---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PARNI HADI HASUT WARTAWAN ANTARA TOLAK SOBARY JAKARTA, (SiaR, 21/3/2000). Ketika Mohamad Sobary, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dilantik menjadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara oleh Sekretaris Negara/Sekretaris Pengendalian Pemerintahan Bondan Gunawan, Senin (20/3) kemarin, Parni Hadi yang digantikannya justru sibuk memberi pembekalan kepada para stafnya menolak kehadiran penggantinya. Pelantikan Sobary yang dilakukan di gedung kantor Sekretariat Negara cukup unik karena tidak dihadiri Parni Hadi yang digantikannya. Parni, menurut Bondan Gunawan, sebenarnya meminta agar dihubungi sesegera setelah upacara pelantikan selesai, tapi ternyata ia belum selesai rapat ketika Bondan menelponnya kembali. Sumber SiaR, seorang wartawan Antara menyebutkan, rapat itu merupakan pembekalan, tepatnya penghasutan, yang dilakukan Parni kepada seluruh pendukungnya --wartawan dan karyawan Antara-- menyikapi perkembangan yang ada menyangkut penggantian dirinya. Sumber itu mengungkap, dalam rapat dengan sejumlah stafnya setingkat wapemred, kepala desk, dan biro, Parni tak bisa menyimpan kegalauannya dan kegeramannya. "Parni mempersiapkan bom waktu bagi Sobary, dan minimal akan ada semacam pembangkangan massif seperti yang pernah akan diperbuat kepada calon pengganti sebelumnya, Budiarto Shambazy, wartawan senior Kompas," katanya. Budiarto sendiri meskipun telah ditunjuk Presiden Abdurrahman Wahid untuk menggantikan Parni, tapi tak pernah bisa berkantor di LKBN Antara, karena mendengar adanya penolakan dan pembangkangan oleh wartawan dan karyawan Antara. Budiarto memutuskan untuk tak mulai bekerja di Antara sebelum semuanya "clear". Belum lagi Budiarto bekerja, pemerintah memutuskan untuk melantik Sobary dengan menggantikan Parni Hadi. Menindaklanjuti hasil rapat tersebut, Selasa ini (21/3), Parni Hadi maupun Majelis Karyawan Antara mengeluarkan pernyataan yang intinya mengkritik Gus Dur. Parni menilai Gus Dur tak konsisten di dalam upaya mewujudkan independensi Antara sebagaimana pidato Gus Dur saat peringatan HUT ke-62 LKBN Antara tanggal 13 Desember 1999 lalu. Sedangkan Majelis Karyawan Antara menyesalkan proses pergantian kepemimpinan di Antara yang terkesan mendadak. Dalam suratnya yang ditandatangani oleh Wakil Majelis Karyawan Antara Wawan Indrawan dan Sekretaris I Yayat S Sulaiman, kepada Presiden, Majelis berpendapat, pimpinan LKBN Antara sebaiknya berasal dari karyawan Antara sendiri, dan ini berkaitan dengan keinginan mayoritas karyawan Antara. Tapi tindakan mbalelo sebagian karyawan Antara yang mendukung Parni, dianggap karyawan yang lainnya sebagai suatu hipokrisi dan wujud standar ganda yang dikembangkan Parni Hadi menyangkut argumen tentang isi tuntutan independensi bagi LKBN Antara. Seorang wartawan Antara yang tak sepaham dengan pembangkangan itu menegaskan, bahwa masyarakat mengetahui di mana posisi politik pemberitaan Antara di masa pemerintahan Soeharto dan BJ Habibie dulu. Menurut dia, Parni Hadi juga bertanggungjawab terhadap politik pemberitaan yang partisan ketika itu. "Nurani saya menyatakan jurnalisme Antara ketika itu adalah jurnalisme provokator. Apalagi menyangkut kebijakan pemberitaan saat SU MPR dulu, pro-Habibienya begitu menonjol. Dalam kasus-kasus kerusuhan seperti di Ambon misalnya, juga sangat partisan. Tiba-tiba sekarang mereka menuntut pemerintah untuk menjamin independensi dan menolak intervensi ke dalam," katanya. *** - ---------------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Mar 2000 jam 01:56:52 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
