---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KSAD: PENGHAPUSAN BAKORSTANAS DAN LITSUS BUKAN PERSEMPIT PERAN TNI Surabaya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tyasno Sudarto menegaskan, keputusan pemerintah menghapus Bakorstanas (Badan Koordinasi Stabilitas Nasional) dan Litsus (Penelitian Khusus) bukan sebagai upaya mempersempit peran TNI. "Jangan mempunyai anggapan bahwa penghapusan kedua lembaga itu sebagai salah satu usaha untuk mempersempit peran TNI," katanya dalam sambutan yang dibacakan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Sudi Silalahi, pada upacara bendera di halaman Makodam V Brawijaya Surabaya, Jumat. Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan keputusan tentang penghapusan Tap MPR nomer 29/1988 tentang Bakorstanas dan Tap nomer 19/1980 tentang penelitian khusus (Litsus). Tyasno menilai keputusan pemerintah menghapus Bakorstanas dan Litsus pada era reformasi saat ini sangat tepat, karena kedua lembaga itu dianggap sudah tidak tepat dan tidak sesuai dengan paradigma baru yang ada saat ini. Ia juga menambahkan, keputusan penghapusan lembaga yang dibentuk pada masa orba itu sebagai salah satu konsistensi pemerintah dalam menegakkan azas hukum di Indonesia. "Dan sebagai prajurit TNI, kita berkewajiban dan harus menegakkan semua keputusan pemerintah itu," tambah Jenderal berbintang empat itu. Kepada jajarannya, Kepala Staf AD itu juga meminta agar dapat menyesuaikan diri dan mengatur sebaik mungkin tentang penghapusan lembaga itu agar tidak berdampak buruk. Pada bagian lain sambutannya, Jenderal Tyasno mengingatkan agar seluruh jajaran TNI dapat menyikapi setiap perkembangan yang terjadi saat ini, terutama yang menyangkut isu negatif soal TNI, agar tidak menimbulkan antar sesama anggota TNI. "Waspadai munculnya isu-isu yang dapat memecah belah TNI dengan sikap yang arif dan bijaksana," katanya menegaskan. (ant) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Mar 2000 jam 15:43:42 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
