---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KONGRES RAKYAT ACEH (KRA) BARANG LAMA KEMASAN BARU BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Senin 13/3/2000). Elemen kelas menengah Aceh mencoba untuk menggelar apa yang disebut Kongres Rakyat Aceh (KRA), yang nantinya akan menentukan sikap politik rakyat Aceh dan akan menunjukkan orang-orang yang akan menjadi negoisator mewakili rakyat Aceh untuk menjadi penyambung antar rakyat Aceh dan negara. Kautsar, Ketua Umum Komite Sentral Organisasi Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (KSO-SMUR Aceh) kepada Radio Nikoya FM, Senin (13/3/2000) mengatakan, "hajatan ini sebenarnya bukanlah hal baru, tetapi hanyalah bentuk/barang lama dari Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh (MKRA), Musyawarah Rakyat Aceh (MRA), Duk Pakat Rakyat Aceh (DPRA) yang gagal dilaksanakan setelah mendapat hambatan dari berbagai elemen rakyat dan saat ini dikemas dengan kemasan baru yang memakai nama Kongres Rakyat Aceh (KRA), pada awalnya nasib pelaksanaan KRA ini juga mendapat hambatan dari komponen mahasiswa, namun setelah 'Kongres Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau (KOMPAS II)' Februari kemarin, melalui Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), merekomendasikan KRA sebagai agenda kerja kedepan. Dalam KOMPAS manyoritas peserta Meng-amini gagasan ini, kecuali hanya KSO-SMUR, WAKAMPAS, FORBES, dan FORDAS yang tidak sepakat dengan KRA yang ditandai dengan walk out-nya dari arena KOMPAS II itu", katanya. Menurut Kautsar, "Jikapun KRA menjadi keharusan untuk dilaksanakan saat ini maka ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab, seperti siapakah representasi rakyat Aceh ?, berbicara soal representasi rakyat, maka dibutuhkan sebuah mekanisme demokrasi untuk mengukur tingkat representasi itu dan ini hanya bisa dibuktikan melalui sebuah mekanisme Pilihan Raya yang memakai sistem distrik. Dimana setiap rakyat pada tingkatan distrik punya kesempatan memilih dan mengontrol wakilnya secara langsung dan demokrasi, maka siapapun yang ingin mengikuti Kongres Rakyat Aceh (KRA) itu, diharuskan mengikuti pemilihan untuk di pilih mewakili distiknya atau mewakili rakyat dalam distrik wilayah pemilihannya. Jika ini tidak dipenuhi dan KRA dipaksakan juga maka yang dikhawatirkan adalah terjadinya pemotongan keikutsertaan rakyat dalam proses pengambilan kebijakan pada tingkatan bawah dan ini merupakan tindakan pengebirian demokrasi terhadap rakyat, dimana harkat martabat mereka ditentukan oleh sebagian elit yang nota benenya adalah kelas menengah, kemudian pertanyaan lainnya yang harus dijawab, apakah proses demokrasi dapat berlansung dibawah todongan senjata ? jika Pilihan Raya menjadi sebuah keharusan maka untuk ini diperlukan sebuah suasana yang kondusif dimana rakyat secara bebas dapat mengapresiasikan sikap politik mereka. Suasana ini tidak dapat berlansung ketika operasi militer yang meng-atasnamakan operasi KAMTIBMAS dan praktek-praktek militerisme lainnya belum segera dicabut dari Aceh. Tesis di negara manapun juga belum bisa membuktikan bahwa demokrasi dapat berlansung dibawah todongan senjata. Untuk realitas Aceh saat ini hal inilah yang menjadi tuntutan riil rakyat menuju kearah dialog demokrasi antar rakyat dan negara," tutur Kautsar. Berdasarkan pandangan itu, KSO-SMUR sebagai salah satu organisasi mahasiswa pro-demokrasi di Aceh itu, mengajak semua elemen mendiskusikannya secara lebih mendalam demi tegaknya sebuah proses bagi demokratisasi di Aceh kedepan dengan menekankan pada pentingnya sebuah proses, dimana sebuah keputusan yang baik nantinya, haruslah dilalui melalui sebuah mekanisme proses yang baik pula. (Tim). News Division RADIO NIKOYA 106.15 FM Banda Aceh Hit Radio Station UNESCO Local Radio Network www.nikoyafm.2000c.net ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 Mar 2000 jam 16:26:50 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
