---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Republika, 24 Maret 2000 MUI Ingatkan Bahaya Komunisme JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan ajaran komunisme/marxisme dan leninisme adalah bahaya laten yang sampai saat ini harus diwaspadai. Karena itu MUI menentang secara tegas adanya wacana yang menginginkan pencabutan Tap MPRS No. XXV/MPRS/1966 mengenai larangan ajaran Komunisme/Marxisme dan Leninisme. Meyakini bahwa ajaran ini tidakakan pernah mati dan bahkan timbul gejala ingin menghidupkan kembali ajaran ini, MUI segera melakukan rapat tanggal 21 Maret 2000 yang memutuskan beberapa hal. Pertama, MUI mengingatkan kembali kepada umat Islam dan masyarakat, bangsa pada umumnya terutama generasi mudanya, bahwa ajaran komunisme,marxisme adalah ideologi anti-Tuhan dan anti agama ynag tidak pernah mati yang senantiasa berupaya merobohkan sendi-sendi kehidupan bangsa yang berfalsafah Pancasila. "Kedua, MUI menyikapi diskursus pelarangan ajaran ini secara tegas dengan menentang wacana pencabutan Tap MPRS No. XXV/MPRS/1966," ungkap Sekretaris Umum MUI Drs. H. Nazri Adlani yang membacakan Pernyataan Sikap MUI tentang Keberadaan Ajaran Komunisme/Marxisme dan Leninisme di Indonesia dalam jumpa pers di Jakarta Kamis (23/03). Ketiga, MUI memohon kepada Allah agar bangsa Indonesia diselamatkan dan mampu mengatasi krisis ekonomi yang berkepanjangan. "Karenakemiskinan adalah lahan subur bagi bangkitnya kembali ajaran ini," katanya. MUI yakin bahwa ajaran ini akan selalu menciptakan iklim dan situasi yang membahayakan. MUI mencontohkan peristiwa Pemberontakan G-30S/PKI tanggal 30 September atau peristiwa Madiun September 1948 sebagai salah satu bukti nyata dari ajaran ini. Ajaran ini sangat mungkin disusupkan kembali saat ini. Karena itu sangat penting mengetahui bagaimana ajaran ini bisa masuk kembali ke masyarakat. "Paham ini gejalanya jalan terus, misalnya dengan terjadinya perlakuan-perlakuan yang kejam. Mereka menyusup di Maluku, di Aceh, bisa saja. Ini misalnya dengan pembantaian umat Islam itu," jelasnya. Ketu MUI Drs. H. Amidhan mengingatkan generasi muda adalah salah satu bagian penting yang saat ini menjadi sasaran ajaran ini. "Ini harus benar-benar kita perhatikan. Selain itu perlu kita cermati bahwa pengetahuan masyarakat kita belum luas tentang isme-isme atau ideologi-ideologi sehingga jika Tap MPRS tadi dicabut, ini sangat berbahaya," tandasnya. KH Chalid Mawardi yang juga GP Ansor tahun 1964, semasa PKI berjaya, juga mengingatkan begitu licinnya ajaran ini masuk ke setiap organisasi masyarakat, bahkan masuk ke pemerintahan dan TNI. Pendapat senada juga disampaikan Sekjen Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDI) Hussein Umar. (mag) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Mar 2000 jam 04:32:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
