----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 21 Maret 2000

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

JANGAN MAU JADI UMPAN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA

Untuk Saudara Rohim dan Abu (Indonesia).

DAULAH ADALAH ALAT BUKAN TUJUAN

Semoga Allah SWT meridhai usaha kaum muslimin dimanapun berada yang
mempunyai visi untuk berusaha membangun persatuan dengan berlandaskan
keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa
dan mengharap ridha Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu
masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan
dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan
hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan
menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al
Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan
dan ras.

Membaca apa yang saudara Rohim dan Abu layangkan dalam tulisan: "Namun
sayang, anda hanya mampu melakukannya melalui internet. Ini adalah
gambaran "orang takut dilamun ombak namun hendak berumah di tepi pantai
",alias orang yang tidak berani mengambil resiko(pengecut). Jika anda
paham menegakkan Rububiyah Allah, Mulkiyah Allah dan Uluhiyah Allah
(menegakkan Negara Karunia Allah) adalah ibadah, dan suatu kewajiban
mutlak, mengapa anda tidak terjun langsung ke kancah perjuangan yang
saat ini gegap gempita. Jangan hanya berani berkokok melalui media
internet . Mari/ayo pulang dan tegakkan/pertahankan bersama-sama
berdirinya Negara Karunia Allah" ( abu ahli
<[EMAIL PROTECTED]>,PESAN DARI TEMAN DI TANAH AIR, 21 Maret 2000)

Dari kutipan surat diatas tergambar dalam pikiran saya bahwa orang-orang
muslim yang sekarang bertebaran diseluruh dunia, dimana sebagian dari
mereka ada yang sedang berusaha  membangun persatuan dengan berlandaskan
keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa
dan mengharap ridha Allah SWT dan mempergunakan sebagian alat media
informasi sebagai sarana dakhwahnya dianggap sebagai orang-orang yang
tidak berani mengambil resiko (pengecut). Kemudian tergambar keadaan
situasi di daerah-daerah dibelahan dunia sebelah tenggara yang terkumpul
dalam bentuk kesatuan dengan nama Indonesia saat ini sedang gegap
gempita membangun kembali berdirinya Negara Karunia Allah.

Apakah benar keadaannya demikian di Indonesia sekarang? Yang jelas kita
harus mencontoh Rasulullah saw dalam membangun kembali Daulah Islam
Rasulullah (DIR).

METODE RASULULLAH SAW YANG HARUS DIPAKAI.

Rasulullah SAW dalam menegakkan dan melaksanakan serta menanamkan
Risalalah yang telah diberikan Allah SWT memerlukan jangka waktu yang
panjang. 13 tahun adalah waktu yang dipergunakan sewaktu di Mekah.
Periode Mekah adalah periode pembinaan aqidah. Penanaman ketauhidan.
Dakhwah langsung kepada pihak Penguasa Quraisy di bawah Walid bin
Mughirah. Dakhwah yang dilakukan secara terang-terangan dan terbuka.
Dimana setelah saatnya tiba dan kaum muslimin sudah menerima dan
memahami aqidah Islam, datanglah perintah Allah SWT untuk hijrah.

Kita bandingkan dengan saat sekarang, terutama di Indonesia, kaum
muslimin masih bercerai berai, masih sikut kanan sikut kiri, masih
merasa bangga dengan kelompoknya, menganggap kelompok lainnya tidak
benar, kemudian dalam keadaan yang demikian mau membangun kembali Negara
Karunia Allah. Apa jadinya dengan kaum muslimin di Indonesia itu
nantinya. Sudahkah kaum muslimin yang ada di Indonesia sekarang bersatu
dalam pemikiran bahwa apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dalam
menegakkan, membangun, menerapkan dan melaksanakan Risalah itu wajib
adanya kelembagaan yang bisa dijadikan tempat dan alat untuk menerapkan,
mengawasi dan menjalankan hukum-hukum Allah SWT?.

Disinilah kita harus menggali kembali kepada apa yang telah dicontohkan
Rasulullah saw. Pembinaan aqidah adalah dasar utama untuk membangun
manusia-manusia muslim dan mukmin yang nantinya akan mengisi Daulah
Islam Rasulullah.

Usaha kita sebagai muslim tanpa memandang dimana tinggal adalah siap
tampil menyuarakan kebenaran yang datang dari Allah SWT dan siap saling
memberikan nasehat dalam kesabaran, sesuai dengan kemampuan
masing-masing. Bila melihat kemungkaran yang nampak di depan mata, maka
harus siap untuk menghilangkannya, sesuai dengan kesanggupan
masing-masing.

JANGAN MENJADI UMPAN DAN MAU DIADU DOMBA

Kaum muslimin harus menyadari bahwa dalam keadaan situasi yang sekarang
dimana kaum muslimin sudah terkotak-kotak kedalam bentuk
kelompok-kelompok yang satu sama lainnya kadang-kadang sudah tidak punya
hubungan tali pegangan langsung, jangan mau dijadikan umpan dan diadu
domba sesama kaum muslimin.

Kita harus berpikir secara jauh dan mendalam, bahwa tidak mungkin
berdiri kembali Daulah Islam Rasulullah dalam keadaan ummat Islam yang
sedang bercerai berai seperti keadaan di Indonesia sekarang ini.

Jadi kalau ada orang yang dengan paksa dan menggunakan kekerasan untuk
membangkitkan kembali Negara Islam dalam saat situasi keadaan aqidah
ummat Islam yang masih lemah di Indonesia ini, itu tandanya orang
tersebut mau menghancurkan kaum muslimin keseluruhan.

Karena itu ketika saya membaca surat saudara  Rohim dan Abu diatas yang
menyatakan bahwa "kancah perjuangan yang saat ini gegap gempita", maka
timbul suatu tanda tanya besar. Apakah benar kaum muslimin di Indonesia
secara keseluruhan sudah gegap gempita memahami dan menyambut berdirinya
kembali Daulah Islam Rasulullah (DIR) ?.

Yang justru saya khawatir adalah adanya sekelompok orang yang ingin
menghancurkan kaum muslimin melalui tangan kaum muslimin lainnya.

Karena dalam saat sekarang ini secara jelas dan gamblang kita sudah
melihat bahwa Penguasa Gus Dur-Mega ditambah sebagian besar orang-orang
dari partai-partai politik yang berasas Islam semuanya secara
terang-terangan menolak berdirinya kembali Daulah Islam Rasulullah
(DIR).

Jadi menurut saya gegap gempita sekarang bukan ingin membangun kembali
Daulah Islam Rasulullah (DIR) tetapi itu merupakan suatu umpan untuk
disantap oleh kaum muslimin yang mudah kena tipu dimana akhirnya
menghancurkan kaum muslimin keseluruhan.

Karena itu, waspadalah kaum muslimin jangan sampai kena tipu dengan
umpan yang manis, seolah-olah madu yang manis menggiurkan, tetapi
sebenarnya merupakan racun yang mematikan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Mar 2000 jam 18:51:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke