----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 3 Maret 2000

PESAN SESEPUH SILIWANGI

SEKITAR tahun 1966, ketika DI/TII pimpinan Karto Suwiryo
bergerilya di Jawa Barat, TNI bersama rakyat menumpas gerakan
separatis itu. Saat itu TNI benar-benar milik rakyat Jawa
Barat, sehingga kini seakan menjadi semboyan yang dikenal
dengan: "Siliwangi adalah rakyat Jawa Barat dan rakyat Jawa
Barat adalah Siliwangi."

Operasi penumpasan DI/TII saat itu menggunakan nama Operasi
Sadagori. Saat itu ada pesan menarik dari para sesepuh
Siliwangi yang bisa dijadikan pelajaran bagi TNI saat ini
maupun di masa mendatang. Pesan itu berbunyi begini:
Yen ono angin kung liwang-liwung, ojo gegondhelan maring kiara
kedah gegondhelan maring sadagori. Artinya: Bila ada angin
badai, janganlah berpegangan kepada kiara, tetapi
berpeganglah kepada sadagori. Kiara adalah sejenis pohon yang
besar nan rimbun, sedang sadagori adalah sejenis rerumputan
namun kuat.

Makna yang hendak ditanamkan oleh para sesepuh itu adalah bahwa
bila terjadi peristiwa huru-hara tak karuan dan terjadi badai
kegelisahan rakyat, maka TNI jangan berpegang kepada pejabat
tinggi, tetapi justru berpeluklah kepada rakyat.

Pohon kiara diartikan sebagai pejabat tinggi, penguasa yang kaya
raya karena memiliki fasilitas dan kekuasaan. Sedangkan
sadagori diibaratkan rakyat banyak sebagai rumput-rumput yang
selalu dipandang sebelah mata. Karenanya, lebih baik TNI
berpihaklah kepada rakyat, karena kekuatan TNI sebenarnya
ada di haribaan rakyat, bukan diharibaan penguasa.

Pesan itu demikian santernya dan benar-benar dihayati oleh TNI.
Waktu itu, rakyat benar-benar menyatu bersama TNI sehingga
gerombolan Karto Suwiryo bisa ditumpas atas dukungan seluruh
rakyat Jawa Barat.

Dihadapkan dengan situasi sekarang, kita bisa bertanya-tanya
mengapa saat ini hubungan TNI dengan rakyat seakan renggang?
Untuk jawabannya, ada tiga kemungkinan.
1. Rakyat memang meninggalkan TNI karena dianggap bahwa TNI
tak memihak kepada rakyat.
2. TNI yang meninggalkan rakyat, karena sudah silau dengan
kekuasaan.
3. Antara rakyat dan TNI sengaja dipisahkan, diceraiberaikan
oleh pihak tertentu agat tujuan politiknya tercapai.

Dari ketiga kemungkinan ini, menurut hemat saya, kemungkinan
terbesar adalah yang ketiga. Yakni ada pihak tertentu
yang sengaja menceraiberaikan TNI dengan rakyat.

Siapa mereka? Tentu saja kelompok manusia di negeri ini yang
selama ini pernah ditumpas oleh TNI bersama rakyat, yakni
kelompok-kelompok pemberontak semacam PKI.

Mereka terus-menerus menuntut balas dan merasa tak pernah
bersalah walau sudah membunuhi rakyat di tahun-tahun
silam. Untuk bisa mengatasi mereka, TNI harus kembali
mengamalkan pesan sesepuh Siliwangi itu. Seakarang tinggal
bagaimana TNI mewujudkannya.

S Sastrodewo
Jalan Mawar Merah Raya No 1
Malaka Jaya, Jakarta Timur

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Mar 2000 jam 08:55:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke