---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- MAHASISWA MALANG DIANCAM MILISI PKB MALANG, (SiaR, 7/3/2000). Laskar Khusus (Laksus) PKB menuntut pembubaran Komite Mahasiswa Anti-Penindasan (KMAP), gara-gara komite mahasiswa itu dianggap menghina Presiden KH Abdurahman Wahid. Laksus PKB juga mengancam LBH Surabaya Pos Malang agar "tidak ikut-ikut" dalam soal ini karena kasusnya menyangkut harga diri PKB dan Gus Dur. Perintah pembubaran dan intimidasi terhadah LBH Malang ini merupakan perintah langsung Ketua DPW PKB Jatim, Choirul Anam, kepada Komandan Lapangan Laksus PKB Jatim, Abd. Mudjib Idris, Senin (6/3). Laksus PKB punya deadline, jika hingga Selasa (7/3), pukul 24.00 WIB tidak membubarkan diri, maka Laskar yang akan bertindak. KMAP dianggap menghina Gus Dur karena dalam aksi anti kenaikan harga BBM di DPRD Malang, Rabu (1/3) pekan lalu, sejumlah aktifis dianggap menghina cacat fisik Gus Dur yakni dengan menirukan gaya berjalan Gus Dur dengan mata tertutup. Padahal, para aktifis mahasiswa itu ingin menyampaikan pesan bahwa kebijakan kenaikan BBM diambil dengan mata tertutup, karena akan menyengsarakan rakyat kecil. Para aktifis mahasiswa itu juga dituduh menghina Gus Dur dan Megawati dengan mengakronimkan keduanya sebagai "Durga", serta telah mencium pantat pemodal asing, IMF. Laksus PKB Kotamadya Malang juga mengadukan KMAP ke Polresta Malang dengan tuduhan melecehkan kepemimpinan nasional di bawah Gus Dur-Megawati. Kapolresta Malang, Letkol Pol Drs Ngadino mengatakan, jika telah ditemukan pasal-pasal KUHP yang bisa diterapkan terhadap aktivis KMAP yang melakukan aksi, baru kemudian memeriksa saksi-saksi. Para aktivis KMAP meminta perlindungan sekaligus menggelarkan jumpa pers di LBH Surabaya Pos Malang, Jl. Batanghari, sehubungan dengan laporan Laksus PKB ke Polresta. KMAP juga menggelar jumpa pers sehubungan aksi mereka di DPRD Kotamadya Malang, Rabu (1/3) lalu. Karena itu LBH Surabaya Pos Malang menerima permintaan perlindungan hukum dari para aktifis KMAP itu, Laksus PKB Kodya Malang mengancam lembaga bantuan hukum itu. Apalagi, Kantor LBH Surabaya Pos Malang dipakai KMAP sebagai tempat konperensi pers. Dalam jumpa pers, Sigit, Koordinator KMAP menyatakan, kebijaksanaan Gus Dur-Megawati (Durga) menaikkan harga BBM sebagai bukti bahwa mereka tak berpihak kepada rakyat. Kebijaksanaan Gus Dur dapat menghancurkan perekonomian rakyat. Kebijaksanaan menaikkan BBM dan listrik terjadi karena intervensi pihak asing, IMF. Bahasa yang diungkapkan terkesan kasar karena mewakili kemarahan dan keresahan masyarakat. Namun iktikad itu ternyata mendapat respon negatif dari Laksus PKB. Menurut Wisnu Anggara, Koordinator Pusat Perjuangan Rakyat dan Mahasiswa, lewat aksi tersebut KMAP sebenarnya melakukan fungsi kontrol terhadap rezim Gus Dur. Utamanya, dalam menentang imperialisme ekonomi negara kapitalis. Dalam pantauan SiaR, awal bulan Februari lalu di Surabaya juga terjadi teror terhadap aksi mahasiswa. Aksi yang dilakukan oleh Front Pemuda Pejuang Surabaya (FPPS) tersebut dibubarkan oleh satgas milisi bersenjatakan celurit yang langsung menyerang dan mengobrak-abrik peserta aksi dengan clurit terhunus. Konon satgas Ikatan Keluarga Madura (IKAMRA) itu adalah para centeng Cak Narto. Mereka marah karena mahasiswa memprotes kemenangan Cak Narto dan menuntut penghapusan dwi fungsi TNI. Milisi IKAMRA yang berada di bawah pimpinan Ali Badri itu bisa jadi preseden dan teror terhadap upaya kontrol kritis mahasiswa terhadap pemerintah baru. *** - ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Mar 2000 jam 14:17:52 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
