yg. tajam, penuh haru, membantu pemerintahan Gusdur, sekarang juga. Demi kemanusiaan dan keadilan, demi rekonsiliasi, tanpa diskriminasi Bebaskanlah orang-orang yg. dirugikan "ordebaru" ini berserta keluarganya, yg. kini masih belum berani pulang kekampung halamannya, tetapi masih berhijrah dilain daerah tersebar didalam negeri Indonesia sendiri,........dan juga mereka-mereka ini yg. kini terpaksa hijrah diluar negeri. Organisasi-organisasi hak-hak kemanusiaan diseluruh dunia mendorong dan mengharapkan "tindakan brilliant yg. significant" dari "pemerintahan gusDur" dalam membidangi hak-hak azazi kemanusiaan di Indonesia pada awal th. 2000 ini juga. Dan tak ayal dalam hubungan ini, bahwa gusDur tsb. memperoleh sambutan besar didunia ini, antara lain gelar "doctor Honoriscausa" dari universitas Twente di Nederland. Inilah surprise gusDur, inilah "brevet kemanusiaan" gusDur, karena berhasil membuka tabir kegelapan, menuju "pintu yg. terang", tahu "siapa yg. salah" dan "siapa yg. benar", dan kini harus melanjutkan arah menuju "reformasi total" yg. masih belum terselesaikan ini, sesuai idaman rakyat. Semoga dengan "brevet kemanusiaan" tsb. gusDur bisa melestarikannya seiring dengan harapan kita rakyat semua kearah "Bhineka Tunggal Ika" yg. sejahtera dan damai. *Semoga perjuangan gusDur serta Mega bisa "mengantarkan arah" dan membawa negara kita Indonesia ini aman, tenteram, damai dan penuh kerukunan antar golongan, suku, agama, kepercayaan dll.nya sesuai keyakinannya masing-masing, saling harga-menghargai satu- sama lainnya,- dalam batas-batas tidak akan mewujudkan praktek-praktek disintergrasi yg. merobek- robek kesatuan bangsa & negara kita yg. "bhineka Tunggal ika" ini. *Demikianlah, pandangan yg. tegas-bringas ini akan mengarah kerealisasi yg. akan bisa membawa "cuaca mendung yg. selalu kemelut" kearah "langit Indonesia yg. terang" dan penuh keadilan. *Sungguh tak diduga sebelumnya, bahwa pemerintahan yg. dipimpin Gusdur & Mega begitu cepat telah mulai meraih sinar terang didunia ini, seolah-olah bagaikan "mukjizat" tergenggam didalam tangan Gusdur. Berbagai organisasi kemanusiaan didunia ini telah banyak yg. buka topi setinggi-tingginya atas prestagie-prestagie yg. telah ditelorkan oleh Gusdur, terutama dalam bidang kemanusiaan dan terbukanya peluang baru dg. arah perekonomian yg. sehat. "Perekonomian yg. sehat" demi dan untuk rakyat seluruhnya,- yg. tidak harus digerogoti lagi oleh oknum-oknum "ordebaru" Suharto dg. kroni-kroninya. Sewaktu "ordebaru" berkuasa, ordebaru tsb. telah memerintah dg. rakusnya dan sok main rubah "hukum-hukum/ undang-undang negara yg. sudah ada" dg. seenaknya sendiri, sejalan serta seiring dg. kepentingan kerakusannya. Genocide yg. memilukan & pelanggaran hak-hak azazi kemanusiaan: Para pendukung atau orang-orang yg. dikira sympatisant pres. Sukarno semuanya dinyatakan sebagai G30S PKI. (para pendukung bung Karno waktu itu dikenal sebagai pendukung garis NASAKOM,- atas prakarsa pres. Sukarno, yaitu kebulatan tekad bersatunya kaum Nasionalis, agama, komunis). Semua ini adalah sesuai "naluri asli leluhur/nenek-moyang" kita. Didalam parlemen, juga pada DPRD didaerah-daerah selalu terlihat kegotong royongan dg. landasan "garis NASAKOM" dikala itu,- kerukunan bangsa. Sebagai salah satu contoh diantara contoh-contoh yg. banyak (ump. di Jawa Timur). Ambillah daerah tk. 2 Tulungagung, Blitar, Trenggalek dan sekitarnya dimana PKI mutlak,- .....maka PKI pun bersedia dan rela demi kegotong-royongan Nasakom, memberikan sebagian kursi keanggautaannya BPH, kepada NU, kepada PNI dan kepada wakil Islam Muhammadiyah,- dan PKI yg. memperoleh suara mutlak tsb. hanyalah ambil sisa kursi yg. ada. Demikianlah pula sebaliknya, dan inilah kegotong-royongan sesuai naluri nenek moyang-leluhur kita bangsa Indonesia (NASAKOM). *Dan ini semua adalah demi realisasi NASAKOM, kegotong-royongan nasional, sesuai ide bung Karno presiden pertama Indonesia. (jadi tidak main nafsu, main praktek memborong kursi, karena mutlak suaranya, melainkan diselesaikan atas dasar kebijaksanaan &kerukunan musyawarah). *Menurut pemantau serta sekaligus penulis berita ini, alangkah baiknya bila ide persatuan bung Karno tsb. diterapkam kembali demi rekonsiliasi (kerukunan nasional). Kembali kepada masaalah "tragedi G30S" diatas, sebagaimana halnya semua orang tahu "secara hakiki", bahwa orang-orang yg. dituduh G30S tsb. pada hakekatnya tidaklah mengerti dan tak kenal "apa itu G30S/ PKI" ?! Dan siapakah letkol. Untung itu dll. Tetapi kenyataannya mereka- mereka ini telah jadi sasaran dan "korban genocide" yg. memilukan, dijebloskan kepenjara-penjara maut. Orang yg. paling tahu dan mengerti "G30S tsb. sebenarnya" tak lain dan tak bukan, adalah jendral Suharto sendiri (sebagaimana peri bahasa: "Maling berteriak maling"). Sungguh licik !!! Hal ini tak perlu dijelaskan lagi, bagaikan "ayam putih terbang siang". Fakta tak bisa ditutupi lagi. Manusia yg. mengadakan makar ("coup d'etat") tsb. sudah jelas, yaitu "jendral Suharto" CS. yg. menggulingkan pres. Sukarno, karena "ambisi kerakusannya" dan iri hati dg. beberapa jendral yg.. tewas pada G30S tsb. Inilah "akal bulusnya" apa yg. disebut "ordebaru" !!! Diantara 7 jendral yg. tewas pada peristiwa G30S tsb. terdapat antara lain jendral Suparman, yaitu adik kandung Ir. Sakirman (wakil ketua PKI). Coba bayangkan ? Sedangkan jendral Suharto sendiri dalam praktek sehari-harinya sok suka "bersandiwara berduka cita" dalam memperingati sesuatu peristiwa. "Tetesan airmata" jendral Suharto tsb. tak lain dan tak bukan adalah "tetesan airmata buaya". (untuk menutupi perilakunya sendiri yg. curang). Peristiwa selanjutnya atas kematiannya 7 jendral tsb., disusuli dg. "pembunuhan massaal" didaerah-daerah yg. menimpa rakyat baik dikota sampai pelosok-pelosok pegunungan, digiring bagaikan sapi-sapi dan pula diangkut dg. truck-truck ketempat pembantaian, dan juga dijebloskan kepenjara-penjara dan dilaparkan agar mati. Demikianlah peristiwa yg. terjadi pada awal pertengahan Oktober 1965 itu, suatu pembunuhan massaal, pembantaian yg. biadab dan membabi- buta, bermula. Sungguh tragis peristiwa ini, rakyat yg. tak berdosa jadi sasaran pembunuhan yg. sangat biadab. *Korban cukup banyak berserakan darah, disembelih, dipancung, dipukuli, digantung, dimasuk kan lubang maut dan diberondong dg. tembakan, dilempar ke sungai yg. umumnya sudah tanpa kepala lagi. Model pembunuhan ini bukan saja dilakukan satu per satu,-, tetapi juga dilakukan secara massaal. Dan pembunuhan macam ini terus terang saja, diwaktu itu digerakkan oleh oknum-oknum tertentu dan dibayangi oleh RPKAD (ialah suatu resimen para komando) yg. termasuk dibawah tanggung jawab panglima Kostrad Suharto; mengapa jendral Suharto berdiam diri dikala itu, sedangkan anak buahnya menyebar bergerak & membayangi dan menunjang pembunuhan-pembunuhan dari daerah ke-daerah, mulai dari Jawa Barat, jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali). Ini berarti bahwa Suharto tsb. betul-betul "Dracula ordebaru" haus darah, yg. memperoleh kekayaan bermilyard-milyard dg. jalan lumuran-lumuran darah, sedangkan rakyat menderita kelaparan dan kematian yg. mengerikan. Apa dosanya mereka-mereka itu? *Coba bayangkan!! Ini adalah siksaan yg. sungguh memilukan, pembunuhan/ pembantaian yg. betul-betul biadab dilakukan dibumi Indonesia, yg. sebenarnya justru masarakat Indonesia ini adalah masarakat yg. mewarisi budi serta budaya yg. halus dan tinggi,- yg. mewarisinya dari para leluhurnya. Mengapa hal ini mesti terjadi??? Sekali lagi, karena kemasukan "nafsu dracula" nya Suharto?! *Salah satu contoh nyata: Kali Brantas yg. lebar gagah di Jawa Timur terbentang dari Malang, Blitar. Tulungagumg/ Ngujang, Kediri, Kertosono, Jombang, Mojokerto sampai kemuara laut Surabaya, penuh bangkai-bangkai tak berkepala lagi. Disepanjang jalan tercium bau busuk akibat banyaknya bangkai-bangkai yg. sekali-kali tersangkut kepinggir kali Brantas tsb.. Bila kita melintasi berbagai jembatan yg. membentang pada kali Brantas di Ngujang- Tulunga gung, Kediri, kertosono dan muara kali Brantas di Surabaya dan berdiri sejenak dipertengahan jembatan, bulu tengkuk kita berdiri dan badan mulai panas dingin, melihat terapung-apung banyaknya bangkai mayat-mayat yg. umumnya sudah tak berkepala lagi, terbawa arus airnya kali Brantas. "Bangkai siapa gerangan masing-masing ini yaaaaa, yg. nasibnya begini ini?" Tanya kita dalam hati sendiri. "Mungkin saudara saya sendiri, mungkin kenalan saya?!" Suara lembut dihati yg. tak sempat keluar. Demikianlah, sampai-sampai perjurit-perjurit angkatan Laut/ KKO yg. bertugas di Ujung Surabaya dikala itu, menjadi ikut gusar & geram, akibat peristiwa pembunuhan massaal itu; yg. mayat-mayatnya selalu mengarah kewilayah kerja KKo AL; diantara mereka menemukan "dimuara" Surabaya itu mayat-mayat bapak/saudaranya yg. ikut mati terbunuh dlm. pembunuhan yg. membabi buta tsb.. *Selanjutnya paniklah dikalangan anggota-anggota KKo-AL Surabaya, meronta dan mengamuk tanpa kendali di th.1965 tsb.. Perjurit -perjurit KKo -AL setiap hari harus membenahinya luapan mayat-mayat yg. tak kunjung henti - bertambah -bertimbun dan membusuk dimuara itu yg. berasal dari berbagai daerah. (Mereka tak mampu lagi mengatasinya luapan mayat-mayat tsb., yg. selalu terpaksa jadi pekerjaan routine-nya KKo-AL tiap hari). Tidak hanya diwilayah kali Brantas ini saja, tetapi peristiwa pembunuhan biadab ini terjadi juga diseluruh daerah-daerah di Indonesia (dari Sabang sampai Merauke). Bayangkan !!! Dipancung dihalaman rumah sendiri, di jalanan, dipasar, hutan, pinggir sungai, dlm. kereta-api dll. Bayangkan!? Bayangkan!!! Renungkanlah ! Ini belumlah pula yg. dikubur secara keji dan biadab dimasukkan kelubang maut. Sungguh tragis kejadian ini, massacre, genocide!!! Rakyat tak berdosa !!! Apa salahnya?! Kelaparan , sakit, kelesuan, kematian pun susul- menyusul menimpa pula terhadap orang-orang yg. sempat lolos dari pengejaran terror, yg. berhasil berhijrah ketempat lain yg. dikira aman ( juga sampai tua mereka itu sekarang ini,- "tak bisa memfaatkan masa mudanya", baik priya maupun wanitanya, serta anak-anak remaja "usia sekolah" terlantar, tak mampu lagi bersekolah, cari makan pun susah). Mereka-mereka ini selalu jadi inceran dan dinyatakan sebagai buronan politik. Bayangkan!!! Adakah "pemimpin rakyat" zaman sekarang ini yg. mampu berfikir sampai kesitu? *Sungguh suatu record "kesengsaraan malapetaka" &"pembunuhan nomor wahid" didunia sejak dunia berkembang! Sungguh kejam tingkah dan tindakan "pemerintahan ordebaru Suharto" tsb. Dan kini "ordebaru penguasa Suharto" telah tumbang (tetapi cecunguk-cecunguknya masih ingin juga bertahan). Dalam masa "peralihan kereformasi total" ini, tugas pemerintah gusDur dan Mega lah untuk memulihkan hak-hak sipil mereka yg. selalu di-kejar-kejar oleh penguasa ordebaru Soeharto tsb., secara terbuka. Mereka-mereka ini tidak bersalah, tetapi jadi korban kecurangan perilaku pemerintahan ordebaru, jadi buronan politik, juga buronan yg. tak berdosa . Demi hak- hak azazi manusia perlu pemerintah segera mengumandangkan rehabilitasi umum bagi mereka itu semua. Dengan demikian "suci dan bersih dari segala noda" negeri kita Indonesia ini. Dan agar pulih jadi harum namaya negeri kita ini, dalam percaturan bangsa-bangsa dunia. Petualang-petualang "ordebaru" segera diadili atas perbuatannya yg. terkutuk: Kini petualang-petualang "ordebaru" mulai diperiksa, diajukan kemeja hijau. Mulai dari otaknya sendiri, yaitu mantan pres. Suharto dan juga beruntun kroni-kroninya. *Dengan penuh brutal serta kerakusannya, penguasa ordebaru selalu "memperkaya diri" dan tindakan-tindakannya selalu "menginjak-injak hak-hak kemanusiaan". Demikianlah selama "ordebaru" berhasil berkuasa menggeser pres. Sukarno, secara inconstitusio neel dg. melewati cara-cara terror pembunuhan massaal yg. memilukan. *Dalam pernyataannya diluar negeri, pres. gusDur dengan tegas menyatakan akan memberhenti kan juga jendral Wiranto (tangan kanan jend. Suharto),- karena tuduhan menginjak-injak hak-hak azazi manusia serta pembunuhan-pembunuhan yg. seiring dg. pernyataan KPP. HAM. Tindakan pemerintah gusDur ini ialah demi menegakkan keserasian dan keadilan serta pulihnya hak-hak kemanusiaan, serta kesejahteraan rakyat dalam kehidupan sehari-harinya yg. telah dirampas oleh ordebaru. *Pres. Abdurachman Wahid dalam lawatannya ke negara-negara Eropa untuk memperkenalkan diri dari dekat, tentang gagasan-gagasan barunya yg. penuh kejutan dan keberanian itu, telah menimbulkan sympatic dunia yg. mengarah adanya kerjasama bantuan perkembangan ekonomi serta pemulihan hak-hak atau rehabilitasi bagi para "pelarian politik"(karena telah di-discredit-kan oleh penguasa ordebaru), baik yg. didalam negeri maupun luar negeri. AD. Hasman Nur Pemantau gejolak Social =====&&&===== ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Feb 2000 jam 09:33:40 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
