---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- YAYASAN MITRA MUSEUM INDONESIA Presiden RI Abdurrahman Wahid dalam kunjungannya di New Delhi 8 Pebruari menyatakan bahwa, selama ini pemerintah Indonesia kurang sekali memperhatikan soal kebudayaan dan terlalu menekankan masalah pembangunan ekonomi. Ibu Wakil Presiden dalam kesempatan peluncuran Buku Batik dari Yayasan Batik Indonesia di Jakarta pada tanggal 15 Nopember 1999 juga sempat menekankan pentingnya penanganan dan perhatian yang lebih besar terhadap kebudayaan Indonesia saat ini. Salah satu dampak dari kurangnya perhatian terhadap kebudayaan Indonesia adalah, lemahnya penanganan dan perhatian yang cukup terhadap keberadaan dan pengembangan museum-museum di Indonesia. Berbagai permasalahan telah membelit keberadaan dunia permuseuman Indonesia, yang secara langsung berpengaruh terhadap kinerja serta masa depannya. Permasalahan tersebut diantaranya adalah, kecilnya dukungan pendanaan, tingkat ketrampilan pengelolaan yang rendah, kecilnya minat pengunjung sebagai akibat dari citra museum yang kurang menarik, displai yang jelek, penanganan yang salah dengan lebih memperlakukan museum sebagai tempat menyimpan barang daripada tempat penyampaian informasi, tidak berjalannya fungsi public relations dan segudang permasalahan lainnya. Sementara tantangan kedepan yang dihadapi museum sebagai sebuah aset budaya bangsa akan makin berat. Dalam masa mendatang museum dituntut untuk semakin berperan dalam pengembangan kebudayaan bangsa, serta mampu memposisikan dirinya sebagai agen penting dalam perubahan sejarah dan budaya. Untuk itulah Yayasan Mitra Museum dibentuk dengan harapan akan menjadi mitra masyarakat permuseuman untuk mengembangkan secara luas permuseuman di Indonesia.. *** Tergugah untuk memperbaiki nasib dunia permuseuman di Indonesia, Yayasan Mitra Museum Indonesia dibentuk dengan komitmen bersama para pendirinya, yang tersirat dalam visinya untuk berperan sebagai pendukung dan menjadi institusi yang membantu pengembangan museum-museum di Indonesia, dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini dan masa mendatang, serta menjamin keberadaannya sebagai aset budaya dan sejarah penting bagi Indonesia dan dunia di abad 21. Akte Pendirian Yayasan Mitra Museum Indonesia ditandatangani didepan Notaris Koesbiono Sarmanhadi S.H. pada tanggal 11 Februari 2000 , bertempat di Auditorium Museum Nasional, Jakarta. Yayasan didirikan oleh 33 tokoh2 pencinta Kebudayaan Indonesia baik dari Dalam maupun dari Luar Negeri. (Amerika Serikat, Canada, Inggeris, Italia). Untuk pertama kalinya Badan Pengurus yang terpilih adalah sebagai berikut : Ketua Umum: DR.Ir. Wiendu Nuryanti M. Arch. , Ketua : Dr. Nanang R.I. Iskandar M.Sc., Sek-Jen : Ir A. Halim, Bendahara : David Salman dan Evy Sondakh. Juga telah ditunjuk sebagai Ketua Badan Penasehat adalah Joop Ave, mantan Menteri Pariwisata , Pos dan Telekomunikasi dan didampingi oleh Soedarmadji Damais sebagai Ketua Badan Penyantun. Sesuai dengan arah perkembangan dan tuntutan jaman, dimana museum dituntut untuk tampil "cantik" serta mampu mengundang banyak pengunjung, perlu didukung dengan sistem dan manajemen yang profesional, yang terlebih dahulu harus diawali dengan pembenahan menyeluruh terhadap manajemen yang ada saat ini. Dukungan pengembangan inilah yang akan diberikan Yayasan Mitra Museum Indonesia melalui misi yang diembannya yaitu, mengembangan museum-museum di Indonesia menjadi lembaga yang memiliki kemampuan untuk menggali, mengkoleksi, mengelola dan memelihara kekayaan budaya dan teknologi, dan mempresentasikannya kepada masyarakat luas dengan tingkat profesionalitas yang tinggi. Namun demikian Yayasan Mitra Museum Indonesia tidak dapat berjalan sendiri, baik dalam perencanaan pengembangan maupun penggalian pendanaan untuk realisasi program-program yang disusunnya. Dari sanalah yayasan ini berupaya menumbuhkan kerjasama diantara museum-museum di Indonesia dan museum-museum di luar negeri, baik dalam bentuk transfer of knowledge dalam pengelolaan, manajemen maupun pengembangan sumber daya manusia. Sampai saat ini tercatat 94 museum dan 8 asosiasi di bidang museum, seni dan sejarah di Indonesia akan digaet menjadi mitra kerja yayasan. Tugas yang tidak kalah berat juga yang akan dijalani oleh yayasan adalah, meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat terhadap makna dan peran museum sebagai aset nasional dan atraksi wisata, yang akan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, pemasaran, pelibatan peran serta masyarakat, penyebaran informasi dan promosi. Dengan tidak melupakan inti museum sebagai "gedung pameran", maka Yayasan Mitra Museum Indonesia berupaya mendorong pengembangan kualitas museum (baik pengelolaan maupun koleksinya) melalui kemitraan dengan para kolektor, kelompok pendukung, pemerintah dan swasta. *** Melihat pada besar dan rumitnya permasalahan serta tantangan yang harus segera dipecahkan, maka tidaklah berlebihan apabila Yayasan Mitra Museum Indonesia berharap mampu memberikan yang terbaik, dengan tetap mengharapkan dukungan berbagai pihak seperti, para sponsor dari berbagai perusahaan, institusi pendidikan, para kolektor, pemerintah, masyarakat luas dan tentu saja para pengelola museum di seluruh Indonesia. Sebagai langkah awal untuk memulai pembenahan, yayasan telah menyusun program-program yang sampai saat ini sedang dan akan dijalankan, meliputi : � Pengembangan kerjasama dengan The International Council of Museum (ICOM), universitas, yayasan, lembaga swadaya masyarakat baik dalam maupun luar negeri, untuk membantu pengembangan sumberdaya manusia, sosialisasi museum dan penerapan tehnologi untuk museum. � Sosialisasi pengembangan museum melalui pameran, seminar, workshop di museum-museum dan penyebarluasan informasi. � Merancang pengaturan ulang jam buka museum, sebagai antisipasi terhadap perkembangan permintaan pengunjung dan pasar wisatawan. � Penyelenggaraan beberapa pameran dan festival seperti, The Ceramics Summit di Surabaya, Pameran 100 tahun Karya Seni Indonesia di Jakarta, Festival Kebudayaan Peranakan Cina Indonesia di Jakarta, Museum Management Workshop di Yogyakarta. Sebagai akhiran perlu sekali lagi dicatat bahwa, kebanggaan terhadap keberadaan sebuah museum bukan berawal dari banyaknya pengunjung yang datang dan terkagum-kagum dengan koleksi di dalamnya, namun justru pada besarnya perhatian yang dapat kita berikan kepada museum sehingga mampu menjadi perhatian umum. Jakarta, 11 Pebruari2000 Alamat Kontak : MITRA MUSEUM INDONESIA Menara Batavia 11 th floor Jl. KH Mas Mansyur Kav. 126 Jakarta 10220 Tel. 62 - 21 - 5747570 Fax. 62 - 21 - 5747569 E-mail : [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Feb 2000 jam 09:36:10 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
