----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PEMASOK SENJATA KE GAM DARI YON ARMED 7

        JAKARTA, (TNI Watch! 7/3/2000). Tiga dari 12 tersangka pemasok
senjata ke kelompok yang diidentifikasi sebagai Gerakan Aceh Merdeka,
adalah anggota TNI AD. Dua tersangka merupakan anggota Yon Armed 7
yaitu Sersan John Maurits dan Kopral Dua Nasir dan seorang lagi aktif
di Mabes AD yaitu Kapten Supriyadi.

        Jaringan jual beli senjata api ilegal yang diduga akan dikirim ke GAM
tersebut berhasil diringkus aparat Polres Metro, Jakarta Selatan,
Senin (28/2) lalu. Sindikat yang beroperasi di Jakarta, Bandung, dan
Aceh, ini melibatkan beberapa oknum TNI-AD dan anggota Brimob (Brigade
Mobil) Bandung. Awalnya, Senin lalu aparat kepolisian berhasil
menangkap tiga pemuda -Hendrik Prayoga, Sarmili, dan Andi Kholid-
ketika sedang transaksi jual beli senjata api jenis Colt kaliber 22 di
Jl. Mabad No. 25, Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang, Jabar.

        Kepada polisi, Andi menyatakan bahwa senjata api yang akan dijual itu
selain berupa Colt kaliber 22, juga FN kaliber 22, FN-46, dan amunisi
M-16. Barang-barang itu akan diteruskan kepada Fachrizal dan Hanafiah,
keduanya berada di Aceh, untuk kemudian dibawa ke pihak GAM.

        Dari pengakuan Andi, polisi mengetahui bahwa senjata tersebut berasal
dari Haris yang berdomisili di Bandung dan Iskandar yang berdomisili
di Jakarta. Dari keterangan Iskandar yang sudah berhasil ditangkap,
diketahui senjata-senjata tersebut diperoleh dari Andi Sunarto, yang
mendapatkannya dari Sersan Satu Prabowo, anggota Brimob Bandung.

        Diduga, pembelian senjata oleh GAM ada kaitannya dengan bisnis ganja
atau malah dibarter. Cara pembayaran pembelian senjata gelap itu
dilakukan menggunakan rekening di BCA, atas nama Andi Sunarto, salah
satu tersangka yang pernah menerima transfer Rp 18 juta dan saldo
dalam rekening sebesar Rp 125 juta.

        Setelah rumah tersangka Andi digeledah polisi, ditemukan senjata api
lain berupa dua pucuk Colt 22 dan 30 dus amunisi. Berdasarkan
keterangan tersangka, ia pernah menjual senjata api lain jenis FN
kaliber 22 dan Colt kaliber 22 kepada tersangka Fachri yang diamankan
sehari setelah penangkapan pertama. Penjualan senjata api juga
dilakukan kepada Hanafiah yang ditangkap Rabu lalu (1/3), jenisnya
Colt 22.

        Jaringan ini juga menjual senjata kepada Sulaiman berupa FN 22, FN
46, dan amunisi M-16. Sedangkan kepada Faisal berupa FN 22. Kini
Sulaiman dan Faisal masuk dalam DPO. Dari keterangan Fachri dan
Hanafiah, mereka mengaku menjual senjata api kepada sayap militer GAM.

        Sedangkan saat rumah Iskandar digeledah, ditemukan FN 45, revolver
signal (gas gun), amunisi senapan serbu M-16 sebanyak dua peti,
amunisi senapan serbu AK-47 sebanyak tiga peti. Amunisi M-16 dan AK-47
itu diakui tersangka diperoleh dari Prabowo yang masih buron.

        Sementara ketika petugas menggeledah rumah Sunarto, menemukan
sembilan jenis senjata pendek maupun panjang, yaitu satu FN 45 dan
empat magasin, tiga pucuk FN 22 masing-masing dengan satu magasin,
Revolver Grand 38 Special, gas gun dua pucuk, satu FN gas gun, senapan
kaliber 22 buatan Cekoslowakia, senapan merek Pika M-59 Deluxe, 10
pasang penuh hand grip untuk pistol dan revolver serta sebuah magasin.

        Sunarto juga menyimpan amunisi peluru sebanyak 1.531 butir, terdiri
dari peluru tajam M-16 kaliber 5,56 sebanyak 699 butir, peluru karet
dengan jenis dan kaliber yang sama 89 butir, peluru tajam SMR kaliber
7,62 sebanyak 26 butir, peluru tajam kaliber 22 sebanyak 224 butir,
peluru tajam penabur kaliber 22 sebanyak 6 butir, peluru tajam AK
kaliber 9 mm sebanyak 37 butir, peluru tajam kaliber 45 sebanyak 59
butir, peluru tajam kaliber 38 spesial 41 butir, peluru tajam kaliber
43 sebanyak 4 butir, peluru tajam kaliber 357 magnum 12 butir, peluru
tajam kaliber 308 sebanyak 7 butir, peluru tajam AK-47 kaliber 7,62
dua butir, peluru tajam assault rifle kaliber 70-375 sebanyak 21
butir, peluru tajam jenis double loop sembilan butir, dan peluru jenis
lain 29 butir.

        Adapun anggota Brimob Bandung, Sertu Prabowo, yang disebut-sebut
sebagai pemasok amunisi untuk senjata jenis M-16 dan AK-47, ternyata
anggota Perbakin (Persatuan Menembak Indonesia).

        Polisi sampai saat ini belum bisa menghubungkan penjualan senjata
kepada GAM dengan kasus pemilikan AK-47 oleh Haryogi Maulani yang
sampai sekarang kasusnya belum jelas.

        Sementara itu Ketua Dewan Presidium Sumber Informasi Referendum Aceh
(SIRA) M. Nazar menolak tudingan bahwa GAM menggunakan ganja untuk
membeli senjata. Ia menduga, jika informasi itu benar, maka yang
melakukannya bukan GAM asli. Lebih lanjut dikatakan Nazar, selama ini
GAM mendapatkan senjata selain membeli di pasar gelap, juga dari
anggota TNI yang melakukan desersi. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku
TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia
yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya.
Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi
bersama-sama.

- ----------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Mar 2000 jam 13:59:07 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke