---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kompas, Rabu, 8 Maret 2000 KSAD: Rakyat adalah Raja Cimahi, Kompas Tentara Nasional Indonesia tetap berkomitmen mendorong masyarakat agar bisa mandiri, sebagai hakikat dari pembentukan masyarakat madani, karena rakyat adalah raja. TNI sendiri back to basic, yaitu kembali ke khitahnya sebagai tentara rakyat yang mengayomi dan melindungi rakyat. Demikian Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tyasno Sudarto usai membuka rapat pembinaan teknis kecabangan artileri, kavaleri, infanteri, dan zeni, di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, Selasa (7/3). Rapat dihadiri sejumlah Panglima Komando Daerah Militer dan komandan satuan, di antaranya tampak Panglima Komando Daerah Militer VII/Wirabuana Mayjen Agus Wirahadikusumah. Rakyat sebagai raja, katanya, rakyat menjadi tuan di negerinya sendiri. Artinya, masyarakat dikedepankan oleh TNI. "Kita ini dorong untuk segera bisa mandiri. Itu hakikatnya penciptaan masyarakat madani. Jadi mengusahakan secepat mungkin terjadinya suatu kemandirian masyarakat," kata Tyasno. Ia mengatakan, dengan kemandirian masyarakat, maka daya tahan masyarakat terhadap hakikat ancaman menjadi tinggi. Ini sebetulnya adalah inti tugas TNI. Kalau sudah bisa mengatur dirinya, tidak akan terjadi kerusuhan, tidak ada subversi dari luar, 'kan ditanggulangi oleh mekanisme di dalam masyarakat itu sendiri. Tyasno mengatakan, istilah back to basic itu berbeda dengan back to barrack. "TNI itu sejak lahirnya dan sampai sekarang tidak bisa dipisahkan dari rakyatnya, karena hidup dan kekuatan TNI berada dalam kemanunggalannya dengan rakyat. Jadi kalau back to barrack, konotasinya TNI itu dipisahkan dengan rakyat. Itu tidak benar," katanya. Pembinaan teritorial Dalam pengarahannya kepada para komandan satuan itu, Tyasno menekankan kembali istilah back to basic, yang berarti artinya TNI kembali kepada profesionalisme keprajuritannya. "Apa sih sebenarnya tugas pokok dan fungsi TNI? Itu adalah basic TNI, sedangkan tugas tambahan bisa saja diberikan sesuai situasi dan kondisi. Jika terjadi kekacauan, ada kemungkinan kita bisa dimintai oleh masyarakat untuk bertugas lain di luar tugas pokok TNI itu sendiri. Tetapi yang penting, TNI harus melaksanakan sebaik-baiknya tugas pokoknya. Itu adalah basic kita," katanya. Menyinggung pembinaan teritorial ke depan, Tyasno mengatakan, hakikat dari pembinaan teritorial hendaknya tetap dipertahankan, karena merupakan kekuatan dari TNI. Namun, soal nama dan organisasinya disesuaikan dengan perkembangan zaman. Ditegaskan, pembinaan teritorial itu jangan menyimpang dari hakikatnya. "Karena terus terang saja, di masa lalu ada penyimpangan atau bias dari pembinaan teritorial, yang akhirnya hanya untuk kepentingan segolongan atau segelintir manusia. Itu keluar dari khitah TNI," ujarnya. Sehubungan itu, pembinaan teritorial yang menyangkut soal organisasi, akan disesuaikan dengan kepentingan dan kebutuhan zaman. "Apakah nanti bentuknya tetap Komando Daerah Militer (Kodam) atau ada bentuk lain, ini dalam kajian kita. Tetapi yang paling penting adalah hakikatnya," katanya. (bur/nar) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 10 Mar 2000 jam 02:40:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
