----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PENJEGALAN EROS DAN MOTIF EKONOMI TAUFIK KEIMAS

        JAKARTA, (SiaR, 14/3/2000). Eros Jarot, sutradara film, pencipta
lagu, pemimpin redaksi dan politisi PDI Perjuangan itu belum tentu bisa
mengikuti Kongres PDI P mendatang di Semarang, kendati Ketua Umum PDI-P,
Megawati Soekarnoputri sudah menganulir keputusan pengurus DPC Jakarta
Selatan.

        Penjegalan Eros dilakukan kubu Taufik Kiemas, yang juga suami
Megawati, berkaitan perseteruan kubu Eros dengan Taufik yang sudah lama
terjadi. Bahkan menurut sumber SiaR dikalangan DPP PDI Perjuangan, ketakutan
kubu Taufik itu disebabkan adanya usulan kubu Eros dan kubu progresif di
dalam PDI perjuangan untuk membangun partai secara modern lewat "party
building" atau pembangunan partai.

        "Taufik dan kawan-kawannya diuntungkan secara ekonomis dengan sistem
partai yang ada sekarang", ujar sumber tadi.

        Hal itu bisa dilihat lewat manuver kelompok ini sebagai broker
beberapa pencalonan direktur BUMN, seperti pancalonan Dirut Pertamina,
"Broker politik demi keuntungan pribadi seperti ini yang harus dibersihkan,"
ujarnya.

        Memang menurut pantauan SiaR, beberapa kroni Taufik Kiemas
mendapatkan keuntungan karena berada di sekeliling Megawati Soekarnoputri.
Seperti Roy BB Janis saat pemilihan ketua DPRD mengalihkan suara anggota
PDI-P ke kubu Soetiyoso dengan bayaran memperoleh beberapa proyek Pemda DKI
Jaya. Kemudian Taufik Kiemas sendiri sempat menjadi komisaris di Texmaco
Group milik Marimutu Sinivasan sebagai suap agar kasus Texmaco dipetieskan.

        Di kasus pencalonan Dirut Pertamina, kroni Taufik juga bermain. Ada
empat calon Dirut Pertamina, yakni: Hatta Radjasa (Poros Tengah), Arifin
Panigoro (PDI-P), dan John Karamoy (Dirut Medco), dan Baihaqi Hakim mantan
Dirut Caltex Indonesia. Para kandidat itu  masing-masing memberi upeti
kepada Taufik Kiemas agar bisa merebut posisi empuk itu. Hatta konon
menyumbang dana sekitar Rp 1,5 miliar begitupun Arifin Panigoro.

        Sementara Baihaqi Hakim yang akhirnya terpilih harus memberi Taufik
konsesi beberapa proyek pengeboran dan diperkenankan menitipkan beberapa
kroninya sebagai pimpinan di sebuah anak perusahaan Caltex. ***

- - ----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Mar 2000 jam 11:21:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke