----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Suara Pembaruan, 7 Maret 2000

Investor Asing Mulai Tertarik Tanam Modal di Indonesia

Jakarta, 7 Maret

Investor asing mulai tertarik menanamkan modalnya di Indonesia,
karena adanya keyakinan bahwa perekonomian negara ini akan
segera pulih, meskipun beberapa tahun belakangan ini berita-
berita tentang Indonesia di Eropa banyak yang negatif.

''Kami yakin perekonomian Indonesia akan jauh lebih baik
demikian juga suhu politik dan sosial. Dengan kepemimpinan
Presiden Gus Dur yang sangat dihormati di benua Eropa, kondisi
Indonesia akan makin membaik,'' kata Presiden Direktur PT Les
Nouveaux Constructeurs Premier Real Properti Indonesia
(Premier), Olivier Mitterrand di BSD Tangerang, Senin (6/3).

Premier, investor asal Prancis, menanam investasi tahap pertama
Rp 30 miliar dalam pembangunan rumah bergaya Perancis di Kota
Mandiri Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang. Di kawasan Executive
Residence Le Premier Village ini akan dibangun 85 unit rumah,
areal rekreasi dan fasilitas keluarga dalam satu areal cluster
di atas lahan sekitar tiga hektar.

Kepercayaan

Sementara itu, Direktur Utama PT BSD Budiarsa Sastrawidjaya
mengatakan, sejak awal memang kepercayaan investor asing untuk
bekerja sama dengan BSD sudah terbukti, dengan masuknya puluhan
investor dari delapan negara, yaitu Jerman, Prancis, Swiss,
Amerika, Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Malaysia. Namun
dua tahun terakhir, investasi asing agak tersendat.

''Kita memang baru bangkit dari keterpurukan akibat hantaman
krisis ekonomi. Namun saat ini pihak asing menilai, menanam
investasi properti di Indonesia akan sangat menguntungkan.
Buktinya, Premier mulai menanam investasi.

Selain itu kami masih melakukan negosiasi kerja sama dengan
beberapa investor dari tiga negara asing,'' katanya.

Rupiah

Sementara itu, Olivier mengatakan, dengan posisi rupiah yang
melemah, memang investasi di Indonesia saat ini tergolong mahal.
Baik biaya konstruksi maupun harga jual, 30 persen lebih mahal
di Indonesia dibanding Eropa.

''Namun kerja sama ini kami yakini memiliki prospek cerah,''
kata pimpinan Premier yang sudah 30 tahun bergerak dapam bidang
properti dan berhasil membangun 600 proyek properti dengan
40.000 unit rumah di berbagai negara.  (N-6)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Mar 2000 jam 04:26:37 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke