---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Serambi Indonesia Minggu, 05 Maret 2000 Di Aceh Barat Dua GAM Tewas, Satu TNI Luka *PNS dan Masyarakat Berikrar Serambi-Meulaboh Dua anggota GAM tewas tertembak dalam insiden kontak senjata di kawasan Pantecermin, Kecamatan Kaway XV, Aceh Barat, Sabtu (4/3) sore. Salah seorang anggota GAM yang tewas itu, diidentifikasi bernama Nyak Kula AR, warga Desa Manjeng, kecamatan itu. Sedangkan satu lainnya, belum diketahui identitasnya. Dalam peristiwa itu, seorang anggota TNI Yonif 112/DJ Pratu Edi Ham Pohan juga terkena tembakan. Tapi, menurut keterangan aparat, peluru hanya melukai bagian kening sebelah kanan. Ia dirawat di RS Kesdim Meulaboh dan menurut rencana ia akan dirujuk ke Medan. Menurut Danrem 012/TU Kolonel Czi Syarifuddin Tippe melalui Dandim 0105 Aceh Barat Letkol Inf Widhagdo kepada Serambi, insiden tersebut diawali ketika kelompok GAM melakukan penghadangan terhadap anggota masyarakat yang akan menghadiri kegiatan silaturrahmi dengan Danrem Syarifuddin di lapangan Peureumeu, Kaway XVI. Dalam penjelasannya Dandim didampingi Komandan Unit Intel-nya Letda Inf Agus Supomo, Danramil Kaway XVI Letda Inf Jamiral. Hingga berita ini diturunkan tengah malam tadi, tidak ada penjelasan pers dari pihak GAM tentang peristiwa di Pantecermin itu. Menurut keterangan Dandim Widhagdo yang dibenarkan Kapolres Aceh Barat Letkol Pol Drs Her Aris Sumarman, setelah diperoleh informasi adanya kelompok GAM yang melarang masyarakat menghadiri acara pertemuan dengan Danrem, pasukan gabungan TNI/Polri langsung menuju ke kawasan Pantecermin. Ketika pasukan gabungan TNI/polri menuju lokasi, pihak GAM (menurut aparat) mengendarai 24 unit sepeda motor, melakukan penyerangan terhadap pasukan TNI/Polri yang berjumlah satu regu. Dalam penyerangan tersebut, Pratu Edi Ham Pohan anggota Yonif 112/DJ tertembak dan melukai bagian kening sebelah kanan. Meskipun salah seorang teman mereka terkena tembakan, pasukan gabungan langsung memberi perlawanan sambil melakukan pengejaran terhadap kelompok GAM tersebut. Dalam pengejaran yang sempat diwarnai kontak senjata, aparat menembak dua anggota GAM hingga tewas di tempat. Menurut Widhagdo, satu dari dua anggota GAM yang tewas itu adalah Nyak Kula AR, warga Desa Manjeng, Kecamatan Kaway XVI. Sedangkan seorang lainnya hingga kemarin belum diketahui identitasnya. Menyerah Sementara itu, sesuai dengan pernyataan insaf yang disampaikan Ali Syuib (Pangsagoe Wilayah Woyla) sekitar 2.473 orang personil GAM Kecamatan Woyla, Aceh Barat, kemarin, menyerahkan diri di hadapan Danrem 012/TU Kolonel Czi Syarifuddin Tippe. Acara yang dipusatkan di Keude Kuala Bhee, Ibukota Kecamatan Woyla juga diikuti sekitar 3.000 masyarakat dengan menyatakan ikrar kesetiaan kepada negara RI. Sorenya, Danrem Syarifuddin dalam kegiatan silaturrahminya ke Kecamatan Kaway XV, Aceh Barat, juga menerima pernyataan kesetiaan dari 4.000 warga setempat. Disamping itu, Jumat (3/3) malam, pegawai negeri sipil (PNS) yang terlibat langsung dalam GAM juga menyerah di hadapan Danrem. Pernyataan insaf dari PNS yang terlibat GAM itu, disampaikan oleh Amir Faisal. Isi pernyataan insaf pada tiga lokasi yang berbeda itu, tidak jauh berbeda. Antara lain dinyatakan, "Kami dengan sadar kembali kepada pangkuan ibu pertiwi, dan berjanji tidak akan terlibat lagi dalam GAM maupun dalam gerakan separatis lainnya." Sedangkan seluruh PNS di Aceh Barat, baik di jajaran pemda maupun instansi vertikal dan BUMN/BUMD pernyataan kesetiaan kepada negara RI masing-masing disampaikan oleh Kakansospol Drs Hasyim Ibrahim (mewakili PNS lingkup pemda), Kakandepdikbud Aceh Barat Dra Cut Suwarni MScED (mewakili PNS instansi vertikal), dan mewakili BUMN dan BUMD oleh Johan Arifin (Kepala BPD Aceh Barat). Dalam acara silaturrahmi yang turut dihadiri Bupati Aceh Barat Drs Nasruddin MSi, Pembantu Gubernur Wilayah III Drs Zulkifli Jafar, Ketua DPRD Drs Sofyan S Sawang, Danrem mengingatkan bagi personil GAM yang selama ini pernah mengambil milik orang lain dalam bentuk apa saja, setelah sadar dan insaf supaya bisa bermusyawarah dengan masyarakat dalam upaya penyelesaian secara kekeluargaan.(tim) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Mar 2000 jam 04:38:34 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
