----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 09/III/20-26 Maret 2000
- ------------------------------

PREMANISME DI PDI PERJUANGAN

(POLITIK): Sejumlah pendukung Mega mulai kalab. Para pesaing Megawati
sebagai Ketua Umum PDI-P diuber-uber Satgas.

Saya malu, malu, benar-benar malu," kata Eros Djarot menggeleng-gelengkan
kepala mengomentari pembatalan secara paksa sebuah acara dialog terbuka di
Jombang beberapa waktu lalu. Acara yang digelar Kelompok Studi Demokrasi itu
dibatalkan tiba-tiba, lantaran dikepung massa PDI Perjuangan. Malam
sebelumnya, pemilik rumah makan yang akan dijadikan ajang diskusi itu setiap
saat sudah menerima teror telepon yang minta acara diskusi dibatalkan.
Penelepon itu mengancam membakar rumah makan tersebut, jika tetap mengadakan
diskusi.

Sebelumnya, di kandangnya sendiri ia telah dihadang oleh pengurus Cabang
PDIP Jakarta Selatan untuk menjadi utusan cabang di Kongres PDIP 27 Maret
mendatang di Semarang. Dalam Konferensi Cabang Khusus Jakarta Selatan
sebenarnya Eros masuk sebagai utusan konggres karena mengantongi 18 suara
dan berada pada urutan kedua setelah Ketua DPC PDIP Jaksel Audi Z Tambunan
yang memperoleh 26 suara. Tetapi, hal itu dianulir dengan alasan Eros kader
bermasalah sehubungan dengan rencananya mencalonkan diri sebagai ketua umum
pada kongres mendatang.  Ia diperbolehkan menjadi utusan asal tidak
mencalonkan diri sebagai ketua umum.  Akhirnya ia menyerahkan masalah
penjegalan ini kepada Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDIP.

"Saya sedih disebut kader bermasalah karena saya mencalonkan diri sebagai
ketua umum. Ini tragis sekali sebagai partai yang katanya menjunjung tinggi
nilai demokrasi," sesal Eros.

Menurut beberapa informasi, usaha penjegalan itu diduga melibatkan pengurus
atau orang-orang PDIP sendiri, seperti Santayana Kiemas (adik kandung Taufik
Kiemas, suami Megawati), Roy BB Djanis (Ketua DPD PDIP DKI Jakarta), dan
Ketua DPP PDIP Mangara Siahaan.

"Saya ingin PDIP menjadi partai yang modern, terbuka, dan benar-benar
demokratis." Untuk itu, lanjut Eros, unsur-unsur yang berada di dalamnya
harus menyemai tanaman jangka panjang yang akan membuat PDIP sehat. Selama
ini di PDIP banyak orang yang bercocok tanam tanaman jangka pendek, "Maunya
panen melulu."

Wakil Sekjen DPP PDIP Haryanto Taslam mengatakan, dijegalnya Eros karena
mencalonkan diri sebagai ketua umum, merupakan tindakan konyol dan
kekanak-kanakan. DPP PDIP, menurut Haryanto, akan mengkaji ulang penjegalan
itu dan menganulir keputusan itu. Sedangkan sebagian pengurus DPD PDI Jawa
Timur (Jatim) telah memberi sinyal untuk kemungkinan memberi dukungan bagi
duet Megawati Soekarnoputri dan Eros Djarot sebagai Ketua Umum dan Sekjen
PDI Perjuangan (PDI-P). Mereka melihat sudah sedemikian parahnya permainan
politik kotor yang dilakukan para elite DPP PDI-P dan perlu segera diakhiri.

Sementara itu banyak pihak menyesalkan tingkah polah satgas PDI P yang
mereka lakukan belakangan ini. Mereka telah menjadi "Pemuda Pancasila"
seperti yang terjadi di jaman Soeharto. Bahkan di sejumlah daerah, Satgas
difungsikan sebagai kekuatan untuk menahan datau mendukung tokoh tertentu
dalam memenangkan persaingan politik. Kasus pemilihan walikota Semarang,
misalnya. Kemenangan Sukawi Sutarip tak bisa dilepaskan dari keberadaan
Satgas PDI-P yang membelanya.

Arbi Sanit, pengamat politik UI yang dihubungi berkenaan dengan apa yang
dialami Eros di Jombang menyatakan, bahwa tindakan premanisme politik
sekarang ini sudah menjadi kebiasaan buruk yang dilakukan para satgas
parpol. Menurut dia, para pengurus parpol mesti memberi pengarahan yang tepat.

"Kalau terus begini, apa bedanya satgas PDI-P, Banser NU, atau satgas
Gerakan Pemuda Ka'bah-nya PPP itu dengan tingkah polah ormas-ormas
kepemudaan di masa rejim Soeharto dulu?" ujarnya.

Menurut Arbi, apa yang dilakukan para satgas, dan pengurus PDI-P Jombang
terhadap Eros menunjukkan minimnya pengetahuan mereka tentang peta politik
kepartaian di pusat (maksudnya DPP PDI-P -red). Eros, lanjut Arbi,
sebenarnya orang 'dekat'-nya Megawati, dan bukan tidak mungkin pencalonannya
adalah atas restu Megawati sendiri. Eros, menyadari dirinya tak mungkin
mengalahkan Megawati dalam pemilihan ketua umum partai, tapi ia memiliki
tujuan lain, yaitu membersihkan partai itu dari figur-figur konservatif yang
dinilai menghambat pengembangan partai tersebut sebagai partai yang modern,
demokratis, dan terbuka.

Sama seperti inisiatif Prof Dimyati Hartono yang mencalonkan diri sebagai
ketua karena ingin mengubah kultur politik di PDIP. Dan Dimyati pun mendapat
sejumlah hambatan, walaupun tidak sekasar hambatan yang menghadang Eros Djarot.

Dimyati, dalam setiap pertemuannya dengan wartawan ingin  PDI-P segera
melakukan perubahan mendasar atau total.

"Partai (PDI-P) tidak bisa lagi mengandalkan fanatisme dan spontanitas. Tapi
harus didasari rasionalitas dan sikap kritis," kata Pak Dim.

Rakyat tak lagi merasa ditekan dan tak ada pemerintahan otoriter. Yang ada
justru pemerintahan yang demokratis dan menjunjung tinggi keterbukaan. Untuk
masa mendatang PDI-P tak bisa lagi mengandalkan manajemen spontanitas
sebagai driving force dalam mengelola partai. Apalagi menonjolkan premanisme
politik. (*)

- ---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- ----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Mar 2000 jam 02:40:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke