----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PARA BROKER BUKAN HANYA TAUFIK KEMAS DAN ROZY MUNIR

        JAKARTA, (SiaR, 21/3/2000). Mejelang Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) PT Telkom, para broker yang berkeliaran di seputar kekuasaan, makin
cepat bergerak. SiaR beberapa kali memberitakan bahwa suami Wapres Megawati
Soekarnoputri, Taufik Kemas dan Rozy Munir, orang PKB yang juga Sekjen
Kantor Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara, adalah para broker
jabatan di sejumlah BUMN itu. Namun, ternyata banyak broker selain dua orang
tadi.

        Para broker lainnya misalnya: H. Masnuh, seorang pengusaha dan kawan
lama Gus Dur dan Hasyim Wahid (Gus Im, adik Gus Dur). Dua nama ini
belakangan banyak dihubungi para kandidat dirut sejumlah BUMN sehubungan
dengan kedekatan mereka dengan kalangan istana.

        Menurut sumber SiaR, setidaknya dalam penggantian Dirut Pertamina
dan rencana pengantian Dirut dan Direksi PT Telkom, kedua nama itu, selain
Taufik dan Rozy juga ikut bermain. Para brokrer ini, misalnya dalam
penggantian Dirut Pertamina mampu ikut ambil bagian dalam proses penyusunan
nama calon. Bahkan mereka belakangan diketahui tidak hanya mendukung satu
calon saja melainkan ada yang dua hingga empat calon sekaligus. Saat itu
calon dirut Pertamina adalah: Hatta Radjasa (PAN), Arifin Panigoro (PDI-P),
Baihaqi Hamid Hakim (Mantan Dirut Caltex Pacific Indonesia), Erry Ryana
Hardjapamekas (Dirut PT Timah), John Karamoy (Dirut Medco), Rahmat Sudibyo
(Dirjen Migas), Quyom Candranegara (Dirut PN Gas Negara), dan Bambang
Subianto (Mantan Menkeu).

        Dalam pemilihan Dirut Pertamina, Taufik Kiemas menjanjikan dukungan
bagi empat calon dirut sekaligus tanpa diketahui oleh empat orang itu. Hatta
Radjasa dan Arifin Panigoro masing-masing menyetor sebesar Rp 1,5 milyar ke
Taufik. Baihaqi Hakim dan Bambang Subianto juga membuat deal dengan Taufik
dalam pencalonan itu.

        Baihaqi ternyata tak hanya meminta bantuan Taufik, ia juga meminta
bantuan Haji Masnuh seorang sobat lama Gus Dur dari Surabaya. Calon Dirut
Pertamina yang diperantarai H. Masnuh adalah Qoyum Candranegara (Dirut PN
Gas Negara). Kandidat lainnya, seorang manejer yang dijuluki The Oil Man,
John Karamoy, Dirut Medco meminta bantuan Hasyim Wahid, yang lebih dikenal
dengan panggilan Gus Im, yang kebetulan adalah adik kandung Gus Dur sendiri.

        Kemenangan Baihaqi sebenarnya merupakan gabungan antara brokeran dan
lobi group Caltex ke Gus Dur Januari lalu. Gus Dur sempat menerima Baihaqi,
Dewan Direksi, Dewan Komisaris Caltex Pacific Indonesia (CPI), turut serta
dalam pertemuan itu L. E. Elhins (President Chevron Services co) P. Cazalot
Jr (President Texaco Worldwide E&P Production Operation). Dalam pembicaraan
itu Gus Dur bertanya apakah Baihaqi berani melawan dominasi kartel minyak
international. Baihaqi menyatakan kesanggupannya.

        Dalam kasus pemilihan Dirut Pertamina, Rozy Munir mencomblangi Erry
Ryana Harjapamekas (Dirut PT Timah), Rahmat Sudibyo (Dirjen Migas) dan
Bambang Subianto (mantan Menkeu). Rozy memang sejak menjadi dosen peneliti
di Lembaga Pengembangan Ekonomi Universitas Indonesia sudah dikenal buruk.
Ia sering mengutip komisi sepuluh persen dari nilai proyek penelitian yang
akan dijalankan. Bahkan prestasi itu dilanjutkan Rozy dengan sangat baik
hingga sekarang. Tampaknya tugas internal kabinet Gus dur cukup berat untuk
membersihkan 'tikus-tikus pengerat' seperti Rozy Munir, Taufik Kiemas dan
lain-lain. ***

- ----------------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Mar 2000 jam 04:33:42 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke