---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 08 Maret 2000 15:20 UTC ** PRESIDEN WAHID MAKAN SIANG BERSAMA DENGAN SOEHARTO ** PRESIDEN MEMBUBARKAN BAKOSTRANAS DAN LITSUS ** AL GORE DAN GEORGE BUSH JR PEMENANG PEMILU PENDAHULUAN DI AMERIKA SERIKAT ** PERTEMUAN ANTARA ROSS, ARAFAT DAN BARAK DI RAMALLAH ** TOPIK GEMA WARTA: PRESIDEN WAHID MASIH PERHITUNGKAN SOEHARTO SEBAGAI KEKUATAN POLITIK ** TOPIK GEMA WARTA: PEMBUBARAN BAKORSTANAS: SIPIL KOKOHKAN DOMINASINYA * PRESIDEN WAHID MAKAN SIANG BERSAMA DENGAN SOEHARTO Presiden Abdurrahman Wahid Rabu tadi mengunjungi mantan Presiden Soeharto di rumahnya di Jalan Cendana, dan makan siang bersama. Ini adalah penampilan Soeharto yang pertama di muka umum setelah berbulan-bulan. Pada akhir kunjungan Gus Dur menyatakan kepada para wartawan untuk tidak menyalahartikan kunjungannya, dan ia datang bukan atas nama siapa pun. Ditambahkan Wahid memang sudah lama berencana mengunjungi mantan presiden ini. Menurut putri tertuanya, Tutut, pertemuan berlangsung dalam suasana ramah tamah dan kekeluargaan. Mantan Presiden Soeharto sudah beberapa kali tidak dapat memenuhi permintaan Kejaksaan Agung untuk memberikan keterangan, dengan alasan kondisi kesehatan yang tidak mengijinkan. Saat ini Soeharto diberitakan dalam keadaan sehat walafiat. Karena itu tim dokter yang merawat Soeharto akan bertemu tim dokter yang ditunjuk oleh Kejaksaan Agung. * PRESIDEN MEMBUBARKAN BAKOSTRANAS DAN LITSUS Presiden Abdurrahman Wahid membubarkan Badan Koordinasi Stabilitas Nasional, Bakostranas dan Penelitian Khusus atau Litsus TNI. Kedua badan ini dianggap sebagai alat kunci rejim Soeharto untuk menindas pihak yang tidak setuju dengan kebijakannya. Menurut Sekretaris Kabinet Marsillam Simanjuntak, Gus Dur beranggapan Bakostranas, yang didirikan sejak tahun 1988, menyebabkan lebih banyak masalah daripada memecahkannya. Karena Bakostranas dianggap sebagai instrumen rejim Soeharto, maka menurut Menteri Hukum dan Perundang-undangan, Yusril Ihza Mahendra, tidak sepantasnya pemerintah sekarang tetap mempertahankan badan tersebut. * KABINET AKAN MENCOBA MEMADAMKAN API KEBAKARAN DI SUMATRA Menteri Negara Lingkungan Hidup Sonny Keraf akan meminta kabinet Rabu ini untuk mengambil langkah-langkah darurat guna memadamkan ratusan titik-titik api di hutan-hutan Sumatra dan Kalimantan. Ia antara lain akan mengusulkan untuk melakukan operasi pemadaman besar-besaran. Dari pelbagai foto satelit dapat dilihat dengan jelas ratusan titik api besar dan kecil yang menyebabkan polusi udara yang luar biasa. Saat ini asap tebal menutupi lapisan udara di Sumatra. Sementara itu dinas kesehatan nasional membandingkan bencana sekarang dengan kebakaran hutan besar tahun 1997 dan 1998, ketika jutaan hektar hutan hangus terbakar dan menyebabkan polusi udara yang sangat hebat. Asap api menggantung berbulan-bulan lamanya di atas wilayah Sumatra dan Kalimantan, dan menyebabkan kerugian besar di sektor pariwisata. Menurut tuduhan api tersebut disulut penduduk desa yang ingin membebaskan tanah hutan sebelum digunakan sebagai lahan pertanian. Tetapi perusahaan-perusahaan penebangan hutan juga menambah besar bencana dengan membakar sisa-sisa pohon yang tidak digunakan. * JUMLAH KORBAN PERTIKAIAN DI ACEH SELAMA 10 BULAN TERAKHIR Selama 10 bulan terakhir lebih dari 1340 orang tewas di Aceh akibat pertikaian bersenjata antara para pendukung Gerakan Atjeh Merdeka dengan pasukan TNI. Demikian Kepala polisi Aceh, Brigjen Bachrumsyah Kasman. Ditambahkan 653 orang diantaranya adalah penduduk sipil, 538 polisi dan 153 orang pendukung GAM, yang tewas antara Mei 1999 dan Februari 2000. Selain itu 107 orang tentara hilang dan 378 orang lainnya cedera, sementara 324 orang ditahan. Brigjen Kasman menyatakan korban-korban ini tidak dapat dielakkan, tetapi ia mengecam keras penembakan terhadap penduduk sipil oleh pihak militer. Jumlah korban pertikaian bersenjata di Aceh diumumkan sehubungan rencana kedatangan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad ke Jakarta. Mahathir akan mencoba menjadi perantara antara pemerintah Indonesia dan GAM yang sebagian anggotanya tinggal di Malaysia. * AL GORE DAN GEORGE BUSH JR PEMENANG PEMILU PENDAHULUAN DI AMERIKA SERIKAT Dalam pemilihan pendahuluan di 16 negara bagian Amerika Serikat, Wakil Presiden Al Gore dan Gubernur negara bagian Texas George Bush Jr keluar sebagai pemenang terbesar pemilihan calon presiden dari partai-partai Demokrat dan Republik. Di pihak Demokrat Al Gore mengalahkan saingannya mantan Senator Bill Bradley di semua negara bagian. Kemungkinan Bradley akan mengundurkan diri secara resmi Rabu ini. Sementara di pihak Republik, seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, George Bush Jr mendapat suara terbanyak, dan menang di empat negara bagian terpenting seperti Kalifornia, New York dan Ohio. Sementara lawannya John McCain hanya menang di empat negara bagian. Menurut isu terakhir McCain tidak akan mengumumkan pengunduran dirinya Rabu ini, walaupun hal ini telah diduga sebelumnya. Dari hasil pemilihan, tidak diragukan lagi Al Gore dan George Bush Jr akan maju sebagai calon presiden dalam pemilu bulan November mendatang. Di dalam pidato kemenangan mereka, kedua politikus juga telah menyinggung hal tersebut. * PERTEMUAN ANTARA ROSS, ARAFAT DAN BARAK DI RAMALLAH Utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah Dennis Ross Rabu ini di wilayah Tepi Barat Sungai Yordan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan Pemimpin Palestina Yasser Arafat. Pertemuan tingkat tinggi di Ramallah menyusul perundingan tiba-tiba antara Arafat dan Barak Selasa malam kemarin. Menurut juru bicara Ehud Barak, ini adalah pertemuan konstruktif, di mana setiap persoalan dapat dipecahkan. Awal bulan lalu pembicaraan antara kedua negara terhenti, karena ketidaksepakatan mengenai pelaksanaan persetujuan yang ditandatangani September tahun lalu. Di dalamnya disetujui penyerahan wilayah kepada pemerintah Palestina dan penyusunan kerangka persetujuan perdamaian yang definitif. Kerangka ini harus selesai enam bulan mendatang. * INDIA MENENTANG KUNJUNGAN CLINTON KE PAKISTAN Pemerintah India menyatakan kecemasannya mengenai keputusan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton untuk berkunjung ke Pakistan. Menurut Perdana Menteri India Atal Behari Vajpayee, rejim militer di Islamabad akan memandang kunjungan ini sebagai dukungan Amerika. Selasa kemarin pemerintah Washington menyatakan, sewaktu kunjungan kelilingnya di Asia tanggal 25 Maret mendatang, Presiden Clinton akan mengadakan kunjungan singkat ke Pakistan. Menurut Gedung Putih Clinton antara lain akan membicarakan kembalinya pemerintahan sipil di Pakistan dan pemberantasan terorisme. Tujuan utama kunjungan presiden Amerika adalah India, yang akan berlangsung selama beberapa hari. * MANTAN WAKIL GUBERNUR JIANGXI DIHUKUM MATI Pemerintah Cina telah menghukum mati mantan Wakil Gubernur Propinsi Jiangxi, Hu Changqing. Politikus ini dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan bulan lalu, setelah terbukti menerima uang suap sebesar 650.000 dolar. Uang ini diterimanya setelah menyetujui pembangunan sejumlah proyek besar dan pemberian ijin kepada sejumlah perusahaan. Mantan Wakil Gubernur ini merupakan pejabat pemerintah Cina pertama yang dihukum mati karena terbukti melakukan korupsi. * ETA BERTANGGUNGJAWAB ATAS DUA PELEDAKAN BOM DI SPANYOL Gerakan Separatis Baskia ETA menyatakan diri bertanggung jawab atas dua peledakan bom terakhir di Spanyol. Seorang perwira polisi dan seorang politikus kiri terkemuka serta seorang pengawalnya tewas akibat ledakan bom bulan Januari dan Februari lalu. Di dalam pernyataan ETA tidak disinggung peledakan bom yang terjadi Senin kemarin, yang mencederai tujuh orang. Kemungkinan pernyataan ini telah dikirim sebelum ledakan ketiga dilakukan. Akhir tahun lalu ETA mengakhiri gencatan senjata sepihak, setelah perundingan perdamaian dengan pemerintah Spanyol tidak membuahkan hasil. ETA mengkritik partai-partai Baskia yang moderat, yang menurut mereka menjadi biang kegagalan. Ahad mendatang akan dilangsungkan pemilihan umum parlemen Spanyol. * PRANCIS MENYERAHKAN MANTAN MENTERI PENDIDIKAN RWANDA Prancis mengekstradisi mantan menteri Rwanda kepada Tribunal Rwanda di Tanzania. Orang tersebut adalah mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Jean de Dieu Kamuhanda, yang dituduh ikut ambil bagian dalam pembunuhan massal di Rwanda enam tahun lalu. Mantan politikus ini ditahan di Prancis Tengah bulan November tahun lalu. Tribunal PBB untuk Rwanda menuduh mantan menteri ini melakukan genosida dan kejahatan di luar kemanusiaan. Sewaktu pembunuhan massal di Rwanda tahun 1994, ratusan ribu warga etnis Tutsi dan Hutu moderat tewas menjadi korban. * ORGANISASI PEREMPUAN GUGAT MENDAGRI KUWAIT Organisasi perempuan Kuwait mengajukan gugatan terhadap menteri dalam negeri negara tersebut, sehubungan Hari Perempuan Internasional, Rabu ini. Keempat puluh perempuan Kuwait menuntut hak politik sepenuhnya, antara lain hak untuk memilih baik secara pasif maupun aktif. Menurut organisasi tersebut, UU pemilihan yang sekarang berlaku bertentangan dengan UUD Kuwait. Bulan November tahun lalu parlemen Kuwait menolak rancangan UU yang memberikan hak politik kepada perempuan. Saat ini Kuwait adalah satu-satunya negara Arab yang mempunyai parlemen terpilih tetapi pihak perempuan tidak mempunyai hak pilih pasif dan aktif. * PRESIDEN WAHID MASIH PERHITUNGKAN SOEHARTO SEBAGAI KEKUATAN POLITIK Presiden Abdurrahman Wahid Rabu kemarin bertemu selama sejam dengan mantan Presiden Soeharto di tempat kediamannya di Jalan Cendana, Jakarta. Soeharto tampak sehat dan tersenyum. Dan Gus Dur dengan enteng mengatakan, dia datang tapi tidak mewakili siapa pun. Dengan kata lain Gus Dur tidak datang dengan titipan misi Kejaksaan Agung yang akan memeriksa Soeharto melainkan untuk mengukur barometer politik militer setelah perombakan de-Wirantoisasi baru-baru ini. Demikian komentara pengamat politik Indro Tjahjono: Indro Tjahjono [IT]: Ya jadi ini memang satu langkah yang dibutuhkan. Karena kemarin Gus Dur telah melakukan suatu kejutan untuk melakukan restrukturisasi. Jadi salah satu cara untuk mengurangi ekses-ekses negatif, barangkali adalah mendekati mantan Presiden Soeharto, untuk mengurangi ekses-ekses negatif yang muncul. Karena betapapun Gus Dur memandang Soeharto masih mengontrol semua situasi politik di Indonesia. Di elit politik yang terutama. Kedua juga ada pernyataan Gus Dur sebenarnya kemarin sempat dia lontarkan, adalah bahwa Soeharto akan diampuni sejauh dia mengembalikan harta-harta yang telah dikorup, katakan begitu. Nah dua agenda ini saya kira dibicarakan oleh Gus Dur. Saya kira itu saja. Radio Nederland [RN]: Tapi ini ada masalah dengan Kejaksaan Agung, akan memeriksa mantan Presiden Soeharto? Jadi apa ada udang Marzuki Darusman di balik kunjungan ini. Ada udang di balik batu? IT: Saya kira begini, Marzuki Darusman dia tidak kuasa juga menghadapi kenyataan bahwa Soeharto sakit dan langkah Gus Dur ini kalau dikaitkan dengan Marzuki mengatur suatu strategi bagaimana Soeharto bisa memenuhi tuntutan-tuntutan Kejaksaan dan juga tanpa merugikan agenda-agenda lain. Dan dipikirkan oleh Gus Dur. RN: Jadi menurut anda udang di balik batu ini lebih mengarah ke sasaran-sasaran permainan catur Gus Dur yang berikut terhadap militer daripada soal Kejaksaan Agung? IT: Menurut saya begitu. Kalau Kejaksaan Agung saya kira kembali pada pernyataan Gus Dur, bahwa Gus Dur akan memaafkan, akan memafkan itu. Dan Soeharto juga akan memperjuangkan untuk mengembalikan harta karun yang diambil dari sebagai yayasan mereka. RN: Tapi apakah anggapan publik betul melihat mantan Presiden Soeharto ini sebagai sakit beneran atau sakit Pinochet? IT: Bagi kita orang awam sebenarnya Soeharto tidak sakit. Karena dia masih mengikuti sembahyang Jumat dan jalan dengan teratur dari ruangan solat sampai ke mobilnya. Jadi menurut kita sebenarnya Soeharto tidak sakit betul. Jadi begitu agenda Gus Dur saya kira adalah sebenarnya mencegah ekses negatif, kalaupun ada tentang apa yang dilakukan selama ini sebagai restrukturisasi di tubuh TNI. Saya kira itu. RN: Kira-kira akses semacam apa ingin dihindarkan. Jadi apa sebenarnya langkah yang dituju oleh Gus Dur dalam rangka supremasi sipil, dalam rangka membersihkan militer. Langkah berikutnya apa? IT: Kalau langkah Gus Dur berikutnya saya kira dia membangun paradigma dari peranan politik militer masa depan. Itu yang diinginkan, yang harusnya kondusif. Pertama militer secara profesional melakukan pengamanan terhadap situasi masyarakat saat ini sehingga pemulihan ekonomi itu bisa berlangsung dengan baik. Dan itu hanya mungkin kalau dalam waktu cepat dan segera paradigma peranan militer yang baru itu bisa dirumuskan. Dan saya dengar ini sedang digodok. RN: Tapi di mana sebenarnya ada suatu pengaruh dari Soeharto yang bisa mengganjal proyek Gus Dur ini? IT: Maksudnya mengganggu dari segi apanya ini? RN: Menggangu kelancaran atau mungkin ada kerewelan beberapa jenderal sehingga mungkin diharapkan Soeharto bisa mencegah karena menurut anda masih berpengaruh? IT: Nah kalau menurut data-data yang kami punyai memang beberapa orang sebenarnya masih melakukan konsultasi. Mungkin tidak dengan Soeharto langsung tapi juga dengan beberapa orang yang pada akhirnya itu minta pertimbangan Soeharto. Itu saya kira semua orang juga tahu, adanya suatu lingkaran yang masih fungsional untuk mencari rujukan dari Soeharto. Dan Gus Dur saya kira tahu itu dan salah satu usaha untuk mencegah resiko daripada kedodoran langkah-langkah yang sudah positif ini mendekati Soeharto sebagai suatu realisme politik. RN: Jadi ini bagian dari caturnya Gus Dur. Eliminasi dari Orde Lama yang bernama Orde Baru ini. Jadi Soeharto masih dihitung? IT: Pasti masih diperhitungkan. Saya kira kehadiran Gus Dur menunjukkan bahwa Soeharto masih diperhitungkan. RN: Itu sama saja dengan menuding secara tidak langsung banyak hal direkayasa oleh Soeharto, begitu? IT: Bisa diinterpretasikan begitu, tapi menurut saya memang Gus Dur masih memperhitungkan Soeharto sebagai faktor politik di Indonesia. Demikian pengamat politik, Indro Tjahjono. * PEMBUBARAN BAKORSTANAS: SIPIL KOKOHKAN DOMINASINYA Sebagaimana sudah diberitakan Radio Nederland Rabu kemarin, akhirnya Presiden Abdurrahman Wahid benar-benar membubarkan Bakorstanas yang dibentuk Soeharto. Bakorstanas adalah lembaga pengganti Kopkambtib, lembaga yang paling ditakuti para aktivis politik dan mahasiswa yang bersikap kritis terhadap pemerintahan Soeharto di waktu lampau. Berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Sebelumnya, selain dipakai untuk menghilangkan lawan-lawan politik Soeharto, Bakorstanas juga dipakai sebagai alat pengumpul dana. Maka tepatlah yang dikatakan Sekretaris Kabinet Marsillam Simanjuntak kemarin bahwa Bakorstanas tidak menyelesaikan masalah melainkan membuat ruwet permasalahan. Marsillam sendiri pernah ditahan selama dua tahun oleh lembaga ini yang dengan semena-mena menggunakan UU Subversi sebagai alat menahan orang-orang yang menentang Soeharto, ABRI, Golkar dan CSIS. Lembaga ini pun pernah ikut-ikut mengatur model celana panjang mahasiswa serta ukuran rambut para pemuda. Bahkan pemberantasan hama tikus pun sempat diatur lembaga istimewa ini. Sementara itu kemarin pada hari pembubaran Bakostanas Gus Dur pun sempat mengunjungi mantan Presiden Soeharto. Oleh para pengamat politik kunjungan Presiden ke Soeharto itu dianggap sebagai pengakuan bahwa Soeharto masih merupakan faktor politik. Menurut sumber yang kerap datang ke Cendana, setelah Soeharto lengser pengaruhnya di kalangan jenderal punawirawan maupun aktif masih cukup kuat. Hingga saat-saat terakhir Soeharto masih punya hubungan dengan Wiranto, Soebagyo, Soegiono dan Tyasno. Dengan kalangan purnawirawan Soeharto pun menjaga komunikasinya. Misalnya dengan Soedharmono, Benny Moerdani dan Try Sutrisno. Bahkan dengan kalangan sipil di Golkar dan Poros Tengah pun Soeharto menjaga hubungannya. Terutama dengan ex kader-kader Idham Chalid seperti Hamzah Haz, kalangan MI serta tokoh-tokoh Islam reformis melalui Fuad Bawazier. Hubungan Soeharto dengan kelompok Akbar Tanjung pun tetap dipeliharanya. Makadapat dimengerti mengapa Gus Dur menganggap perlu untuk tetap mendekati Soeharto sambil tetap memotong jalur-jalur jago tua ini. Seorang Letjen yang masih berhubungan dengan Soeharto percaya bahwa suatu saat Mbak Tutut akan muncul kembali. Ia bahkan yakin massa pendukung Tutut itu akan lebih banyak ketimbang Megawati. Tetapi Gus Dur meski telah diganggu lewat peristiwa pembacokan Matori Abdul Djalil tetap saja bergerak maju. Gus Dur percaya pada dukungan perwira-perwira muda reformis yang mendorongnya untuk terus melakukan pembaharuan. Meski Laksamana Freddy Numbeiri meminta agar menunda pemberhentian 300 perwira di departemen-departemen tetapi Gus Dur tetap mendesaknya. Di Departemen Transmigrasi misalnya saat ini sudah tidak ada perwira-perwira yang berdwifungsi, karena memang sudah dikelurkan oleh Menteri Transmigrasi Al Hilal Hamdi. Di Departemen Kehutanan dan Perkebunan saat ini tinggal ada satu Kolonel Purnawirawan. Tetapi irjen ini bersama sekjen Suripto yang justru paling keras melakukan pembersihan ke dalam. Militer ordebaru ex pendukung Soeharto memang mulai tergeser di mana-mana karena rakyat sipil sudah muak dengan permainan hulubalang-hulubalang pedagang ini. Seperti di Sulawesi Utara baru-baru ini, jenderal-jenderal Orde-Baru mengalami kekalahan mutlak pada pemilihan gubernur. Jenderal-jenderal ini nampaknya belum sadar bahwa sudah ada perubahan iklim politik di daerah-daerah. Maka tidak kurang dari tujuh orang jenderal yang terjun dari Jakarta. Mulai dari kandidat gubernur Letjen Pur H.B.L. Mantiri, Mayjen AT Paruntu, Mayjen Ferry Tinggogoy, Brigjen Eric Wotulo, Brigjen Jorry Tuwaidan, Brigjen J.B. Wenas, Brigjen A.T. Dotulong dan Laksamana Muda Frits A.C Mantiri. Tidak ketinggalan Gubernur Lama Letjen EE Mangindaan. Semuanya kalah dengan calon sipil. Maka dipilih sebagai Gubernur adalah A.J. Sondakh dan Wakilnya adalah tokoh PDI Perjuangan F. Sualang. Keduanya kurang dikenal di Jakarta, tidak seperti para jenderal tadi yang datang mebawa uang banyak ke Sulut. Kemenangan sipil ini nampaknya akan terus berlanjut di propinsi-propinsi lain. Maka tidaklah mengherankan jika majalah berita Gamma menulis: Penyerangan terhadap Matori diduga hanya sebagai peringatan. Sasaran utamanya adalah Gus Dur. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Mar 2000 jam 17:04:22 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
