----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

TANGGAPAN MB GAM EROPA ATAS PERTEMUAN PANGLIMA AGAM DENGAN UTUSAN PRESIDEN RI

Tepat pada Hari Raya Idul Adha, 16 Maret Panglima Angkatan Gerakan Aceh Merdeka 
AGAM,Teungku Abdullah Syafi`i, telah ditemui oleh
Sekretaris  Negara & Sekretaris Pengendalian Pemerintah RI, Bondan Gunawan, di suatu 
tempat di Kabupaten Aceh Pidie. Walaupun
kunjungan itu bersifat silaturahmi dan hanya berlangsung 20 menit saja, namun karena 
mengemban perintah Presiden Republik Indonesia,
Abdurrahman Wahid, maka yang dilakukan Bondan Gunawan tidak terlepas dari tujuan 
menjajagi keadaan di Aceh umumnya dan  pandangan
GAM/AGAM khususnya, sebagai bagian dari rencana strategi Presiden RI itu  dalam 
menghadapi tuntutan bangsa Aceh bagi penentuan nasib
diri sendiri dan masa depan Aceh.

Bondan Gunawan  menjelaskan kepada wartawan di Medan bahwa telah terjadi saling tukar 
informasi dengan Tgk Abdullah Syafi`i. Dia
telah menyaksikan bagaimana tekanan dan penindasan TNI/Polri terhadap rakyat Aceh. 
Sepanjang jalan lalu lintas Medan-Aceh yang
dilaluinya, penuh dengan barikade TNI/Polri, sehingga ia mengaku jengah (malu) dan 
merasa pengamanan berlebihan.  Pertemuan  itu
telah diberitakan secara luas oleh media tempatan, Indonesia dan seluruh dunia, serta 
mendapat sambutan luas. Suara sambutan negatif
pertama-tama datang dari  yang menamakan dirinya jurubicara GAM, Ismail Syahputra, 
yang membantah dengan keras tentang adanya
pertemuan tersebut, karena Tgk Abdullah Syafii tidak memberitahukannya. Dengan 
merendahkan Panglima AGAM,  Syahputra mengatakan:
"Dia (Tgk Abdullah Syafi`i) tak bisa menuntaskan apa-apa, semua mesti dibicarakan 
dengan Teungku Hasan di Tiro  di Swedia".  Oleh
karena pertemuan itu benar-benar terjadi, maka dia pun menjadi kalap, kemudian 
menuduh:  "Pertemuan itu lebih banyak mudharatnya
daripada manfaatnya". Dengan demikian Ismail Syahputra telah membuka dirinya sebagai 
penentang politik GAM  dan aspirasi rakyat
Aceh. Kemudharatan yang menimpa rakyat itu, bukanlah seperti dikatakan Syahputra 
karena adanya pertemuan antara Tgk Abdullah Syafi`i
dengan Bondan Gunawan. Tetapi memang sudah politik TNI/Polri memilih cara represif 
(kekuatan senjata) untuk terus berkuasa di Aceh
dan menghabisi bangsa Aceh hingga ke benih-benihnya, tidak mereka perdulikan ada atau 
tidaknya pertemuan semacam itu.

Dalam situasi seperti sekarang ini, di mana segalanya berjalan secara rahasia dan 
timing yang tepat, adalah tidak mungkin Panglima
AGAM, Tgk Abdullah Syafi`i berkonsultasi dulu dengan Wali Negara. Lagi pula keadaan 
beliau tidak mengizinkan untuk melakukan hal
itu. Lebih-lebih belakangan  ini beliau dikontrol langsung oleh  Malik Mahmud. Dialah 
orangnya, bukan dr Zaini Abdullah yang
nongkrong di samping Wali Negara, yang berbicara atas nama Wali Negara dalam 
pertemuan-pertemuan beliau dengan siapa saja, termasuk
dengan wartawan. Dari situlah wartawan menjadi tahu tentang keadaan Wali Negara 
sesungguhnya sekarang ini. Karena itu, berita Tempo
Interaktif  17 Maret, bahwa Wali Negara, Teungku Hasan Muhammad di Tiro menyayangkan 
terjadinya pertemuan itu, karena Tgk Abdullah
Syafi`i dinilai tak punya wewenang politik, tidak lain bersumber dari Malik Mahmud.
MB GAM Eropa tetap menghormati dan memandang Wali Negara Tgk Hasan Muhammad di Tiro 
sebagai lambang perjuangan, walaupun beliau
dalam keadaan uzur seperti itu.  MB GAM Eropa memperingatkan Malik Mahmud supaya 
menghentikan berlaku syirik terhadap Wali Negara.

Pertemuan itu jelas tidak disukai TNI/Polri, mereka sangat terpukul. Ini juga 
menunjukkan bahwa TNI menentang kebijaksanaan
Pemerintah Abdurrahman Wahid untuk berdialog dengan GAM dalam rangka menghadapi 
tuntutan bangsa Aceh  tersebut di atas. Karena itu,
begitu usai pertemuan antara Panglima AGAM dengan Bondan Gunawan, segera saja 
TNI/Polri melakukan sweeping terhadap warga di empat
desa di Kecamatan Geumpang Tiga, Kabupaten Aceh Pidie sejak 17 Maret. Pada kesempatan 
itu aparat negara RI  mengobrak-abrik
desa-desa itu , menggedor rumah-rumah penduduk, memeriksa identitas mereka, bahkan ada 
yang dianiaya bebak belur untuk mencari
Panglima AGAM.
MB GAM Eropa dapat membenarkan pertemuan Panglima AGAM Tgk Abdullah Syafi`i dengan 
Sekretaris Negara & Sekretaris Pengendalian
Pemerintahan RI Bondan Gunawan , karena:

1. Dengan pertemuan itu, berarti Presiden RI secara terang-terangan mengakui adanya 
(eksistensinya) GAM dan AGAM sebagai    salah
satu komponen penting  bangsa Aceh  dalam perjuangan untuk menentukan nasib diri 
sendiri dan hari depan Aceh; dan GAM/AGAM bukan
gerakan separatisme.
2. Pertemuan itu sebagai bagian dari pertemuan yang telah kami lakukan di Jenewa 
antara Wakil GAM dengan Wakil RI yang ditengahi
pihak Henry Dunant Canter for Humanitarian Dialogue.
3. Pertemuan itu sesuai dengan tuntutan Tim 21 dan tuntutan referandum yang 
menyuarakan aspirasi rakyat Aceh untuk menentukan hari
depannya secara adil, damai dan demokartis.
4. Dalam situasi Wali Negara Tgk Hasan Muhammad di Tiro  tidak dapat langsung 
memberikan arahan perjuangan di dalam negeri Aceh,
sementara Malik Mahmud  membuat berbagai perongrongan  dalam organisasi GAM dan AGAM, 
sudah     sepatutnya  Tgk Abdullah Syafi`i
mengadakan pertemuan seperti tanggal 16 Maret itu dalam batas kewenangannya sebagai 
Panglima AGAM, dan sejalan dengan politik GAM.
Untuk kelancaran dialog selanjutnya  antara GAM dengan RI, MB GAM Eropa berpesan 
kepada seluruh anggota GAM dan AGAM:

1. Supaya mempertinggi kewaspadaan dari segala macam intrik musuh.
2. Mempertinggi disiplin organisasi sebagai barisan beriman dan beramal kebajikan bagi 
bangsa dan tanah air Aceh; perkuat disipilin
sebagai pembela dan pelindung rakyat; rapikan barisan dan bersatupadu dengan rakyat 
bagaikan ikan dengan air.
3. Memperkokoh persatuan dan kerja sama dengan berbagai organisasi dan komponen bangsa 
Aceh lainnya demi mencapai matlamat
perjuangan bangsa Aceh untuk menentukan nasib diri sendiri dan hari depan Aceh.
4. Mendukung tuntutan rakyat Aceh kepada Pemerintah RI supaya tidak menunda-nunda 
penggelaran pengadilan terhadap pelanggar HAM
selama DOM dan pasca DOM di Aceh.
5. MB GAM Eropa menuntut kepada Pemerintah Presiden Abdurrahman Wahid: Supaya 
menghentikan Operasi Sadar Rencong III dan segala
macam sweeping terhadap penduduk Aceh yang sedang dilancarkan TNI/Polri di Aceh.

Stockholm, 20 Maret 2000.
Syahbuddin A. Rauf
Kepala Biro Penerangan MB GAM Eropa.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 2000 jam 17:12:28 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke