----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kompas, Selasa, 7 Maret 2000

IMF dan Bank Dunia Alat Hegemoni Ekonomi Barat

Tokyo, Senin

Sudah jadi tradisi, Dana Moneter Internasional (IMF) dipegang
orang Eropa, sementara Bank Dunia dipimpin orang Amerika. Itu
sebabnya, kedua lembaga keuangan internasional ini tak pernah
bisa memandang dunia sebagai satu keseluruhan, tetapi hanya dari
kacamata orang-orang Eropa dan Amerika saja. Tidak heran kalau
IMF dan Bank Dunia sering dituding sebagai alat hegemoni ekonomi
Barat.

Demikian pandangan Perda-na Menteri (PM) Malaysia Mahathir
Mohamad yang dituangkan lewat tulisannya di harian Jepang,
Mainichi, Senin (6/3). "IMF tidak melaksanakan tugasnya dengan
baik, karena kaku dan terlalu berkiblat ke Eropa. IMF tidak
memandang dunia sebagai satu keseluruhan, tetapi memandang dunia
dari pandangan Eropa dan AS. Itu sebabnya IMF tidak memahami
gaya Asia," tulisnya.

Mahathir kemudian melancarkan kecaman hegemoni ekonomi Barat
terhadap perekonomian global dengan mendukung pencalonan
Direktur Pelaksana IMF yang bukan dari Eropa maupun AS. Mahathir
mencalonkan mantan Wakil Menteri Keuangan (Menkeu) Jepang Eisuke
Sakakibara, sebagai Direktur Pelaksana IMF.

Mahathir berpendapat, krisis ekonomi Asia yang dipicu hancurnya
nilai mata uang negara-negara di Asia tahun 1997 bukan bersumber
dari merebaknya KKN, tetapi karena "manipulasi" para pedagang
valuta asing (valas) Barat. Sebelumnya Mahathir pernah
mengatakan, kebijakan uang ketat IMF yang didasari perkiran-
perkiraan yang salah selama masa krisis justru membuat
perekonomian Asia makin memburuk.

Mahathir menggambarkan Sakakibara sebagai orang yang luas
wawasannya. Mahathir mengatakan, Sakakibara yang mendapat
julukan sebagai "Mr Yen" karena pengaruh ucapannya yang kuat di
pasar uang selama dia menjadi Wakil Menkeu, "Tidak membatasi
dirinya dengan pandangan yang sempit."

"IMF hanya mengenal satu cara, padahal kami butuh orang yang
berpandangan melampaui batas-batas dunia, yang tidak membatasi
dirinya pada kelompok etnis tertentu saja," lanjut Mahathir.

Mahathir berpendapat, "Sakakibara punya pengalaman yang cukup.
Dia berpendidikan Barat dan sudah sangat akrab dengan orang-
orang Eropa dan Amerika, seperti halnya dia mengenal baik orang-
orang Asia." Sejak berhenti sebagai birokrat senior Juli lalu,
Sakakibara bekerja sebagai profesor di sebuah perguruan tinggi
elite di Tokyo, Universitas Keio. (AFP/Reuters/win)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Mar 2000 jam 04:38:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke