---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Zulfahri:Tak Tepat Kecam Mahathir Reporter: Arifin Asydhad detikcom - Jakarta, Sekjen GAM Don Zulfahri menyesalkan komentar Biro Penerangan ASNLF Musanna Tengku Abdul Wahab yang mengecam PM Malaysia yang menyatakan agar Aceh tetap bagian RI. Kecaman itu menurut Zulfahri tak tepat karena disampaikan Mahathir saat di Jakarta. "Menurut saya juga tidak tepat bila kita menolak uluran tangan Malaysia untuk menjadi orang tengah (mediator)," kata Zulfahri dalam e-mailnya yang diterima detikcom, Senin (13/3/2000). Pernyataan ini membalas ucapan Musanna, jubir ASNLF AS seperti dikutip dari Radio Nikoya FM Banda Aceh yang mengkritik ucapan Mahathir. Alasan Zulfahri tetap menerima Malaysia sebagai mediator, adalah karena Malaysia sebagai sebuah negara pendiri ASEAN tentu saja tidak mungkin menyatakan mendukung kemerdekaan Aceh secara terbuka dan merupakan tugas Mahathir sebagai PM Malaysia untuk mengeluarkan pernyataan sedemikian. Dalam berpolitik, menurut Zulfahri, suasana dan sikap negara-negara anggota ASEAN perlu juga dipahami. Walaupun kadangkala terasa menyakitkan, harus ditanggung dan banyak bersabar. "Sesungguhnya hati nurani Malaysia bukan seperti yang diucapkan Mahathir dan saya yang sudah 20 tahun bermukim di Malaysia lebih mengerti cara orang Melayu berpolitik," kata Zulfahri. Menurut dia, adalah perlu sekali menjaga hati Malaysia karena 95% (50,000 jiwa) bangsa Aceh yang melarikan diri dari penindasan dan kebrutalan Indonesia adalah bernaung dan ditampung oleh Malaysia. Sebab, bila ada salah bicara dan tidak tau berterimakasih kepada Malaysia, bisa-bisa semua diusir dari Malaysia. "Mau lari kemana lagi kita? Mau lari kemana lagi nantinya rakyat Aceh intimidasi dan ancaman TNI/Polri di Aceh?" Ditambahkan, uluran tangan Malaysia untuk menjadi mediator juga tidak perlu ditolak dengan pernyataan Mahathir tersebut. Untuk meligitimasikan masalah Aceh menjadi masalah internasional, maka kita perlu diterima negara ketiga (siapapun dia) untuk menjadi mediator. Sebab, kalau tidak masalah Aceh akan tetap menjadi masalah internal Indonesia. Diakui, sesungguhnya yang menentukan merdeka tidaknya Aceh adalah bangsa Aceh sendiri. Dan, oleh karena itu tak perlu mencari musuh dengan negara ketiga, karena dia merasa musuhnya adalah RI. "Negara kitiga (siapapun dia) perlu kita dekati, kalau perlu kita bujuk untuk membantu kita, bukan kita tentang." "Saya harap sikap-sikap seperti Musanna dkk ini tidak akan berulang lagi, kalau tidak nantinya satu dunia akan memusuhi bangsa Aceh dan bagaimana kita mau merdeka?" kata Zulfahri mengakhiri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Mar 2000 jam 15:44:54 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
