----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

APARAT KEAMANAN SISIR DESA TEMPAT PERTEMUAN BONDAN & SAFE'I.

BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM, Sabtu (18/3/2000).
Penghargaan terhadap nilai universal Hak Asasi Manusia terhadap warga sipil
tak bersenjata di Daerah Istimewa Aceh terus diabaikan oleh aparat keamanan
dalam mengejar Panglima Angkatan Perang Aceh Merdeka serta gerilyawan GAM
sebagai target Operasi Sadar Rencong III, di Kabupaten Pidie, Sabtu pagi,
sehingga menimbulkan ketakutan bagi penduduk sipil di sekitar wilayah yang
dilakukan penyisiran oleh 5 truk pasukan aparat, dalam akitifitasnya aparat
menggedor rumah rumah penduduk disekitar desa-desa tempat dimana sehari
sebelumnya dilakukan pertemuan silaturrahmi antara Sekretaris Negara, Bondan
Gunawan dan Panglima Tengku Abdullah Safe'i, bahkan aparat dengan paksa
menendang pintu rumah warga yang sedang terlelap tidur. Menurut laporan
sebuah stasiun radio swasta di Pidie, tidak sedikit warga yang dianiaya oleh
aparat, seperti dihajar dan di injak-injak dengan sepatu laras militernya
sehingga mengakibatkan luka-luka serius. Berita kebrutalan aparat dalam
operasi penyisiran itu dengan cepat merebak ke seluruh Pidie, sehingga
membuat masyarakat lainnya semakin ketakutan.

Berkaitan dengan berbagai tindakan kekerasan aparat yang menimpa warga sipil
itu, Mukminan, Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah
Kuala Banda Aceh, kepada Radio Nikoya-FM, Sabtu (18/3/2000), mengatakan,
"kami sangat mengharapkan pihak aparat keamanan agar dalam menjalankan
tugasnya selalu berpegang pada peraturan yang berlaku dan sesuai dengan
prosedur hukum, sehingga hak asasi manusia betul betul dihargai, salah satu
yang terpenting bagi aparat dalam menjalankan tugasnya, harus mengedepankan
asas Praduga tak bersalah, yaitu seseorang harus dianggap tidak bersalah
sebelum ada keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum yang tetap,
aparat keamanan juga harus menghargai perasaan keadilan yang tumbuh dan
berkembang dalam masyarakat, sehingga kehadiran aparat ditengah-tengah
masyarakat memberikan manfaat, bukan malah menyengsarakan masyarakat",
katanya.

Jum'at (17/3/2000) kemarin, Presiden Gus Dur, usai shalat Jum'at di Mesjid
Al Munawaroh, Cinganjur, Jakarta Selatan, setelah mendengar laporan hasil
kunjungan Sekretaris Negara Bondan Gunawan ke Aceh, mengatakan, "saya
mengharapkan agar masalah Aceh dapat diselesaikan dengan baik, jangan ada
yang bertindak sendiri-sendiri. Karena orang GAM itu adalah saudara kita
juga� ujar Gus Dur.

Sayangnya itikad baik pemerintah Indonesia Baru itu tak terbukti dalam
implementasinya dilapangan, rakyat Aceh kembali harus mengalami tindakan
kekerasan aparat keamanan yang sedang mengalami kekalutan politik, seperti
yang tuturkan Munir SH, Koordinator Kontras Jakarta kepada Radio Nikoya-FM,
beberapa hari lalu di Banda Aceh, "bukti kekalutan politik itu adalah
sasaran yang tidak jelas dari sebuah operasi. Jadi kalau sekarang aparat
melakukan sebuah operasi untuk GAM, mereka harus membuktikan bahwa operasi
itu efektif hanya dengan GAM, tetapi kalau masih menghantam kesana kemari,
itu namanya kekalutan, artinya, disaign siapa yang harus dihadapi itu nggak
jelas. Satu proses penyelesaian kasus Aceh yang saat ini penting dan
pragmatis, adalah, menghentikan kekalutan politik aparat keamanan untuk
tidak menghantam semua atau menganggap sama, karena hal itulah membuat
masyarakat Aceh tidak punya pilihan", kata Munir.

Selain itu, Muslim, Sekretaris Umum BEM Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh,
kepada Radio Nikoya-FM, Sabtu petang, menuturkan, "kami mengharapkan aparat
keamanan agar tidak melakukan tindakan yang menimbulkan kesan yang
berlebihan terhadap kondisi Aceh, karena hal itu dapat mempengaruhi
psikologis masyarakat dalam melakukan aktifitas sehari-hari yang sudah
sedikit normal, kepada semua pihak agar selalu menghargai setiap perbedaan
yang ada sebagai dinamika dalam kehidupan masyarakat, sehingga dari
banyaknya perbedaan itu akan mempercepat proses penyelesaian problem Aceh".

Sementara itu, Tarmizi Msi, aktivis mahasiswa pro demokrasi dari Solidaritas
Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR Aceh) dalam wawancara khusus dengan Radio
Nikoya-FM, Sabtu Pagi, dalam rangka memasuki dua tahun gerakan mahasiswa di
Aceh dalam memperjuangkan aspirasi rakyat Aceh melalui saluran demokrasi,
mengatakan, "demokrasi tak akan pernah bisa terwujud di Aceh dan diseluruh
Indonesia, jika TNI tak segera dikembalikan barak, karena demokrasi tak
pernah bisa lahir dari ujung laras senjata dan dibawah tapak sepatu militer,
SMUR Aceh tetap mendesak pemerintah pusat untuk segera membubarkan Koramil,
Kodim maupun Kodam, untuk mempercepat proses demokrasi itu", kata Tarmizi.

Dari Pidie, Tengku Ma'ad Muda, Juru Bicara Komando Pusat, Panglima Perang
Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM), kepada Radio Nikoya-FM, membatah keras
pernyataan Segneg Bodan Gunawan, bahwa Tengku Abdullah Safe'i mengharapkan
negara Federasi seperti yang dimuat diberbagai media cetak nasional terbitan
Sabtu (18/3/2000), "apa yang dikatakan Bondan Gunawan kepada Pers di Jakarta
itu keliru dan dibantah oleh Tengku Abdullah Safe'i, Panglima tidak pernah
berbicara soal negara federal dalam pertemuan itu, pertemuanya dengan Bondan
hanyalah silaturrahmi biasa sesama muslim di hari lebaran Idul Adha, bukan
pertemuan politik, Tengku Abdullah Safe'i tetap pada pendiriannya untuk
berjuang membebaskan Aceh Sumatera dari penindasan dan penjajahan kolonialis
imperialis Indonesia-Jawa, soal dialog GAM dan Pemerintah Indonesia-Jawa,
itu terserah pada Wali Negara Tengku DR Hasan M di Tiro di Swedia", kata
Ma'ad Muda melalui telepon. (Tim).

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Mar 2000 jam 15:28:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke