---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 27 Maret 2000 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. KONGRES RAKYAT ACEH HARUS MELIBATKAN SELURUH KOMPONEN Ahmad Sudirman XaarJet Stockholm - SWEDIA KONGRES RAKYAT ACEH AKAN MENENTUKAN MASA DEPAN ACEH Kongres Rakyat Aceh yang akan digelar pada tanggal 20 April 2000 adalah salah satu usaha untuk menyelesaikan kemelut berdarah yang telah memakan ribuah korban di Aceh dan telah berlangsung lama dari sejak 4 Desember 1976, ketika Tengku Hasan di Tiro mendeklarasikan kemerdekaan Aceh Sumatra dengan bunyi deklarasi: "To the people of the world: We, the people of Acheh, Sumatra, exercising our right of self-determination, and protecting our historic right of eminent domain to our fatherland, do hereby declare ourselves free and independent from all political control of the foreign regime of Jakarta and the alien people of the island of Java....In the name of sovereign people of Acheh, Sumatra. Tengku Hasan Muhammad di Tiro. Chairman, National Liberation Front of Acheh Sumatra and Head of State Acheh, Sumatra, December 4, 1976". ("Kepada rakyat di seluruh dunia: Kami, rakyat Aceh, Sumatra melaksanakan hak menentukan nasib sendiri, dan melindungi hak sejarah istimewa nenek moyang negara kami, dengan ini mendeklarasikan bebas dan berdiri sendiri dari semua kontrol politik pemerintah asing Jakarta dan dari orang asing Jawa....Atas nama rakyat Aceh, Sumatra yang berdaulat. Tengku Hasan Muhammad di Tiro. Ketua National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Presiden Aceh Sumatra, 4 Desember 1976") (The Price of Freedom: the unfinished diary of Tengku Hasan di Tiro, National Liberation Front of Acheh Sumatra,1984, hal : 15, 17). Nama National Liberation Front of Acheh Sumatra ini dipakai untuk diplomasi diluar negeri dan hubungan internasional, sedangkan nama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM) dipergunakan untuk diplomasi di dalam negeri dan hubungan intern. MEREKA YANG MEDEKLARASIKAN ACEH MERDEKA HARUS DILIBATKAN Bagaimanapun banyaknya peserta Kongres Rakyat Aceh nantinya yang menurut Ketua Panitia Kongres Rakyat Aceh (KRA), Tgk Syamaun Rasyid diperkirakan sekitar 1.350-1.500 orang. Dimana para peserta kongres tersebut berasal dari 140 kecamatan dari setiap kemacaman diwakili oleh 4 orang peserta, ditambah dengan 17 organisasi masyarakat yang ada di Aceh. ( http://www.detik.com/peristiwa/2000/03/23/2000323-183134.shtml ), tetapi tanpa melibatkan para pencetus deklarasi Aceh merdeka yang sekarang masih hidup, maka kemungkinan besar hasil dari Kongres Rakyat Aceh itu akan megalami kepincangan. MENCARI JALAN KELUAR APABILA PARA PENCETUS DEKLARASI ACEH MERDEKA TIDAK BISA DATANG KE KRA DI BANDA ACEH Tentu saja permasalahannya tidak mudah untuk mengundang para Pencetus Deklarasi Aceh merdeka yang hampir semuanya tinggal di luar negeri agar bisa datang duduk bersama-sama dengan para peserta Kongres lainnya di Banda Aceh untuk membicarakan pemecahan masa depan rakyat Aceh. Karena salah satu masalah besar yang akan menjadi penghalang kehadiran mereka ke Banda Aceh adalah masalah keselamatan dan keamanan. Masalah keamanan ini memang tidak bisa dijamin seratus persen oleh tangan TNI/POLRI. Salah satu jalan pemecahannya adalah untuk para wakil National Liberation Front of Acheh Sumatra atau yang lebih dikenal dengan GAM yang ada di luar negeri ini adalah diadakan dialog diluar negeri antara pihak Pemerintah RI dengan wakil-wakil dari GAM dengan disaksikan oleh lembaga yang bebas dan netral, misalnya seperti Henry Dunant Center for Humanitarian Dialogue yang berkedudukan di Genewa, seperti yang telah dilakukan bulan Januari 2000 yang lalu. Tetapi tentu saja sifat dialog ini harus terbuka dan dilaksanakan sebelum pelaksanaan Kongres Rakyat Aceh 20 April 2000. Dimana dari hasil dialog antara Pemerintah Gus Dur dengan wakil-wakil GAM yang ada di luar negeri ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam Kongres Rakyat Aceh nantinya. Kemudian kita lihat bagaimana sikap dari seluruh peserta Kongres itu terhadap hasil pertemuan dan dialog pihak RI dengan GAM diluar negeri ini. Tentu saja diterima atau ditolaknya hasil dialog antara Pemerintah RI dengan GAM tersebut diserahkan kepada seluruh para peserta Kongres Rakyat Aceh itu sendiri. Jalan keluar inilah yang menurut saya cara yang cukup bijaksana untuk melibatkan seluruh komponen Aceh dalam rangka menyelesaikan konflik berdarah di Aceh yang telah membuat rakyat Aceh trauma itu. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Mar 2000 jam 22:45:34 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
