---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Pangdam Sudi Silalahi Jelaskan Pernyataan Gus Dur Kumpulkan Danren dan Dandim Seluruh Kodam Brawijaya Surabaya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sudi Silalahi mengumpulkan seluruh Danrem dan Dandim untuk menjelaskan dan mengklarifikasi soal pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid tentang adanya salah satu Pangdam yang mbalelo. "Kebetulan saat ini semua Danrem dan Dandim hadir, jadi sekalian saya akan kumpulkan mereka untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya tentang pernyataan presiden beberapa hari lalu," kata Pangdam kepada wartawan usai menjadi Irup upacara bendera di halaman Makodam V Brawijaya Surabaya, Jumat hari ini. Menurut Jenderal berbintang dua itu, pihaknya perlu menjelaskan perihal sinyalemen Gus Dur soal Pangdam yang mbalelo, agar tidak terjadi salah penafsiran di kalangan bawahannya. Apalagi, pernyataan Gus Dur dalam acara yang ditayangkan TVRI dikemukakan setelah menanggapi pertanyaan dari warga Jatim. Pangdam menegaskan, pihaknya tidak pernah mempunyai niat untuk menentang pemerintah Gus Dur. Bahkan dirinya juga tidak yakin soal pernyataan ada salah satu Pangdam yang berniat memreteli pemerintah dengan menghimpun kekuatan. "Saya tidak yakin, kalau ada Kodam atau Pangdam yang melakukan hal seperti itu dan itu sangat tidak mungkin dan tidak benar, karena kita sudah terikat dengan sumpah untuk setia kepada negara," tegasnya. Kendati pernyataan itu tidak ditujukan langsung pada dirinya atau Pangdam lainnya, namun orang nomer satu di Kodam V Brawijaya itu menyatakan pihaknya siap diperiksa oleh siapa saja yang ingin mencek kebenarannya. "Bolehlah silahkan siapa saja yang mau cek kebenarannya. Kalau perlu tanyakan langsung kepada Danrem dan Dandim serta staf saya. Apa pernah saya kumpulkan bawahan seperti itu," tambahnya. Bahkan Sudi Silalahi mengaku siap dipecat dan dicopot dari jabatannya, apabila tuduhan itu benar-benar terbukti daripada dirinya dianggap sebagai penghambat atau pengganggu jalannya pemerintahan. "Saya beranggapan pemerintahan sekarang ini sudah demokratis, sehingga kita semua harus menjunjung tinggi dan mendukungnya. Jadi tidak benar dan tidak mungkin, kalau sampai ada tudingan saya berusaha mengganggu pemerintah," ujarnya. Ia menambahkan, kejadian yang menimpa dirinya tidak hanya sekali ini, karena sebelumnya ia juga pernah digoyang dengan isu terlibat penyerangan kantor DPP PDI dalam kasus 27 Juli 1997 saat menjabat sebagai Kasdam Jaya. (ant) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Mar 2000 jam 15:43:35 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
