----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 10/III/27 Maret-2 April 2000
- --------------------------------

GOLKAR DIBALIK DEPUTI BI

(POLITIK): Kepentingan politik jangka panjang untuk dana pemilu, Partai
Golkar Dukung Pencalonan Deputi BI Aulia Pohan

Partai Golkar ternyata berada di balik kemenangan Aulia Pohan sebagai Deputi
Gubenur Bank Indonesia (BI). Itulah yang terungkap dari pengakuan sejumlah
anggota DPR asal Fraksi PDI-Perjuangan dan Ketua Umum DPP Golkar, yang juga
Ketua DPR, Ir. Akbar Tandjung.

Hal ini sudah pasti. Tidak mungkin Aulia Pohan, yang kejahatan ekonomi dan
korupsinya di BI seabrek-abrek --mulai dari kasus BLBI, tender kertas uang,
mesin kliring, uang palsu sampai BMPK-- bakal diterima dengan hati yang
jernih oleh anggota Dewan. Hanya hati yang penuh tipu daya dan komisilah,
yang akan meloloskan Auli Pohan itu kembali ke BI.

Nah, kalau sudah ada partai berlambang beringin, yang sekarang ini
berpura-pura menjadi "Golkar Baru" itu, yang ikut bermain dalam soal
pemiliannya, kita sudah pasti tahu. Cara-cara seperti apa yang dilakukannya?
Selama 32 tahun, kita sudah membutkikan lewat kemenangan besar Partai Golkar
dalam setiap pemilu yang diadakan oleh Pemerintah Orde Baru. Penuh tipu-tipu
dan tentu politik uang.

Meski sulit dibuktikan adanya politik uang, namun diakui bahwa itu ada.
Ibarat kentut, ada baunya, tidak ada wujudnya. Puh begitu dan baunya
menyebar. Cepat atau lambat, bisa jadi, bau itu terendus dan tercium.

Sejak pagi beberapa jam sebelum dilakukannya fit and proper test, terhadap
tiga calon deputi Gubenur BI, seorang anggota Dewan asal Fraksi Partai
Golkar (F-PG) memang mengaku secara tidak sengaja di telinga Xpos. "Gue
memang lagi nunggu transfer dari BI," ujarnya enteng kepada kawannya sesama
fraksi.

Tentu saja, transfer yang ditunggu, tidak sebesar yang diterima kepada
bendahara partainya. Menurut sumber Xpos, kalau yang diterima kader partai
tidak besar. Minimal Rp15-20 juta. Sedangkan  yang diterima partai jelas
besar. "Mulai dari setoran kas sampai dan persiapan pemilu tahun 2004,"
ujarnya.

Di balik kemenangan Aulia Pohan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam
uji kelayakan dan kepantasan (fit and proper test) Komisi IX DPR, ternyata
juga memang terkait dengan sejumlah lobi dan manuver yang dilakukan oleh
anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) terhadap sejumlah  fraksi IX yang lain.

Hal ini diakui oleh Zulfan Lindan, anggota Komisi IX DPR, yang mengaku
pernah dihubungi beberapa rekan dari F-PG untuk mendukung Aulia Pohan.

Upaya pendekatan, ungkapnya, ternyata bukan hanya kepada dirinya saja.
Beberapa rekan PDI-P pun ada yang sempat dihubungi. "Kelihatannya ada yang
kena," tambahnya. Namun, Zulfan tidak memastikan apakah pendekatan itu
berhasil karena money politic.

Menurut Zulfan, orang yang menghubungi itu, menegaskan bahwa sikap fraksinya
sudah jelas yaitu mendukung sepenuhnya Aulia Pohan. Zulfan juga bercerita
bahwa ternyata bukan hanya Golkar yang bermain. Aulia Pohan pun ikut juga
main. Ia tentu tidak mau ambil resiko dengan tabungannnya selama 28 tahun
selama bekerja di BI dikadalin oleh orang-orang Golkar, yang selama ini
memang sudah dikenal sebagai penipu ulung.

Pernyataan Zulfan Lindan dibenarkan oleh Ketua Komisi IX DPR dr Sukowaluyo
Mintorahardjo, yang juga salah satu fungsionaris PDI-Perjuangan. "Beberapa
orang PDI-Perjuangan memang menceritakan kepada saya sudah didekati untuk
menggolkan Aulia".

Suko sendiri menyatakan kekecewaannya dengan terpilihnya Aulia Pohan. Karena
kemenangan Aulia Pohan itu menunjukkan kemenangan status quo kepemimpinan di
BI.

Kemenangan Aulia, lanjutnya, nantinya menjadi taruhan bagi nama baik Komisi
IX DPR. "Rakyat menunggu apakah pilihan anggota-anggota Komisi IX terhadap
Aulia, dapat dibuktikan dengan memperbaiki citra BI?" tanyanya.

Ketua DPR, yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung mengakui
bahwa partainya memang mendukung Aulia Pohan untuk menduduki deputi Gubernur
BI. Sebab, Aulia dianggap memiliki track record yang baik selama ini. "Soal
keterlibatannya di BLBI, biar pengadilan saja yang membuktikan nanti,"
tandasnya. Mengenai sejumlah lobi yang dilakukan oleh anggotanya, Akbar
tidak keberatan.

Pada deputy contest yang berlangsung sejak Rabu malam pukul 20.00 hingga
pukul 05.30 wib, Aulia Pohan mengungguli dua kandidat lainnya, yaitu
Cyrillus Harinowo dan Burhanuddin Abdullah. Atas kriteria penilaian yang
meliputi visi, keahlian, pengalaman, moral dan akhlak, Aulia berhasil
mengumpulkan skor paling banyak 14.840, sedangkan Cyrillus Harinowo di
tempat kedua dengan angka 14.560 dan Burhanuddin Abdullah mendapat angka
14.520.

Padahal, ketika Burhanuddin Abdullah menyampaikan presentasi mengenai misi
dan visinya, banyak applaus diberikan kepadanya, baik dari anggota Komisi IX
maupun wartawan dan penonton lainnya. Dalam presentasi dan tanya jawab, baik
Auli Pohan, Burhanuddin Abdullah maupun Cyrillus Harinowo sama-sama mengakui
bahwa kepemimpinan BI tidak solid. "Masing-masing berjalan sendiri."

Tentang BI sendiri, mereka mengakui bahwa BI mengalami krisis kepercayaan,
sehingga mengurangi kebanggaan karyawan BI. (*)

- -----------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- ------------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Mar 2000 jam 06:29:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke