----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

KOREM 164/WIRADHARMA DITUNTUT DILIKUIDASI

        KUPANG, (TNI Watch!, 23/2/2000). Lembaga Advokasi dan Penelitian
(Lap) Timoris secara tegas menggugat Pangdam IX/Udayana agar segera
mengambil kebijakan menyangkut wewenang komando TNI di NTT. Dualisme
kepemimpinan TNI di NTT antara Korem 161/Wirasakti dan Korem 164/Wiradharma
eks Timtim yang bermarkas di NTT diangkat sebagai dasar gugatan, di samping
kecaman keras terhadap berbagai tindakan kriminal yang dilakukan para
prajurit TNI eks anggota Korem 164/Wira Dharma, Timtim.

        Direkturnya Lap Timoris, Yos Dasi Jawa menyatakan keprihatinannya
terhadap nasib masyarakat sipil NTT yang terus menjadi korban kekerasan
oknum TNI eks Timtim yang terkesan berkeliaran tanpa komando yang jelas.
Sejak arus pengungsian Timtim pascajajak pendapat, berbagai bentuk kekerasan
terus terjadi. Suasana di Timor Barat begitu mencemaskan, hingga masyarakat
sipil di Timor Barat resah. Para anggota TNI begitu garang dan mengabaikan
aturan hukum dalam berbagai aktivitasnya.

        "Semua kasus ini tidak boleh didiamkan. Penyelesaiannya pun, baik
proses dan hasil akhirnya harus disampaikan secara transparan kepada
masyarakat sipil NTT," desak Lap Timoris.

        Tercatat, banyak kasus kekerasan yang dilakukan para anggota TNI itu
raib bersama kaburnya yang bersangkutan yang tidak terkendali dan tak
terikat komando jelas. Lap Timoris juga mencatat suatu keprihatinan terdalam
bahwa kekerasan terhadap masyarakat sipil yang dilakukan oknum TNI eks
Timtim selalu menggunakan senjata organik milik TNI.

        Sebagai bentuk protesnya, Lap Timoris juga memberikan dua desakan
masing-masing kepada Pangdam IX/Udayana dan Pemda NTT. Kepada Pangdam, Lap
Timoris menuntut penghapusan dualisme kepemimpinan dalam tubuh TNI di NTT.
Dengan hadirnya Korem 164/Wiradharma dan bermarkas di Kupang, tidak jelas
lagi siapa yang bertanggung jawab mengatasi, mengendalikan, mengawasi dan
mengontrol para prajurit TNI itu.

        "Sepatutnya, Korem eks Timtim dihapus atau dilebur ke Korem lain,
sehingga komando tetap berada di tangan Korem 161/Wirasakti, Kupang. Biar
tidak terjadi saling lempar tanggung jawab," lanjut Lap Timoris lagi.
Sementara kepada DPRD I NTT, para aktivis muda ini mendesak agar segera
meminta pertanggungjawaban dari Pemda NTT yang telah memberikan fasilitas
(Gedung Pemda - red) sebagai markas Korem 164/Wiradharma eks Timtim. Dengan
pemberian fasilitas pemerintah untuk markas oknum yang justru menyengsarakan
masyarakat sipil NTT yang selama ini tenang, merupakan suatu penyimpangan
fungsi aset pemda yang dibangun dengan keringat masyarakat sipil NTT. Hingga
berita ini diturunkan, Danrem 161/Wirasakti dan Danrem 164/Wiradharma gagal
dimintai konfirmasi. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Feb 2000 jam 22:26:46 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke