----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

"MAFIA ANTARA" ANCAM SOBARY

        JAKARTA, (SiaR, 22/3/2000). Penggantian Parni Hadi, Pemimpin Redaksi
Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, berbuntut. Parni akan mengajukan
Presiden Gus Dur ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan "Mafia Antara"
akan melawan kepemimpinan Mohammad Sobary, pengganti Parni. Sumber di Antara
mengatakan, di kantor berita itu, orang-orang Parni sudah membangun semacam
mafia. Salah satu hasil kerja mafia itu katanya, adanya pembagian
"tugas-tugas tertentu" di kalangan mereka untuk meliput di departemen
tertentu. Sebelum ini sebagian karyawan Antara juga menolak kehadiran
Budiarto Danudjaya (bukan Budiarto Sambasy seperti diberitakan SiaR, 21/3),
wartawan senior Kompas yang akan menggantikan Parni. Budiarto yang akan
dibantu Parakitri Tahi Simbolon, redaktur senior Kompas, mental karena
campur tangan Ketua MPR, Amien Rais.

        Parni ketika menolak Budiarto dan Parakitri menggunakan isu anti
Kristen dan itu berhasil. Namun, ketika Gus Dur menunjuk Sobary, Parni
benar-benar kehilangan akal untuk mengerahkan kekuatan "Mafia Antara"
menolaknya. Sobary adalah peneliti LIPI dan intelektual Muhammadyah yang tak
berpolitik. Keislamannya tidak diragukan. Parni pun tak bisa lagi mengadu ke
Amien Rais, kawan lamanya di Republika dan ICMI. Amien sungkan karena Sobary
orang Muhammadyah dan ia juga kenal baik dengan kolumnis itu. Namun, Amien
memilih jalan tengah: menganjurkan Parni agar menggugat Gus Dur.

        Parni menerima saran itu. Parni Hadi telah menyewa pengacara untuk
mengajukan Gus Dur ke PTUN. Parni juga mengaku tindakannya itu atas saran
Ketua MPR-RI Amien Rais. Hal itu juga dikuatkan oleh penasehat hukum tetap
LKBN Antara Akbar Lubis SH yang kelak akan menangani gugatan Parni ini.
"Merujuk ke UU Nomor 40/1999, penunjukkan Sobary tidak sah dan akan dajukan
ke pengadilan atas keinginan karyawan dan pimpinan Antara," kata Lubis
kepada pers.

        Menurut Parni, ia sampai sekarang tidak merasa melakukan kesalahan
apapun dalam mengelola Antara. Ia menduga penggantian dirinya karena ia
kedekatannya dengan BJ Habibie. Namun menurut sejumlah sumber, penggantian
Parni karena beberapa waktu terakhir ini Antara telah dibawa berpolitik
untuk kepentingan kelompok Parni. Antara, dalam kasus Maluku maupun kasus
Tanjungpriok dinilai sangat provokatif dan berpihak pada kelompok tertentu.
Sumber ini menyebutkan, belakangan ini Antara seolah sudah menjadi satu grup
dengan Republika, Tekad, Adil. "Laporan-laporan Antara soal Ambon
mengerikan. Sangat menghasut," kata sumber itu.

        Parni sendiri memiliki sejarah buruk di dunia pers. Ia, ketika
tergabung dalam kepengurusan PWI, ikut menindas para wartawan pro
kemerdekaan pers yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Ia
juga ikut bertanggungjawab terhadap keputusan PWI yang memaklumi penutupan
Tempo, Editor dan Detik. ***

- ----------------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Mar 2000 jam 04:56:26 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke