---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PELAJAR ACEH MOGOK BELAJAR 3 HARI SPUR ACEH DESAK PEMERINTAH RI - GAM BERDIALOG BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Sabtu, 12/2). Kekerasan demi kekerasan yang dialami oleh masyarakat sipil di Aceh selama ini, yang diakibatkan oleh kegiatan sweeping yang digelar TNI/Polri dalam memburu gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka, ternyata membuat prihatin para pelajar Aceh. Farhan, Ketua Umum, Solidaritas Pelajar Untuk Rakyat (SPUR Aceh) yang datang kekantor redaksi Radio Nikoya-FM, Jum'at (11/2) malam, pukul 23.10 Wib, mengatakan, "selama tiga hari mendatang sejak hari Senin, kami akan melakukan mogok belajar di seluruh Aceh, untuk menekan militer agar menghentikan tindakan represifnya di Aceh, untuk kampanye mogok belajar ini kami telah mensosialisasikannya melalui selebaran sejak dua minggu lalu, hal ini akan kita realisasikan pada tanggal 14 Februari selama tiga hari hingga TNI/Polri dan Pemerintah Pusat menanggapi permasalahan di Aceh, target pertama mogok belajar para pelajar Aceh ini minimal menjadi sebuah pendidikan politik bagi seluruh rakyat Aceh, sembari tetap menyuarakan protes dan ketidak setujuan kami terhadap cara orang tua kami di jajaran sipil dan militer di Jakarta dalam mencari penyelesaian Aceh melalui kekerasan dan kami tetap akan terus melawan mereka, baik dalam bentuk mogok belajar maupun aksi massa pelajar dan kampanye-kampanye tentang pelanggaran HAM yang pernah dilakukan oleh pemerintah di Aceh", katanya. Isu akan terjadi mogok belajar massal dikalangan pelajar SLTP dan SMU di Aceh memang sangat santer sepekan belakangan ini, bahkan ada keinginan mogok selamanya hingga kekerasan terhadap masyarakat sipil di Aceh dapat berhenti. Dalam hal mengatasi konflik Aceh yang berkepanjangan ini, Ketua Solidaritas Pelajar Untuk Rakyat (SPUR Aceh), Farhan, menuturkan, "dalam konflik ini yang pertama dirugikan adalah masyarakat Aceh, oleh karena itu kami menghimbau kembali kepada pihak yang bertikai untuk meletakkan senjata terlebih dahulu, karena penyelesaian dengan senjata itu telah teruji tidak pernah dapat menyelesaikan persoalan Aceh, malah membuat korban berjatuhan, menurut kami, TNI/Polri harus meletakkan senjatanya, karena TNI secara struktural sangat bertanggung jawab terhadap keamanan Aceh dan secara legal formal harus bertanggung jawab terhadap permasalahan di Aceh, sedangkan gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) juga harus meletakkan senjata dan hal itu harus menjadi konsekuensi logis bagi pihak GAM, karena jika kedua belah pihak yang bertikai terus berisi keras, maka persoalan Aceh tidak akan pernah tuntas. Kami juga meminta TNI/Polri untuk membatalkan ide Operasi Sadar Rencong (OSR-III) yang selama ini dilaksanakan, karena Operasi itu akan menjatuhkan korban rakyat sipil kembali, lalu harus segera dibentuk badan peradilan ad-hoc, dimana ini sifatnya sementara tetapi dalam permasalahan HAM, menurut kami jika badan peradilan ad-hoc ini tidak dibentuk, maka perangkat hukum di Indonesia tidak akan pernah dapat mengadili pelaku pelanggaran HAM di Aceh, sebab permasalahan HAM sangat berbeda dengan masalah pidana, kami juga mendesak pemerintah agar seluruh TNI ditarik dari Aceh dan dikembalikan ke barak mereka, karena jika TNI masih berada di Aceh dan badan peradilan di ad-hoc ini mulai bekerja, maka tetap saja pelanggaran HAM di Aceh akan berlangsung, inilah yang perlu terlebih dahulu dilakukan pemerintah, sedangkan persoalan perlu atau tidaknya diadakan referendum di Aceh, nanti saja dibicarakan, disamping itu perlu segera dilakukan dialog antara pemerintah Indonesia dengan GAM, pada saat itu Aceh harus terlebih dahulu bersih dari semua pelanggaran HAM, kemudian diperlukan sebuah mediator untuk menjadi penengah dalam dialog ini, dan itu harus dari pihak luar Aceh atau luar Indonesia, lalu agenda yang dibicarakan harus yang benar-benar yang dibutuhkan oleh rakyat Aceh, selanjutnya yang menghadiri dialog itu adalah representasi dari seluruh rakyat Aceh, karena dialog-dialog yang tidak representasif akan kami tolak, sebab akan berakibat pada kerugian rakyat yang hanya menjadi sebagai manipulasi politik atas nama saja", tambahnya. Dalam kesempatan itu, Solidaritas Pelajar Untuk Rakyat (SPUR Aceh), kembali menghimbau kepada seluruh pelajar di Aceh, bahwa mereka telah kongkritkan jadwal mogok belajar dilakukan pada hari Senin hingga Rabu di seluruh Aceh, pada hari H itu, para pelajar di Aceh diminta jangan ada yang menggenakan seragam sekolah, sebab jika memakai seragam pada hari H mogok belajar tersebut, maka pihak-pihak yang tidak suka pada aksi ini akan ikut bermain, untuk lebih amannya para pelajar diminta tidak memakai seragam sekolah dan para pelajar sebaiknya tidak usah keluar rumah hingga hari Rabu mendatang. Sepertinya aksi pelajar Aceh kali ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, sebab saat ini para pelajar-pun sudah tidak sanggup melihat berbagai kekerasan yang terjadi di Aceh dan mereka akan siap untuk melawan pemerintah, jika tuntutan mereka tak segera dipenuhi Jakarta. (Tim). ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Feb 2000 jam 09:36:48 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
