---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Media Indonesia, 17 Maret 2000 Pangdam soal Tuduhan Xanana, `Itu Ngarang` MOTA AIN (Media): Pangdam IX/Udayana Mayjen Kiki Syahnakri membantah secara tegas tuduhan Presiden CNRT Jose Xanana Gusmao yang menyatakan Jenderal Wiranto dan Kopasus ada di balik penyusupan-penyusupan yang dilakukan sekelompok orang. "Xanana itu ngarang. Bagaimana mungkin Jenderal Wiranto bisa mengoordinasi semua itu, sementara dia sendiri sedang dalam tekanan-tekanan. Tuduhan itu bull shit (bohong--red)," kata Pangdam kepada wartawan di Mota Ain, Rabu. Makanya, menurut Pangdam, masyarakat hendaknya berhati-hati terhadap pernyataan yang sifatnya mendiskreditkan karena mungkin saja sesuatu pernyataan "dipelintir" oleh media yang bersangkutan. "Namun secara tegas saya katakan bahwa tuduhan semacam itu adalah bohong," kata jenderal bintang dua itu, menegaskan. Ia mengatakan, pelanggaran perbatasan yang terjadi bukan hanya dilakukan oleh eks milisi, tetapi juga oleh CNRT yang datang memasuki wilayah Kabupaten Belu. Terbukti sudah ada tiga kasus, satu di Oekusi dan dua lainnya di wilayah Atambua. Aparat TNI dan kepolisian setempat, katanya, melakukan penangkapan terhadap mereka. Tetapi sama sekali tidak ada penyiksaan dan mereka kemudian dikembalikan ke Timtim melalui pasukan UNTAET, kecuali satu orang yang tertangkap di Oekusi. Dia kini ditahan polisi setempat. Orang CNRT yang diamankan kepolisian Kefamenanu tersebut karena yang bersangkutan saat ditangkap membawa dokumen penting organisasi CNRT yang akan disampaikan kepada seseorang dan juga senjata tajam. Polisi sedang melakukan pengembangan penyidikan, terlebih menyangkut dokumen yang berhasil diamankan aparat. Apakah tindakan tersebut bisa dikategorikan tindakan kriminal. Sepenuhnya tergantung kepada hasil penyidikan kepolisian setempat. Pada kesempatan itu, Kiki Syahnakri, mantan Danrem 164/Wiradharma itu juga membantah tuduhan pers asing, yang menyatakan TNI tidak punya keseriusan dalam menangani perbatasan. "Kesan pemberitaan itu, seolah-olah selama ini TNI tidak berbuat apa-apa untuk pengamanan wilayah perbatasan. Kenyataannya TNI dan Polri setempat sudah berbuat sedemikian rupa, berbagai upaya sudah dilakukan," katanya. Ia menjelaskan, salah satu hasil upaya yang dilakukan TNI untuk pengamanan wilayah perbatasan NTT dan Belu, aparat berhasil menyita 291 pucuk senjata yang diambil dari eks milisi dan sebagian lagi diserahkan pada saat pembubaran milisi 13 Desember 1999. Sementara Polda NTT sendiri di Kupang, juga berhasil menyita 116 senjata api termasuk di dalamnya senjata api rakitan. (P-4) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Mar 2000 jam 09:43:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
