----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Tanggapan Sekretaris Jenderal GAM
17 Maret 2000

JANGAN DIPOLITIKAN PERTEMUAN BONDAN-ABUDLLAH

Setelah meninjau dan meneliti berbagai spekulasi yang timbul berpunca dari
pertemuan Bondan Gunawan dengan Abdullah Syafei, maka saya atas kapasitas
Sekretaris Jenderal GAM dengan ini merasa perlu menanggapi sebagai
berikut:

1. Saya mohon kepada semua pihak untuk tidak mempolitikan pertemuan ikhlas
Bondan-Abdullah tersebut. Pertemuan tersebut adalah pertemuan sesama
muslim di Hari Raya Idul Adha, bukan pertemuan politik.

2. Saya mohon kepada Ismail Syahputra untuk tidak komentar sembarangan
hal-hal yang dalaman GAM/AGAM. Saya pikir, Abdullah punya Jubirnya sendiri
dan tidak pernah melantik Ismail menjadi Jubir AGAM dan saya sebagai
Sekjen GAM tidak pernah mengakui Ismail sebagai Jubir GAM. Sepengetahuan
saya, Ismail adalah provokator ciptaan TNI yang ditanam ke dalam tubuh GAM
sejak tahun 1985.

3. Tindakan Gus Dur menghantar Bondan ke Aceh, saya pikir, tidak terlepas
dari rasa ingin tau Gus Dur tentang keadaan sebenarnya yang terjadi di
lapangan. Selama ini Gus Dur mendapat laporan palsu dari TNI/Polri tentang
Aceh sehingga telah memalukan Gus Dur sendiri. Saya mengucapkan terima
kasih kepada Presiden RI dengan harapan penyelesaian tuntas tentang masa
depan Aceh dapat dengan segera dilaksanakan lewat peundingan dengan
Barisan Bangsa Aceh.

4. Tentang adanya anggapan bahwa hanya dialog dengan Hasan Tiro yang bisa
menuntaskan masalah Aceh, saya sekali lagi menegaskan bahwa yang berhak
menentukan masa depan Aceh adalah rakyat aceh sendiri, termasuk juga
Abdullah sebagai pimpinan angkatan perang bangsa Aceh (AGAM) mempunyai hak
dan wewenang serta bisa ikut bersama-sama rakyat dan komponen-komponen
yang mewakili bangsa aceh dalam berdialog dengan RI. Tidak perlu tunggu
Hasan Tiro.

5. Sikap GAM adalah jelas bahwa dialog dengan RI bukan berarti kita tunduk
dan menyembah RI. GAM tetap dengan perinsipnya bahwa Aceh adalah sebuah
negara merdeka. Kesediann GAM berdialog dengan RI semata-mata untuk
memenuhi kehendak rakyat Aceh yang inginkan penyelesaian dan penentuan
masa depan Aceh tanpa kekerasan. GAM siap berdialog karena kehendak rakyat
tetapi GAM tetap menuntut RI keluar dari bumi Aceh.

Demikian tanggapan saya, semoga bermanfaat.

Terima kasih

Teuku Don Zulfahri
Sekjen GAM
Tel:+60162705455

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Mar 2000 jam 15:43:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke