---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Riyadh, 19 Maret 2000 BANGGA DENGAN HUKUM DAN KONSEP BARAT (TANGGAPAN UNTUK PADMANABA) Ros Shahrir Riyadh - SAUDI ARABIA Bismillaahirrahmaanirrahiim Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa; (AlBaqarah;2). Prof. Padmanaba, Izinkan saya untuk menambahkan sedikit penjelasan Syaikh Ahmad Sudirman untuk tulisan anda, yang saya rasa ada sesuatu yang perlu anda ketahui dalam hal ini. Maksud saya, anda sebagai seorang yang bertitel profesor, namun pemikiran dan gaya bicara anda dalam hal ini tidak jauh beda dari orang yang hanya berijazahkan SD. Saya rasa bagusnya anda tetaplah pada bidang yang ada pada anda kini. Dari Pemikiran dan keyakinan anda yang terlalu menjunjung tinggi hukum dan konsep kehidupan Barat, menurut saya adalah salah besar. Disini anda berfihak pada satu sisi positipnya saja, dan menutupi sisi negatipnya, sedang anda tahu dan sangat mengenal fakta buruk yang ada dihadapan anda. Menurut saya, tak usahlah dibesar-besarkan atau di publikkan keyakinan anda ini, dengan alasan seperti yang saya sebutkan diatas. Sedikit mengetahuan buat anda, Padmanaba. Banyak dan teramat banyak para cendikiawan muslim yang tinggal di negara-negara sekuler Barat, yang menurut pandangan anda Barat adalah negara yang super segalanya. Tetapi bagi mereka adalah sesuatu hal yang wajar dan biasa . Tak ada tersirat didada mereka untuk berbangga akan semua yang ada dihadapan mereka ini. Mengapa ? Segala kemajuan canggih tsb sifatnya semu dan relatif. Tak perlu saya utarakan, siapa mereka, anda yang bertitel profesor tentu mengenal salah satu dari mereka. Contoh yang dekat saja yang ada dihadapan kita kini, Syaikh Ahmad Sudirman. Berapa puluh tahun beliau menetap di negeri sekuler ? adakah beliau lupa akan tanah air dan budaya agamanya ? Beliau seorang yang konsekwen dalam menjalani hidup dan kehidupannya, tanpa ada tersirat di dirinya untuk mengikuti/meniru gaya atau konsep hidup masyarakat sekitar beliau hidup. Bukankah tabiat monyet ? Semoga muslimin memiliki lebih banyak lagi orang-orang seperti beliau. Allah Yutawwil umru. Amiin* KEPINCANGAN-KEPINCANGAN DI NEGARA SEKULAR Banyak pula dari para pemibisnis muslim dunia yang bermu�amalah dengan negara-negara yang anda anggap superior tsb. Dengan uangnya mereka dapat memboyong dan tinggal bersama keluarganya, menikmati hidup yang (katanya) penuh dengan kebebasan itu, namun mereka umumnya lebih senang tinggal di negara muslim. Sebab di negara demokrasi sekular (yang anda banggakan tsb) banyak ditemukan kehidupan seperti misalnya : tidak adanya keamanan, ketentraman, ketenangan jiwa dan yang utama tidak adanya jaminan dimana anak sebagai generasi keluarga dan bangsa serta agama untuk tidak terpengaruh oleh hal-hal yang negatip dari kehidupan sekitarnya. (anak-anak umur 12 tahun harus sudah diajarkan memakai kondom atau pil anti hamil). Kemaksiatan, kemungkaran, kemunafikan terjadi dimana-mana, didepan mata, tanpa ada yang berani untuk menasehati agar terwujudnya keadilan dan ketentraman hidup masyarakat sekitar. Yang kecil mencaci yang lebih tua. Yang tua terbuang bagai sampah dipanti-panti jompo. Kehidupan keseharian dan rumah tangga disana, tidak ubahnya bagai pasar. Menurut saya, tidak usahlah anda mempengaruhi untuk membodohi manusia sekitar anda. Menurut saya, tindakan ini sama artinya anda membodohi diri anda sendiri. Tidak usah berbangga diri dan merasa paling tahu situasi negara-negara yang anda banggakan itu. Balitapun tahu keadaan disana. NEGARA-NEGARA SEKULAR TIDAK MENERAPKAN SYARIAT AGAMA Tambahan pengetahuan buat anda. Mengapa dinegara-negara sekular Barat tidak menerapkan syariat agama mereka? jawabannya: Eropa dan Amerika telah ditempeli/ditunggangi kaum Yahudi. Merekalah yang mengontrol dunia Barat. Mereka adalah budak kaum Yahudi. Saya rasa missi andapun sama dengan bangsa Barat tersirat lewat tulisan anda, yang artinya andapun tidak beda dengan bangsa Barat, � budak kaum Yahudi �. Banyak para intelektual muslim dunia yang asal dan asli Eropa dan Amerika, mereka lebih senang menetap di negara Islam KSA . Mereka lebih mengutamakan ketenangan hidup dan jiwa (dekat dengan masjid Haramain), diatas semua itu pula, mereka lebih mengutamakan pendidikan dan akhlak anak-anaknya. Mendidik mereka dalam ruang lingkup kehidupan yang Islami, agar tumbuh sebagai generasi bangsa dan agama yang saleh dan fanatik thdp agama dan bangsa serta tanah airnya. (Bukan sekedar julukannya saja muslim, tapi tak mengerti apa arti dari kilmah muslim dan Islam). MENDUKUNG MUSLIM YANG ANTI AGAMANYA Anda mendukung uraian dari pemikiran seorang yang mengaku keturunan Sum-Bar (Bukit tinggi), yang mengaku muslim tapi kafir, bernama Bambang Ekalaya Suherman. Bukankah demikian, Padmanaba ? Nah, setelah saya kaji dan saya cermati tulisan dan gaya uraian dari seorang yang mengaku kafir dan sekular ini. Mengaku ngaku WN USA dan bertitel sarjana ini, saya rasa anda tidak beda dengannya. Orang tsb mengaku muslim, namun omongannya jauh dari akhlak seorang muslim. Laknatullah alaih. Mengaku bertitel sarjana, tapi isi kepalanya hanya hal-hal yang yang tidak berguna. Bagi saya sesuatu yang logik bilamana dua individu bersatu. bermakna akhlak dan pemikirannya sama, satu. �setali tiga uang�. Hukum rajam dan hukum-hukum Allah lainnya, anda katakan sebagai hukum yang tak perlu diberlakukan, dengan alasan hukum lama dan kuno. Bagi manusia yang biasa menggunakan logik dalam hal-hal yang positip, masalah lama atau baru adalah nisbi. Sudah menjadi ketetapan hidup, hal-hal yang sifatnya baru akan berubah menjadi lama. Begitu pula sebaliknya. Kalian sama-sama penganut dan pendukung sekularisme. Sejarawan muslim dunia faham sekularisme dan agama kristen merupakan peninggalan (sisa-sisa) penjajahan di negara-negara muslim se dunia. MEMPERTAHANKAN BAU-BAU SEKULARISME Hengkangnya penjajah Eropa di negara-negara muslim, seharusnya lenyap pula segala bau-bau mereka, tetapi kalian mempertahankannya. Kan aneh ? Inilah yang membuat muslimin dan negaranya terkebelakang. Sebab kalian hanya bisa meniru dan hanya sekedar meniru. Tentunya kalian tetap rindu pada pelopor kalian, penjajah . Dari keadaan yang demikian ini. Tentunya muslimin mencari penyebab adanya keterbelakangan ini. Setelah mengkaji ulang sejarah muslim dan khilafah Islam. Demi kemajuan bangsa, negara dan demi generasi penerus agama, maka kami mengambil kesepakatan untuk mengembalikan diri kami kepada masa lalu yang pernah kami miliki. KEMBALI MENGANGKAT DAN MENERAPKAN KITABULLAH Dengan kembali mengangkat dan menerapkan �kitab Allah dan Sunnah rosul-Nya serta sirah para sahabat� (peraturan, ketetapan dan batas-batas hukum-Nya) yang biasa disebut � syariat Islam�. Kemakmuran, keamanan, keadilan dan persatuan akan terwujudkan. Kami rindu ini semua. Kami rindu untuk menjadi manusia yang beradab tinggi dalam agama, sains dan tehnologi, di sertai rasa taat dan taqwa agar diridhai Allah subhanahuwata�ala, Sebagaimana para pendahulu kami memiliki ini. Kami ingin mewujudkannya, demi bangsa dan agama. Demi kedamaian, ketentraman dan keadilan dunia yang merata. Tapi manusia macam kalianlah yang menghalangi cita-cita luhur kami. Perlu anda ketahui, peradaban yang dimiliki Barat kini, titik tolaknya berasalah dari sumbangsih para intelektual muslim yang saleh dan fanatik terdahulu, dizaman Khilafah Islam. Eropa dan Amerika mayoritas adalah kaum kristen dan Yahudi. Kami tidak mau ikut campur urusan mereka dalam menentukan prinsip hidup dan kehidupan mereka. Namun, jika mereka mau berfikir secara jernih dan terbuka, merekapun memiliki hukum yang telah Allah turunkan. Sayangnya mereka telah melupakannya, memang dikarenakan mereka umat yang tak takut tuhannya. Penyebabnya, hanya satu karena mereka telah ditempeli/ditunggangi oleh �parasit Yahudi�. Tidak beda juga dengan para sekularis Indonesia dan sekularis di negara muslim lainnya. Telah diperbudak nafsu hasil ciptaan kaum penyembah dunia ini. Kami tidak peduli dengan urusan bangsa Barat sekular dan kafir musyrik iti. Kami hanya peduli akan nasib generasi kami, Islam dan muslim serta tanah air. BANGGA DENGAN DEMOKRASI DAN SEKULARISME Kalian berbangga akan demokrasi. Pemerintah muslim sekular berbangga akan ini. Saya ingin bertanya, bukankah demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat ? Bukankah suara rakyat yang diutamakan ? (hanya teorinya doang). Coba adakan pemungutan suara dengan dua alternatif pilihan, � menerapkan syariat Islam� atau � tetap dalam sistim demokrasi sekular�. Saya yakin (berani bertaruh dan insya Allah ) suara terbanyak rakyat ada pada syariat Islam. Mereka akan lebih condong memilih negara yang bersumber hukum dari Allah dan rosul-Nya. Demi menuju ketaqwaan, kemakmuran, kedamaian, keadilan yang di ridhai oleh pencipta alam semesta ini. GATRA MENCARI BIBIT-BIBIT MANUSIA SEKULARIS GATRA dan sarana komunikasi dan informasi. Umum mengetahui missi mereka, gerakan menentang Islam dan muslimin. Mereka mencari bibit-bibit sekularis. Saya rasa anda-anda pasti laku, sebab model anda dan BE. Suherman dicari. Sebenarnya suara kalian amatlah sedikit. Suara kalian dapat terlihat ke permukaan dan terdengar ramai dengan adanya bantuan dan dukungan dari pemerintah sekular, media massa dan elecktrinic yang sekular dan sendu, juga dari tuan besar kalian, Yahudi. Tetapi semua itu tidaklah menjadi penghalang besar bagi kami. Allah Maha Berkuasa lagi Maha Berkehendak. Kalian selalu memerangi kami, tetapi yang mengagumkan banyak golongan kalian yang kembali kejalan yang di ridhai-Nya (Islam). Dari yang kafir musyrik (ahl kitab atau lainya) dan kafir sekular juga, berduyun-duyun mereka menjadi pemeluk dan mendukung agama yang di ridhai Allah azza wa jalla. Yang mana semula sangat mereka benci, mereka perangi, mereka caci maki, tetapi kemudian mereka sangat mencintai, tak ingin menyakiti apalagi meninggalkannya. Gatra menceritakan kejadian dari 4 TKW yang diperkosa majikan atau oleh anak majikannya di negara Saudi Arabia. Mereka pulang membawa perut. Gatra meliputnya dengan judul �pergi sendiri pulang berdua�. (GATRA Nomor 17/VI, 11 Maret 2000). Pertanyaan saya : Mengapa pemerintah RI tidak menyikapi kejadian ini secara positip ? Mengapa pemerintah RI tidak segera bertindak dan menuntut hak kehormatan para TKW ? Bukankah mereka adalah rakyatnya, yang wajib dibela haknya ? Secara logikanya, ada sesuatu yang salah dalam soal ini. Kemungkinan besar kesalahan ini terletak pada salah satu diantara ke dua pihak ini . *Pemerintah RI yang tidak peduli kewajibannya dalam mengayomi hak warganya yang teraniaya dan terhina atau * Khabar yang dipublikkan Gatra hanya sebuah berita burung (boong). INGIN MEMADAMKAN CAHAYA ALLAH SWT Mereka hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam) dengan mulut mereka, sedang Allah tidak menghendaki melainkan menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir tidak suka (akan yang demikian).(Attaubah : 32). Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang yang bukan dari kalangan kamu menjadi "orang dalam" (yang dipercayai). Mereka tidak akan berhenti-henti berusaha mendatangkan bencana kepada kamu. Mereka sukakan apa yang menyusahkan kamu. Telahpun nyata (tanda) kebencian mereka pada pertuturan mulutnya, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sesungguhnya telah kami jelaskan kepada kamu keterangan-keterangan itu jika kamu (mahu) memahaminya.(Ali Imran :118). Faqir ila Allah Ros Shahrir [EMAIL PROTECTED] Riyadh - SAUDI ARABIA --------------- Padmanaba wrote : Dinegara dimana saya hidup, negara yang sangat makmur ditengah Europa, dan berstandard sosial yang tinggi, adalah bermayoritas Katholik Roma. Namun, tetap saja, Hukum Gereja Katholik Romawi - CIC atau Code Iuris Canonicii - tidak diberlakukan diatas semua warga. Kehidupan berbangsa diatur menurut Hukum Perdata yang sangat beradab. Juga pemberlakuannya dan praktik hukumnya. Apa yang diutarakan Bapak Suherman adalah logis dan, walau agak emosional, patut disimak. Kiranya tak perlu dibahas lagi, bahwa praktik2 syariat seperti yang kita dengar didalam kasus Kartini itu, adalah sudah daluwarsa, dan berlaku kira2 2000 tahun yang lalu. Saya kira, juga pemikir2 dari IAIN2 dinegeri kita sependapat. Memang benar, makin dalam penguasaan agama itu, juga agama Islam, makin besar daya toleransi dan kemajemukan. Makin datar, makin primitive, sebagaimana yang dipraktekkan oleh Sekarmadji Kartosoewirjo dengan begundal2nya. Untuk itu, kita tak perlu tanggapi paham yang sempit dari penulis Ahmad Sudirman itu, yang kalau memang betul2 konsekwen, hendaknya datang ke Tanah Air dan tampil dalam ceramah silang pendapat dengan ahli2 kita seperti is dan guru2 bijaksana dari IAIN2 setanah air. Kita tak perlu lulus SD untuk dapat membedakan qualitas hidup sosial sebuah negara seperti Swiss, Austria dan Jerman dibandingkan dengan Afganistannya Taliban2 itu..."(Padmanaba, [EMAIL PROTECTED] , Tentang negara Islam..,Mon, 13 Mar 2000, http://www.indopubs.com/archives/0210.html ). ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Mar 2000 jam 10:25:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
