----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Antara, 14 Maret 2000

TNI `RAMPAS` 291 SENJATA API MILIK EKS MILISI

Denpasar, 14/3 (ANTARA) - Sebanyak 291 pucuk senjata api
berbagai jenis, dirampas dalam suatu razia yang dilancarkan
pihak TNI di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di
dekat daerah perbatasan provinsi itu dengan Timor Timur
(Timtim).

"Razia tersebut dilakukan kepada eks para milisi pro-integrasi
yang sejak pasca jejak pendapat mengenai Timtim, ramai-ramai
pergi mengungsi ke wilatah Indonesia, terutama NTT," kata
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kiki Syahnakri di Bandara Ngurah
Rai Denpasar, Selasa.

Ia mengungkapkan, dari peralatan perang yang berhasil disita
sebanyak itu, sebagian besar merupakan senjata api hasil
rakitan, di samping ada juga yang standar TNI atau bedil bekas
peninggalan penjajah Portugis.

Didampingi Kapuspen TNI Marsda TNI Grahito Usodo, Pangdam
menjelaskan, selama pergolakan di Timtim, TNI pernah kecurian
senjata. "Ada beberapa pucuk senjata milik TNI yang sempat
hilang, dan sebagian diantaranya sudah ditemukan melalui operasi
pelucutan itu," ucapnya.

Menjawab pertanyaan apakah dari sejumlah senjata hasil rakitan
itu ada yang diproduksi oleh kalangan perajin senjata di
Cipacing, Jawa Barat, Pangdam mengatakan tidak menemukan itu.
"Mereka, para anggota eks milisi yang melakukan perakitan
sendiri atas senjata-senjata yang mereka pakai," ucapnya.

Namun, kata Pangdam, semua upaya yang mengarah pada lebih
terjaminnya situasi keamanan di daerah perbatasan, tidak pernah
menjadi perhatian pers asing dalam penyiarannya.

Kalangan pers asing, kata panglima, malah lebih banyak
menggembar-gemborkan tentang kejelekan Indonesia menyangkut
sejumlah peristiwa yang terjadi di kawasan perbatasan NTT-Timtim
belakangan ini.

Menurut Pangdam, dalam beberapa pekan terakhir, pihak UNTAET
mencatat sebanyak 16 insiden telah terjadi di kawasan perbatasan
itu. "Ironisnya, semua insiden tersebut disebutkan bahwa pihak
Indonesia yang punya ulah," ucapnya.

Padahal, kata Pangdam, Indonesia dalam hal ini TNI, sama sekali
tidak memiliki kepentingan dan keuntungan apa-apa dari seluruh
aksi yang meletus di daerah perbatasan ini.

"Untuk apa kita mengojok-ojok orang agar melakukan serangkaian
aksi kejahatan, sementara kita sendiri tidak memetik untung atau
merasa berkenpentingan tentang itu, " kata panglima.

Usai bertemu dengan sejumlah wartawan di Denpasar, Pangdam
bergabung dengan rombongan Kapuspen TNI dan sejumlah wartawan
Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke perbatasan NTT-Timtim.

(U.DPS-RU-DPS-05/DPS-02)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Mar 2000 jam 08:48:45 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke