----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 10/III/27 Maret-2 April 2000
- --------------------------------

PARA PANGDAM YANG DIRAGUKAN

(POLITIK): Para Pangdam berlomba menyatakan setia pada Pemerintahaan Gus
Dur, termasuk para Pangdam yang dituduh "subversif". Itu tidak berarti
mereka "bermain" di belakang.

Tak ada Pangdam yang mengakui mengumpulkan tokoh-tokoh setempat dan
menjelek-jelekan Gus Dur. Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Sudi Silalahi,
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Bibit Waluyo, dan Pangdam III/Siliwangi
Mayjen TNI Slamet Supriadi, dan pada mulanya, Pangdam Jaya, Mayjen TNI
Ryamizard Ryacudu serempak membantah. Mereka bahkan menyatakan setia pada
Pemerintah Gus Dur.

Nama Mayjen Slamet Supriyadi, belakangan ikut terseret sebagai tersangka
Pangdam yang kurang ajar itu, namun ia juga membantah. Slamet memang bukan
orangnya Wiranto, ia bahkan, boleh dibilang agak sakit hati pada Wiranto.
Masalahnya, baru seumur jagung jadi Kapuspen ABRI, ia dicopot Wiranto, dan
digantikan "anak kesayangan" Wiranto, Brigjen TNI Mokodongan. Slamet pun
diparkir jadi perwira tinggi Mabes ABRI. Ia pun cukup lama luntang-lantung,
nongkrong di Mabes dan kadang-kadang muncul dan ngobrol di Kantor Harian
Angkatan Bersenjata, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, sebelum akhirnya
memperoleh jabatan Pangdam.

Perwira ini cukup lama bergelut di dunia intelijen, sebelum memperoleh
jabatan teritorial sebagai Komandan Korem Surakarta. Di Surakarta, Slamet
banyak berhadapan dengan para aktifis Partai Rakyat Demokratik (PRD). Di
kota itu, tinggal penyair Wiji Thukul, Ketua Jaringan Kesenian Rakyat
(Jaker) salah satu organisasi di bawah PRD. Kendati ia banyak menindas PRD
di Surakarta, toh, ia bukan tipe jendral pemberontak yang punya nyali untuk
merongrong Presiden.

Slamet, belakangan ini memang banyak melakukan briefing di lingkungan Kodam
III/Siliwangi dan tokoh-tokoh Islam setempat, berkaitan dengan makin
meningkatnya gerakan para aktifis Negara Islam Indonesia (NII) di Jawa
Barat. Mungkin saja ia kesleo ngomong tentang Gus Dur, dan ada tokoh
setempat yang lapor ke NU, lalu dari NU sampai ke telinga  Gus Dur. Selain
tengah menangani NII, Slamet juga tengah gemas terhadap aksi-aksi buruh di
Bandung, yang juga menuntut penghapusan Dwifungsi TNI. Menurut Slamet,
aksi-aksi buruh ini didalangi oleh PRD. Mungkin, Slamet geram pada Gus Dur
karena mau menerima Budiman Sujatmiko, Ketua PRD di Istana Merdeka dan
lagi-lagi, ia keceplosan ngomong di depan para tokoh-tokoh Jawa Barat.

Jadi, kalau Mayjen Slamet adalah Pangdam yang dimaksud Gus Dur, tampaknya
info itu terlalu dianggap serius oleh Gus Dur. Slamet, kalau mau dipetakan
sebenarnya berada di kubu Gus Dur, karena ia pro Mayjen TNI Tyasno Sudarto,
KSAD yang amat setia pada Gus Dur. Ketika isu kudeta merebak beberapa waktu
lalu, Slamet menyediakan waktu dan tempat untuk Tyasno di Kodam Siliwangi.
Slamet mengumpulkan para perwira remaja (letnan dua hingga kapten) Kodam
Siliwangi di Bandung untuk di-briefing agar mendukung Pemerintahan Gus Dur.
"Ada kelompok di TNI yang akan melakukan kudeta, kita sebagai prajurit Sapta
Marga harus mencegahnya," ujar Tyasno di depan ribuan perwira remaja Kodam
Siliwangi.

Tak pelak, yang dimaksud Tyasno adalah Wiranto dan kawan-kawannya. Kalau
Slamet adalah orang Wiranto, tentu ia tidak akan membantu Tyasno
mengumpulkan para perwira itu. Tyasno dan Slamet adalah dua perwira intel
yang sudah lama menjalin hubungan dalam banyak operasi intelijen. Tapi,
opini di media massa terlanjur menuduh Slamet sebagai Pangdam yang dimaksud
Gus Dur. Sejumlah media massa cetak, belakangan menulis berita spekulasi
bahwa Slamet, Sudi dan Mayjen Bibit Waluyo akan dicopot April mendatang.
Slamet dan Sudi akan "di-Mabes-kan", sedangkan Bibit, kabarnya malah akan
dipromosikan menjadi KasKostrad. Memang, sebaiknya, Gus Dur jangan memberi
teka-teki seperti ini karena salah-salah, peluru yang ditembakkan Gus Dur
itu akan mengenai jendralnya sendiri.

Sudi dan Bibit memang orang Wiranto. Bibit di kalangan para perwira
pendukung Wiranto dianggap jendral yang cukup brilian. Namun, dua Pangdam
ini bukanlah jendral yang pantas ditakuti. Sudi misalnya, bukanlah tipe
jendral "koboi" yang gampang mencabut pistolnya dan menembakkannya. Mantan
Komandan Kodim Salatiga ini, justru terkesan lemah-lembut. Yang harus
diwaspadai adalah Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kiki Syahnakri. Kiki adalah
loyalis Wiranto, kendati ia mencoba bersikap sebagai militer profesional.
Kiki adalah tipe jendral yang keras, berani bertindak dan berani menanggung
risiko. Karier perwiranya memang dihabiskan di medan perang Timor Timur.
Bukti baru ia loyalis Wiranto, misalnya, pekan lalu, ia mengeluarkan
pernyataan bahwa Wiranto tidak terlibat dalam pembantaian dan bumi hangus di
Timor Timur pasca jajak pendapat. "Wiranto tidak berada di Timor Timur
ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi," kata Kiki.

Yang menarik,Gus Dur malah meminta Wiranto untuk menangani para Pangdam yang
merongrong ini. Jelas, Gus Dur bergurau, karena Wiranto tak akan menegur
para jendral yang masih setia kepadanya. Itu namanya melukai diri sendiri.
Gus Dur tampaknya tengah menguji Wiranto, apakah Wiranto bisa "mengeksekusi"
kawannya sendiri. Salah-salah, malah akan mengembalikan kepercayaan diri
Wiranto serta kliknya dan dalam jangka panjang akan jadi ancaman bagi
pemerintahan sipil Gus Dur. Mungkin saja, klik Wiranto tengah mengatur
strategi, pura-pura setia, ketika ada kesempatan, tinggal bergerak dan balik
mengepung Gus Dur. (*)

- -----------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- ------------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Mar 2000 jam 05:13:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke