----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Jakarta, 13 Maret 2000

SIKLUS KEBANGKITAN RISALAH YANG DITUNGGU
Raden Budiman
Jakarta - INDONESIA

Diskusi/polemik beginian bisa diambil manfaatnya jika memang ada
manfaatnya dan bisa menjemukan bila yang membaca sudah mempunyai tingkat
kebutuhan intelektual yang transendental. Saya sepakat dengan para
pembicara ini bahwa mereka berbicara pada latar "teori sajah" bukan
latar praktis apalagi langkah nyata. Para pembicara tidak jelas sebagai
tokoh yang berbicara atas kepentingan siapa dan untuk kepentingan siapa.
Tanggapan Sdr. Markus Solo <[EMAIL PROTECTED]> lebih
membuat suasana "mumet" dari pada suasana "terang".

AL-HAQ SUDAH DATANG

Penggunaan istilah yang tidak qurani semakin memperjelas siapakah yang
membela al-Haq dan siapakah pembela kebathilan. Harap maklum sajah bahwa
Alloh menilai perkara hanya dengan logika haq-bathil sajah, tidak yang
lain (berlaku hanya untuk orang beriman sajah). Apapun ceritanya dan
bagaimanapun argumentasi manusia, ujung-ujungnya harus bisa menjawab
"al-Haq ?" atau "bathil ?". Percuma dan memboroskan energi bila kedua
pertanyaan itu tidak bisa dijawab oleh para pembicara. Selain itu,
hasilnya tidak akan memperbaiki kondisi psikologis pembicaranya.

Al-Haq sudah datang dan kedatangannya tidak bisa ditolak oleh siapapun.
Masalahnya, ada yang sudah tahu dan ada yang belum tahu serta ada yang
tidak
mau tahu.

Bila kita bicara pada latar praktis yang ada hanya perjalanan risalah
Muhammad saw, tidak ada yang lain. Ciri khas perjalanan risalah beliau
saw adalah terbelahnya manusia menjadi dua kubu (al-furqon) yaitu kubu
pembela risalah dan kubu musuh risalah itu saja. Berbagai argumentasi
apapun tidak bisa mengalahkan bukti perjalanan risalah beliau saw.

PENEGAKKAN RISALAH

Penegakkan risalah yang dipimpinnya membawa manusia pada derajat yang
mulia di hadapan Alloh yaitu manusia pengabdi al-Kholiq bukan manusia
pengabdi manusia lain. Penegakkan risalah membawa manusia kepada derajat
kemanusiaan yang tertinggi di hadapan manusia. Walaupun penegakkan
risalah bukan upaya kekerasan tetapi perjalannya pasti diwarnai oleh
kekerasan (prinsip) bahkan peperangan. Kekerasan dan peperangan yang
timbul selama penegakkan risalah karena terjadi perlawanan dari para
musuh risalah (sudah fitrah musuh selalu membuat kerusakan). Maka perlu
usaha melawan musuh dalam rangka menyelamatkan risalah. Tidak ada musuh
yang berniyat baik, semua musuh pasti berniyat jahat dan kejam.

Apakah bisa dijamin bahwa Sdr.Markus Solo
<[EMAIL PROTECTED]> atau Sdr.Bambang E atau Sdr.Ahmad S
sebagai kawan dalam menegakkan risalah Muhammad saw ? Tidak ada yang
bisa menjamin.

Tegaknya risalah Muhammad saw adalah satu tidak dua atau tiga. Kekuasaan
dunia telah mengalami siklus barat dan timur. Masing-masing sudah Alloh
beri kesempatan untuk berkuasa. Bahkan di lingkup terkecil wilayah
negara sekalipun Alloh sudah mentaqdirkan suatu siklus pemerintahan
antara suatu partai penguasa dengan partai penguasa lainnya.

BANGKITNYA KEMBALI RISALAH MUHAMMAD SAW

Yang belum terjadi dan sedang ditunggu siklusnya ialah bangkitnya
kembali risalah Muhammad saw untuk diberlakukan di seluruh muka bumi
(planet bumi). Siklus pengulangan ini hanya berlaku bagi yang mengimani
sajah, tidak berlaku bagi yang tidak tahu dan tidak mau tahu.

Kebangkitan risalah Muhammad saw hanya akan dijalankan oleh para hamba
Alloh yang terpilih. Tentu saja perjalanan kebangkitan risalah akan
bertemu dengan musuh. Dan musuh inilah yang akan berusaha sekuat tenaga
untuk menghalangi kesuksesan perjalanan kebangkitan risalah beliau saw.
Musuh tidak mengenal HAM apalagi hak hidup risalah.

Maka wajar dalam perjalanan kebangkitan ini banyak masyarakat awam
menjadi korban kebiadaban mereka. Apakah risalah harus menyerah kepada
musuh ? Masyarakat akan aman dan terjamin bila risalah beliau saw sudah
wujud. Jangan berharap jaminan HAM kepada musuh risalah.

SIKLUS KEBANGKITAN RISALAH YANG DITUNGGU

Siklus kebangkitan risalah adalah yang ditunggu oleh orang-orang yang
beriman kepada Alloh & yaumil-akhir. Siklus kebangkitan risalah adalah
mimpi buruk bagi para musuh risalah.

Ala Eropa, ala Amerika atau ala apapun adalah habitat yang "dibolehkan"
hidup di dunia. Yahudi, Kristen, Islam adalah sistem yang bersaing dalam
kehidupan dunia. Adalah naluri manusia mempertahankan kelangsungan
hidupnya.Ikan tidak bisa hidup di darat. Ikan laut tidak bisa hidup di
air tawar.

Muslim tidak terjamin kelangsungan hidupnya di habitat Yahudi atau
Kristen. Muslim harus hidup di habitat nya sendiri. Hukum Alloh harus
berlaku di habitat yang tepat. Hukum Alloh tidak bisa hidup di habitat
Yahudi atau Kristen. Tidak ada habitat bila tidak ada otoritas wilayah.

MANUSIA BUKAN SUBYEK KEHIDUPAN DIHADAPAN ALLAH SWT

Manusia bisa bicara apapun dan atas dasar kepentingan apapun bahkan atas
dasar ketakutan dan kekhawatiran. Yang jelas manusia bukan subyek
kehidupan dihadapan Alloh. Alloh adalah penentu jalan kehidupan, manusia
hanya mengikuti alur yang telah ditetapkan. Bagi yang beriman kepada
Alloh & RosulNya & yaumil-akhir hanya satu hal yang dipertahankan yaitu
konsistensi menjalani skenario kebangkitan risalah.

Inilah sedikit pendapat saya terhadap POLEMIK ABSURD AHMAD S. DAN
BAMBANG E yang rajin dibumbui oleh Sdr.Markus Solo yang ingin berperan
sebagai "penengah".

Raden Budiman
[EMAIL PROTECTED]

--------

Innsbruck, 13 Maret 2000

POLEMIK ABSURD AHMAD S. DAN BAMBANG E.
Markus Solo
University of Innsbruck - AUSTRIA

Saudara Ahmad Sudirman yang terhormat,

menyedihkan sekali, saat menyimak polemik Saudara dengan Saudara Bambang

Ekalaya dalam surat2 terakhir, yang tiba di Box saya. Mengapa demikian?

1. Anda berdua berdiskusi tentang sebuah tema yang masing2nya mewakili
posisi yang berbeda, walaupun sesama Muslim.

Sudirman, sejauh mengklaim diri jelas2 (sejauh nada tulisan , artinya
teoretis - praxis, soal lain lagi!), adalah Penganut paham Islam garis
keras dan mengidealisasikan sebuah sistim kehidupan bernegara dan
berbangsa dengan corak islam (saya sengaja tidak menggunakan kata
"dasar" menggantikan kata "corak" - karena kedua kata ini mengandung
perbedaan sangat besar dan kalau disalahgunakan, berakibat porakporanda
dan fatal!) - dan sesuai ajaran Al-Qur'an, semoga hanya "Allah" yang
berkuasa ("Allah" di sini adalah sebuah "terminus technicus" bukan dalam
pemahaman agama2 monotheistis, karena "Allah" dengan semua sifatnya
adalah definisi agama bersangkutan, jadi sifatnya sudah relatif").

Saudara Bambang Ekalaya adalah seorang Muslim moderat, yang mungkin
sudah demikian berdasarkan pendidikan dalam keluarga semasa kecil, atau
memang telah memahami arti agama Islam dalam konteks pluriformitas
bangsa (seperti negara asalanya Indonesia), atau mungkin telah banyak
berpengalaman dalam negara Amerika dengan realitas kehidupannya yang
serba pluriform, baik secara sosial, agama, etnis, kultur, dll.

---saya delete---

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Mar 2000 jam 07:36:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke