---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Media Indonesia, 22 Pebruari 2000 Juwono Ungkap Kecurigaan RI pada Australia JAKARTA (Media): Pemerintah Indonesia mencurigai Australia melakukan operasi rahasia di Timor Timur untuk mendukung Falintil sebelum jajak pendapat di wilayah tersebut. Di pihak lain, sejak awal Australia juga tidak percaya terhadap Indonesia dalam menangani Timtim. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengungkapkan kecurigaan Indonesia tersebut dalam wawancaranya dengan harian Australia Sydney Morning Herald yang diterbitkan kemarin. "Tidak ada bukti nyata tapi kecurigaan itu kuat. Bukti nyata sangat sulit diklarifikasi," ungkap Juwono. Dia juga mengatakan Indonesia curiga Australia melakukan pendaratan lewat kapal dan dari helikopter sebelum jajak pendapat dilakukan. "Anda tahu dekatnya Darwin dan kenyataan bahwa pasukan kami mendengar suara helikopter melakukan terbang malam dan bahkan pendaratan lewat laut," ungkap Juwono. "Sulit bagi kami untuk tidak percaya ada dukungan terhadap gerilyawan Falintil," tambahnya. Ia menambahkan, "Kenyataan adanya manuver Australia, sulit membuat kami tidak percaya bahwa pada tingkat tertentu merupakan keterlibatan rahasia Australia." Tuduhan Australia melakukan operasi rahasia tersebut sudah diungkapkan para perwira Indonesia, termasuk saat TNI masih dipimpin Jenderal Wiranto. Tapi, tulis harian tersebut, komentar Juwono ini mengisyaratkan kepercayaan tingkat tertinggi pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid bahwa Australia secara rahasia mendukung gerakan prokemerdekaan sebelum jajak pendapat Agustus tahun silam. Harian tersebut juga menilai komentar Juwono merupakan pertama kalinya pemerintah sipil Indonesia mendukung tuduhan para panglima militer bahwa tentara Australia melakukan operasi rahasia. Pemerintah Australia sudah menyanggah tuduhan ini. Hubungan Indonesia-Australia hingga saat ini masih berada pada titik yang rendah karena masalah Timtim. Presiden Abdurrahman Wahid yang sudah mengunjungi puluhan negara, mengundurkan lagi rencana kunjungan ke Australia yang merupakan tetangga dekat Indonesia. Juwono juga mengatakan, KPP HAM semestinya juga menyelidiki penyusupan rahasia Australia prajajak pendapat ke Timtim. Dikemukakan pula, sejak awal Australia tidak mempercayai Indonesia. Dia menunjuk pertemuan antara perwira militer Australia dan Amerika Serikat di Hawai tahun silam. Pertemuan tersebut, kata Juwono, "Untuk antisipasi akan ada satu tingkat konflik tertentu jika keamanan (Timor Timur) berada pada tangan Indonesia." Karena itu, tambahnya, sudah ada ketidakpercayaan umum sejak awal.(Nur/P-1) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Feb 2000 jam 05:19:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
