----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

MENGEMBALIKAN KEBANGGAAN PRAJURIT KORPS MARINIR

JAKARTA, (TNI Watch! 21/3/2000).

Riak gelombang memecah di pantai
Peluru jatuh berderai
Dengan semangat maju memantai
Bergerak serang dan menerjang
Marinir pasukan kita
Mendarat kita pasti menang...

        Syair di atas adalah penggalan dari Mars "Hantu Laut", dari Korps
Marinir TNI-AL. Mars itu biasa dinyanyikan prajurit marinir, guna membakar
semangat pantang menyerah, saat menjelang pendaratan, pada operasi tempur.
Meski tidak sedang bertempur, mars tersebut kembali berkumandang di "Bumi
Marinir" Cilandak (Jakarta Selatan), sebagai ungkapan rasa gembira atas
kunjungan Presiden Abdurrachman Wahid.

        Hari ini (21/3) Presiden Abdurrahman Wahid beserta Wapres Hj.
Megawati, mengadakan kunjungan ke Ksatrian Brigade Infanteri 2 Marinir. Tak
pelak, kunjungan Gus Dur tersebut, telah mengembalikan kebanggaan prajurit
Korps Marinir, yang selama Orde Baru terkoyak-koyak.

        Selama Orde Baru, dominasi Angkatan Darat demikian menyolok, karena
Soeharto berasal dari AD. Hingga ada pandangan, Angkatan lain (AL, AU dan
Polri) itu seolah-olah merupakan subordinasi AD. Pandangan seperti itu
berdampak buruk pada satuan-satuan di bawah AU dan AL, termasuk Marinir,
yang merupakan unsur tempur (darat) dari AL. Terlihat sekali selama Orde
Baru, Marinir seperti "dianaktirikan", sedang yang "dianakemaskan" adalah
Kopassus/RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat).

        Di masa Orde Baru perlakuan terhadap marinir, terkadang sudah sangat
keterlaluan. Yang paling menyakitkan adalah saat ada keputusan soal
pergantian nama, dari nama lama KKO, yang telah demikian melegenda, menjadi
Korps Marinir, pada tahun 1975. Nama KKO harus diganti, karena ada unsur
kata "Komando" (KKO singkatan dari Korps Komando). Dengan diubahnya nama KKO
menjadi Korps Marinir, maka tinggal Kopassus/RPKAD saja, yang memakai kata
"Komando" pada nama satuannya. Jadi alasan pergantian namanya hanya berdasar
iri dan gengsi, sehubungan nama KKO telah tertanam di hati rakyat, dan
merupakan satuan "anak emas" Bung Karno.

        Pada saat ini, kekuatan Korps Marinir sekitar 13.000 personel
organik, dan 3.500 personel non organik. Personel organik mengawaki
organisasi Komando Utama Korps Marinir, yang terdiri dari satu Markas
Komando dan delapan Komando Pelaksana. Delapan Komando Pelaksana terdiri
dari 2 Brigif (masing-masing terdiri dari 3 Bataliyon Infanteri), 1 Resimen
Bantuan Tempur (terdiri dari Bataliyon Intai Amfibi, Tank Amfibi, Kendaraan
Pendarat Amfibi, Artileri Medan, Artileri Pertahanan Udara, 1 Resimen
Bantuan Administrasi (terdiri dari Bataliyon Komunikasi Elektronika,
Angkutan, Perbekalan Peralatan, Kesehatan, Zeni dan Provoost), 1 Detasemen
Pasukan Khusus/Anti Teror (aspek laut), 1 Komando Latihan, 2 Pangkalan
Marinir (Jakarta dan Surabaya).

        Personel non organik mengawaki organisasi di luar Komando Utama
Korps Marinir. Alokasinya sebagai berikut: 2 Satuan Marinir Armada (organik
Armada RI Kawasan Barat dan Timur), 5 satuan pertahanan darat pangkalan
(masing-masing setingkat bataliyon, organik 5 Pangkalan Utama TNI-AL), 2
Pusat Latihan Pasukan Pendarat (organik Armada Kawasan Barat dan Timur), 1
Pusat Pendidikan Marinir (organik Kodikal), 1 Departemen Marinir (organik AAL).

        Dalam lima tahun mendatang, Korps Marinir akan dimekarkan menjadi
dua Divisi (enam Brigif beserta satuan pendukungnya). Rencana ini telah
disetujui Gus Dur, saat mendengar paparan dari KSAL Laksamana Achmad
Sutjipto. Penambahan kekuatan, bisa diartikan peningkatan pula bargaining
Korps Marinir di mata AD. Tidak lagi menjadi satuan "mediocre" seperti di
masa Orde Baru. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.

- ----------------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Mar 2000 jam 02:13:42 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke