---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Dikira Bertemu Tokoh LSM 'Syafii Merasa Ditipu Bondan' Reporter: Aulia Andri detikcom - Banda Aceh, Juru bicara GAM, Tgk Ismail Saputra, mengatakan Panglima GAM Tgk Abdullah Syafii merasa "ditipu" oleh Bondan Gunawan. Pasalnya, semula Syafii dijadwalkan bertemu tokoh-tokoh LSM. Ternyata setelah berbincang, Bondan baru mengaku sebagai utusan Presiden Gus Dur. Demikian disampaikan Ismail yang ditemui detikcom di Banda Aceh, Jum'at (17/3/2000). Menurut Ismail, setelah terlibat perbincangan hangat baru kemudian Bondan mengungkap jati dirinya sebagai utusan Gus Dur yang ingin menyampaikan sapi kurban. Dan ternyata, Abdullah Syafii juga tidak mengenal Bondan sebelumnya. Bondan sendiri mungkin tidak bisa dikatakan telah menipu Abdullah Syafii karena Bondan sebelum menjabat Sekretaris Negara dan Sekretaris Pengendalian Pemerintahan memang dikenal sebagai aktivis LSM. Hubungan erat Gus Dur - Bondan juga berawal dari terbentuknya Forum Demokrasi yang didirikan Gus Dur bersama aktivis LSM sekitar awal 1990-an. Menurut Ismail, ketika mengetahui hal itu Abdullah terkejut. "Untung saja Tgk Syafii tidak marah dan menangkap Bondan. Kalau terjadi hal itu tidak bisa dibayangkan. Jadi GAM sebenarnya merasa ditipu. Dikasih kucing dalam karung ternyata yang keluar macan," tukas Ismail sambil tertawa. Ismail juga menerangkan, pertemuan itu sama sekali tidak membicarakan masalah politis. Abdullah Syafii, kata Ismail, hanya menerima Bondan dalam rangka silaturahmi hari raya Idul Adha. "Jadi tidak ada muatan politis. GAM sendiri akan bersedia berunding dengan RI asalkan menggunakan aturan-aturan internasional," papar Ismail. Dalam kesempatan itu, Ismail sekaligus membantah sengit pernyataan Sekjen Majelis Pemerintahan GAM, Tgk Don Zulfahri yang mengatakan Ismail bukan juru bicara GAM. Ismail bahkan menuding justru Don yang bukan anggota GAM dan ia mengaku tidak pernah bertemu dan mengenal Don sebelumnya. Ismail berusaha meyakinkan bahwa Abdullah Syafii yang mengangkatnya menjadi juru bicara GAM. "Saya diangkat menjadi spoken man GAM oleh Tgk Abdullah Syafii dan Don juga bukan anggota GAM," tegas Ismail kesal. Sebelumnya, Tgk Don Zulfahri memang melarang Ismail untuk tidak berkomentar terlalu banyak soal GAM, karena GAM tidak pernah mengangkat Ismail menjadi juru bicara GAM. Seperti ingin membantah pernyataan Don itu, Ismail mengatakan tidak ada jabatan sekjen Majelis Pemerintahan (MP) GAM seperti yang dijabat oleh Don. "Yang benar, wali negara GAM adalah Tgk Hasan di Tiro dengan dibantu menteri dalam kabinetnya," ungkap Ismail lagi. Ismail bahkan menuduh Don adalah intelejen Indonesia yang ditugaskan menghancurkan GAM dari dalam. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Mar 2000 jam 15:42:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
