----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Dimyati Hartono Mengaku Tidak Minta Restu Kepada Megawati

Yogyakarta
Ketua DPP PDI Perjuangan Prof.Dr.Dimyati Hartono,SH, mengakui bahwa dirinya dalam 
pencalonan sebagai Ketua Umum pada kongres PDI-P
di Semarang,akhir Maret ini,sebelumnya tidak pernah meminta restu kepada Megawati 
Soekarno Putri.

Atas pertanyaan peserta dialog terbuka "Demokratisasi di Tubuh PDI Perjuangan" yang 
diselenggarakan Forum Peduli Bangsa bersama
Surat Kabar Harian (SKH) Kedaulatan Rakyat di Yogyakarta, Kamis, ia menegaskan, dengan 
penuh rasa hormat kepada Mbak Mega, memang

dirinya tidak minta restunya.

"Mengapa saya tidak melakukan hal itu, karena saya tidak ingin seperti zamannya Orba 
dulu . Saya hanya berfikir demokrasi itu adalah
kesetaraan dan kebebasan. Mbak Mega seorang demokrat , saya juga seorang demokrat. 
Mbak Mega seorang kader, saya juga seorang kader
partai," ujar kandidat Ketua Umum DPP PDI-P itu.

Menurut dia, sebenarnya jika dirinya mempunyai keinginan untuk itu, mengapa harus 
meminta restu kepada Mbak Mega, sebab jika hal itu
dilakukannya berarti dirinya akan menurunkan kadar demokrasi di tubuh partainya.

Karenanya, nanti saya akan berjuang di kongres dengan demokratis tanpa menggunakan 
intimidasi dan paksaan, baik secara psikologis
maupun fisik serta memegang teguh etika berpolitik, ujarnya

Ia mengaku bahwa tidak pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PDI-P ,sebab dalam 
anggaran Dasar partai tidak mengenal pencalonan
diri, dan yang berhak mencalonkan seseorang itu dari cabang.

"Ketika dalam suatu acara diskusi belum lama ini, saya pernah mengintrodusir paradigma 
baru partai, dan setelah itu kemudian
sejumlah pengurus cabang mendatanginya, serta menyatakan pDI-P perlu ada perubahan 
termasuk di tingkat pimpinan, dan mereka
menanyakan apakah saya bersedia dicalonkan jadi pimpinan baru PDIP," ujarnya.

Diminta tanggapannya tentang pemilihan Ketua Umum, ia mengatakan bahwa yang terpokok 
siapapun orangnya yang terpilih perlu
dibangunnya sistem ,mekanisme, program, kader, dan

prinsip-prinsip itu harus dilaksanakan dengan betul.

"Saya kira kalau sistem yang ada saat ini berjalan terus dan kondisi partai sekarang 
tidak mengalami perubahan yang mendasar, saya
khawatir PDIP di tahun 2004 akan ditinggalkan pendukungnya ," ujarnya.

Namun demikian, jika partai mau melakukan perombakan total dengan mengacu kepada 
tuntutan modernisasi, saya kira PDIP akan
prospektif karena modal yang mendasar sudah dimiliki, tandasnya.

Menurut dia, paradigma lain yang ingin diintrodusir secara khas hanya pada pdi-p, 
yaitu pengelolaan partai tidak boleh didasarkan
pada emosi dan fanatisme tapi harus didasarkan pada

rasionalitas dan sifat kritis.

Jadi siapapun yang memimpin PDIP nanti kalau kembali mengandalkan pada emosi dan 
fanatisme , maka dia tidak bisa bertahan, sebab
kita nanti dalam pemilu akan kompetisi dengan berlomba-lomba untuk mendapat dukungan 
dari rakyat.

Karena itu, rasionalitas akan ikut menentukan dan sikap kritis anggota terhadap 
penyelenggaran pengelolaan partai juga akan
menentukan. Jadi nantinya para kader partai sendiri baik yang hanya jadi anggota atau 
duduk dalam struktur partai harus mau membuka
diri untuk menerima kritik,katanya.

Atas pertanyaan adanya ancaman terhadap dirinya dalam pencalonan sebagaiketua umum, ia 
menyatakan hal itu patut diprihatinkan, tapi
dirinya bisa menganalisa bahwa sebenarnya masalah itu tidak terlalu ditakutkan seperti 
hantu.

"Sebenarnya, kesanggupan saya dicalonkan sebagai ketua umum, karena saya ingin agar 
partai yang namanya dengan embel-embel demokrasi
ini dapat memulai menjalankan praktek demokrasi yang

sehat. jadi masalah itu bisa luluh bila teman-teman separtainya dapat berfikir dengan 
penalaran,"ujarnya. (ant)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Mar 2000 jam 15:43:26 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke